Radar Berita Indonesia | Wali Kota Padang, Fadly Amran, melakukan kunjungan langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang pada Rabu, 5 Maret 2025, sebagai bagian dari implementasi Program Unggulan (Progul) Padang Amanah.
Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan visi menjadikan Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.
Dalam kunjungan Disdukcapil ini, ia meninjau berbagai layanan administrasi kependudukan dan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, bebas pungli, serta berorientasi pada pelayanan prima.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah layanan daring SIRANCAK, yang memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Jika sebelumnya layanan ini hanya tersedia pada jam kerja, kini telah diperluas menjadi layanan 24 jam, sejalan dengan integrasi sistem pemerintahan dalam Padang Amanah.
Meskipun kantor Disdukcapil masih menggunakan bangunan lama, Fadly Amran menekankan bahwa yang terpenting adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya Padang Juara dalam aspek pelayanan publik, dengan menargetkan Kota Padang menjadi yang terbaik dalam memberikan layanan yang cepat, mudah, dan bebas pungli.

Sebagai bentuk komitmen, Wali Kota Padang menginstruksikan seluruh jajaran Disdukcapil untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga integritas.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan liar atau pelayanan yang berbelit-belit. “Kita hadir untuk melayani, bukan mempersulit. Berikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi langkah nyata dalam merealisasikan Progul Padang Amanah, guna menciptakan pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Setelah kunjungan tersebut, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa evaluasi terhadap layanan administrasi kependudukan akan dilakukan secara berkala.
Pemko Padang akan terus memantau efektivitas program SIRANCAK dan layanan di Disdukcapil guna memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.
Sebagai tindak lanjut, ia juga menginstruksikan jajaran Disdukcapil untuk membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Jika ada keluhan atau kendala, harus segera ditindaklanjuti. Masyarakat tidak boleh dipersulit dalam mendapatkan hak administratif mereka,” kata Fadly.
Selain itu, Pemko Padang berencana memperluas cakupan layanan jemput bola, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil.
Program ini akan melibatkan kerja sama dengan RT/RW serta kelurahan untuk memastikan semua warga mendapatkan akses yang sama terhadap layanan kependudukan.
Lebih lanjut, Fadly Amran juga mengajak seluruh ASN dan tenaga pelayanan publik di Kota Padang untuk mengedepankan etika dan profesionalisme dalam bekerja.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Padang Amanah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan para pegawai dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari Padang Juara, Pemko juga akan mengembangkan layanan berbasis teknologi yang lebih canggih di sektor administrasi kependudukan.
Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem antrian dan konsultasi layanan guna mempercepat proses pelayanan.
Dengan berbagai langkah ini, Pemko Padang berharap bisa mencapai target pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan bebas dari pungutan liar.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


