Beranda INFO POLRI Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran: Jangan Bosan Mengkritisi Kami

Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran: Jangan Bosan Mengkritisi Kami

Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran.
Radar BI, Jakarta | Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran meminta kepada masyarakat untuk terus mengkritisi Polda Metro Jaya. Itu dilakukan guna memperbaiki kinerja terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda Metro jaya Fadil Imran menyampaikan, permohonnan maaf atas kesalahan pribadi hingga anggotanya yang telah menyakiti hati masyarakat selama ini. Fadil menerangkan akan terus berbenah untuk bisa mengayomi dan melindungi masyarakat.

“Saya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf atas segala kekurangan, atas perilaku anggota Polda Metro Jaya yang telah menyakiti perasaan masyarakat. Kami akan terus berbenah,” kata Kapolda Metro Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/12/2021).

BACA JUGA  Bentuk Dukungan Moril, Kapolda Aceh Bagikan Reward Kepada Personel yang Berprestasi
BACA JUGA  Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 7 Kapolres dan 5 Pejabat Utama

Fadil berucap dan meminta kepada masyarakat untuk terus mengkritisi Polda Metro Jaya guna memperbaiki kinerja terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan bosan untuk mengkritisi kami dan memberi masukan ke kami. Karena kritisi itu adalah energi buat kami dan kami bangga bisa bebenah untuk pelayanan masyarakat,” ucapnya. Diketahui, sejumlah kasus yang melibatkan anggota Polda Metro Jaya banyak terjadi sepanjang tahun 2021.

Masalah-masalah itu terus terjadi mulai dari arogan, penolakan laporan, hingga kasus penembakan sampai dua orang meninggal dunia. Kasus pertama soal anggota Polrestro Jakarta Timur yang bergabung dalam tim patroli Raimas Backbone.

BACA JUGA  Kapolda Riau Irjen. Pol. Muhammad Iqbal: Siap Bersinergi Memajukan Negeri Tanah Melayu
BACA JUGA  Kapolda Jambi Aprisiasi Masyarakat Desa Muntialo Sigap Cegah Karhutla

Mereka membentak warga saat memberhentikannya dengan ingin memeriksa handphone yang sudah memasuki ranah pribadi.

Kedua, soal adanya penolakan laporan yang dilakukan anggota Polsek Pulogadung bernama Aipda Rudi Panjaitan. Dia menolak laporan warga yang menjadi korban perampokan saat itu. Akhirnya, Aipda Rudi dimutasi ke Polda Papua Barat atas tindakannya tersebut.

Ketiga, soal adanya kasus penembakan yang dilakukan anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya berinisial Ipda OS. Dalam hal ini satu dari dua orang yang mengaku wartawan tewas. Kasus tersebut diawali adanya pembuntutan terhadap seseorang yang melapor ke Ipda OS. Dari situ terjadi cekcok hingga terjadi penembakan itu.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaManusia Gerobak 90 Tahun Ditemukan Tewas di Bekasi
Artikel berikutnyaPolisi Buru 17 Pelaku Pemerkosa dan Penjual Remaja Berusia 14 Tahun di Bandung