Harga Beras di Padang Naik Rp 2.000 Per Kilogram

0
264
Harga beras di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat naik Rp 2.000 per gantang 1,6 Kgs sejak sebulan terakhir ini.
Harga beras di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat naik Rp 2.000 per gantang 1,6 Kgs sejak sebulan terakhir ini.
Sumbar, Radar BI | Harga beras di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat naik Rp 2.000 per gantang 1,6 Kgs sejak sebulan terakhir ini. ujar pedagang beras di kawasan Tunggul Hitam Kota Padang.

Anto mengatakan, hampir semua jenis beras mengalami kenaikan harga sekitar Rp 2.000 per gantang. Kenaikan harganya memang bervariasi. Namun masih di rentang harga dua ribu rupiah. Terpaksa menaikkan harga jual beras di kedainya dikarenakan toke tempat ia membeli beras juga menaikkan harga.

“Harga beras naik karena disebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) juga naik”, ujarnya Anto dikutip dari Kompas.com pada hari Selasa (1/11/2022).

Sementara itu, Doni mengatakan pedagang beras di Pasar Nanggalo juga mengakui kalau harga beras naik sejak sebulan belakangan ini. Penyebabnya karena biaya mengantar beras naik imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, Doni mengaku sejumlah konsumen atau pembeli ada yang kecewa dengan naiknya harga beras. Namun mereka tetap membeli karena kebutuhan.

Ya palingan konsumen tersebut cukup terkejut juga pada awalnya naik harga beras ini. Namun bagaimana lagi, karena sudah kebutuhan sehari – hari terpaksa membeli beras, ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Radar Berita Indonesia, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat untuk membahas ketersediaan stok beras bersama sejumlah jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin, (31/10/2022).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya selepas rapat menyebutkan bahwa pihaknya diminta Presiden Jokowi untuk mengecek secara faktual stok beras nasional yang ada saat ini.

“Saya diberi waktu oleh Bapak Presiden Jokowi satu minggu ini untuk mengecek kembali faktualisasi data yang ada bersama seluruh jajaran, bersama para gubernur, para bupati,” ujar Mentan Syahrul.

Menurut Mentan, berdasarkan data dan neraca yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian, saat ini ketersediaan beras nasional masih cukup. Bahkan, dari prognosis yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada tahun ini merupakan yang tertinggi.

“Pada panen tertinggi kita Maret-April itu di atas 18,3 juta (ton), kemudian panen kedua kita pada Agustus, September, Oktober itu bahkan 13 koma sekian (juta ton). Oleh karena itu, data BPS juga menunjukkan bahwa sekarang stok-stok itu ada 60 persen di tangan rakyat sendiri,” jelasnya.

Meskipun demikian, Mentan Syahrul mengatakan bahwa Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menambah stok beras melalui beras cadangan yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog). Mentan memastikan pihaknya akan segera melakukan hal tersebut dalam waktu singkat.

“Perintah Bapak Presiden tadi untuk melakukan stocking yang sangat cukup melalui beras cadangan yang ada di Bulog itu dan itu akan saya kejar dalam waktu yang sangat singkat ini,” ucapnya.

Dengan ketersediaan stok beras yang mencukupi, Mentan berharap fluktuasi harga beras pun dapat ditangani. Mentan sendiri telah berkomitmen bersama Menteri Perdagangan, Bulog, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk bersama-sama melihat ketersediaan stok beras.

“Ya saya sangat yakin ketersediaan cukup, bahkan data yang ada saat 2022 ini produktivitas lahan yang kita tanami sangat besar. Boleh tanya semuanya kita tidak pernah dengar ada lahan yang puso kan? Tidak pernah ada lahan yang (terdampak) bencana maksimal kan? Oleh karena itu, pasti saja hasilnya bisa kita perkirakan sesuai asumsi-asumsi atau teori-teori untuk mendapatkan hasil seperti apa,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan terpisah optimistis cadangan beras pemerintah (CBP) dapat mencapai 1 juta ton pada akhir 2022. Hal tersebut dikarenakan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

Dengan aturan tersebut, Airlangga mengatakan bahwa Bulog memiliki keleluasaan dan fleksibilitas dalam menyerap beras rakyat. “Dengan perpres, harusnya Bulog bisa menyerap beras lebih besar (untuk CBP). Kita lihat saja kapan realisasinya,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini