Beranda DAERAH Catat Sejarah Baru, Andrei Angouw Resmi Jadi Walikota Manado Agama Konghucu

Catat Sejarah Baru, Andrei Angouw Resmi Jadi Walikota Manado Agama Konghucu

Walikota
Andrei Angouw dan Richard Sualang resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2021-2024 oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Pasangan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (10/05/2021).

Pelantikan mantan Ketua DPRD Sulut ini mencatatkan sejarah. Dia menjadi kepala daerah beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Gerindra pada Pilkada 2020 lalu ini menggantikan posisi Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan sebagai Pemimpin baru Kota Manado untuk periode jabatan 2021-2024.

BACA JUGA  Nurhadi Korupsi Rp.35,72 Miliar Hanya Divonis 6 Tahun Penjara, Jaksa KPK Ajukan Banding
Andrei Angouw dan Richard Sualang resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2021-2024 oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

Keduanya dilantik langsung oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey berdasarkan SK Mendagri 131.71/294 Tahun 2021 Tanggal 22 Februari 2021 dan 131.71/994 Tahun 2021 Tanggal 9 April 2021.

“Saya Gubernur Sulut atas nama Presiden dengan resmi melantik saudara Andrei Angouw sebagai Walikota Manado dan saudara dr Richard Henry Marhein Sualang sebagai Wakil Walikota Manado masa jabatan 2021-2024.” ucap Olly Dondokambey saat melantik AARS di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

BACA JUGA  Evi Yandri Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana Covid-19 di Sumbar

Selesai pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Manado, dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado dan Ketua Dekranasda Kota Manado masa jabatan 2021-2024 yang dijabat oleh Ibu Iren Angouw-Pinontoan.

Agama Konghucu seperti diketahui sudah berada di Nusantara selama ratusan tahun. Walaupun sudah ada di nusantara selama ratusan tahun, pengakuan resmi dari negara terhadap agama Konghucu baru datang pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tahun 2000.

BACA JUGA  Dirlantas Polda Aceh Beri Bantuan Rumah Layak Huni Untuk Warga Penyandang Disabilitas

Selain memberikan pengakuan, Gus Dur juga membebaskan pemeluk agama Konghucu yang notabene adalah keturunan China untuk menjalankan ibadah agamanya secara terbuka dan merayakan hari keagamaan mereka.

Gus Dur saat itu mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Inpres ini diterbitkan di era Orde Baru yang isinya melarang semua jenis tradisi Tionghoa, termasuk agama Konghucu dilaksanakan secara terbuka. Sebagai gantinya, Gus Dur menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Kepres itu mencabut Inpres 14/1967, di lansir Manado Pos.

BACA JUGA  Pangdam I/BB Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD TA 2020

Hadir juga dalam pelantikan ini, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Ketua DPRD Provinsi Fransiscus Silangen, Forkopimda Sulut, Forkopimda Manado, dan tamu undangan lainnya.

Facebook Comments