Beranda PEMERINTAH Iskandar Cerita Masa Kecil di Palembang Jadi Tukang Becak Hingga Jadi Pejabat...

Iskandar Cerita Masa Kecil di Palembang Jadi Tukang Becak Hingga Jadi Pejabat di Dinas Sosial Sumbar

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iskandar, S.Pd (dokumentasi poto Zainil).
Padang, Radar BI | Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iskandar, S.Pd yang saat ini disetarakan menjadi pekerja sosial fungsional ahli muda Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Iskandar merupakan seorang Aparatur sipil negara (ASN) yang juga, musisi, dan komedian asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang terkenal di Indonesia apalagi di kalangan para relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan pilar pilar sosial lainnya.

Iskandar menceritakan bahwa dirinya lahir 12 Juli 1970 di sebuah dusun yang bernama Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan dan sempat menempuh sekolah dasar di Dusun Rantau Panjang, sebelum akhirnya pindah ke Kota Palembang Tahun 1978 dan hijrah ke Padang melanjutkan pendidikan tahun 1989.

BACA JUGA  Relawan Jitu Pasna Angkatan IV Diajarkan Cara Buat Infografis Bencana
BACA JUGA  Kapolri Harap Sinergi dengan Mahasiswa untuk Akselerasi Vaksinasi Terus Berlanjut

Lebih kurang 51 tahun lalu, seorang bayi laki-laki lahir di dusun yang bernama Rantau Panjang di Kabupaten Ogan Ilir. Bayi tersebut sekolah dasar sampai kelas II di Rantau Panjang, dan menyelesaikan SD nya di Kota Palembag.

Tamat sekolah SPG Negeri Palembang pada tahun 1989. Sesudah tamat sekolah Iskandar melanjutkan hijrah kuliah di Kota Padang. Bertransformasi dari hidup susah, di Palembang pernah menjadi pedagang asongan, kondektur angkot, tukang becak tapi saya tidak pernah malu.

Bahkan sesampai di Padang saat kuliah pernah menjadi pengamen. Berkat kerja keras dan ketekunan beliau sekarang pejabat di Dinas Sosial di Provinsi Sumatera Barat.

BACA JUGA  Validasi Data, Irwan Basir Tegaskan Jangan Ada Pendamping PKH se-Sumbar Bermain
BACA JUGA  Bimtek Jitu Pasna, Dedi Prima: Bantuan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana

Pria ramah dan bersahabat ini yang akrab disapa Pak Is ini pernah membintangi komedian Pauh TV yang sukses menjadi box office Channel YouTube Pauh TV Owner Adma Tanpam masih banyak lagi.

Tak hanya sukses sebagai ASN dan komedian
aktor, pria kelahiran 12 Juli 1970 ini, Lahir di sebuah dusun yang bernama Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Pria ramah dan murah senyum ini juga dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu. Penampilannya yang memukau sebagai seorang penyanyi semakin membawanya pada puncak popularitas. Tak heran, jika Iskandar memiliki banyak penggemar di Kota Padang maupun Provinsi Sumatera Barat.

BACA JUGA  Banjir Keluhan Dari Masyarakat, Ketua DPD RI LaNyalla Dukung Komisi Pengawas Persaingan Usaha Usut Kartel Minyak Goreng
BACA JUGA  Erman Rahman: Penghitungan dan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana Secara Cepat dan Akurat

Iskandar menjelaskan bahwa kualitas mahasiswa diuji dalam tiga hal, yaitu profesionalisme, intelektualitas, dan ilmuwan. Profesionalisme diukur dari kemampuan spesifik, yaitu dari ilmu yang ditekuni.

Intelektualitas yaitu kemampuan untuk menguasai berbagai macam ilmu seperti politik, hukum, sosial, dan lainnya. Ilmuwan adalah memiliki tingkat kemampuan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain.

‚ÄúProfesionalisme, intelektualitas, dan ilmuwan itu dapat diraih jika mahasiswa betul-betul berpikir, bekerja, dan belajar. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang kutu buku saja, tapi harus aktif juga di organisasi. Ilmu negosiasi bisa didapatkan melalui organisasi, tidak diajarkan di kampus”, tuturnya.

BACA JUGA  Bimtek Jitu Pasna BPBD Tahun 2021, Suryadi Eviontri: Kehadiran Disini Terpanggil Tugas Kemanusiaan
BACA JUGA  Kapolda Kepri Bantu Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Tanjungcakang

Dalam kesempatan itu, Iskandar mendorong mahasiswa untuk menjadi pengusaha yang sukses karena saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan.

Pemutusan hubungan kerja akibat pandemi dan lulusan perguruan tinggi yang bercita-cita menjadi karyawan atau pegawai negeri sipil menyebabkan meningkatnya angka pengangguran.

Mulai sekarang harus berpikir jadi entrepreneur, menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan yg untuk orang lain. Saya yakin kalian bisa. Itu bukan hal yang mustahil, pungkasnya.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKeluar dari Panti Rehabilitasi Narkoba, Anggota DPR Papua Thomas Sendagau Jarang Masuk Kantor
Artikel berikutnyaThomas Sondegau Tak Masuk Kantor, Yery Basri Mak: Ganti Anggota DPR Papua Baru