Beranda KRIMINAL Kasus Korupsi Lahan Rumah Susun di Cengkareng, Bareskrim Polri Amankan Aset Senilai...

Kasus Korupsi Lahan Rumah Susun di Cengkareng, Bareskrim Polri Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Bareskrim Polri dan Karopemmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si memperlihatkan bukti bukti kasus korupsi lahan rusun di Cengkareng.
Jakarta, Radar BI | Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Bareskrim Polri melakukan penyitaan aset senilai Rp 700 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rumah susun (rusun) di Cengkareng, Jakarta Barat.

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen. Cahyono Wibowo menyampaikan, penyitaan aset ini merupakan upaya Polri untuk mengembalikan keuangan negara akibat dikorupsi.

“Jadi, kalau kita melihat, ini kerugian keuangan negara dari sekitar Rp. 650 miliar, tapi kita melakukan asset recovery itu sekitar Rp 700 miliar,” kata Cahyono saat konferensi pers di Bareskrim Polri, pada hari Rabu (8/6/2022).

BACA JUGA  Dugaan Korupsi Kasus Retribusi Pelayanan Tera, Kejaksaan Harus Dalami Keterlibatan Kepala Dinas
BACA JUGA  Terkait Cuitan ‘Islam Agama Arogan’, Polri Sebut Kasus Abu Janda Masih Tahap Penyelidikan
Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo.

Adapun aset yang disita ini, Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri mengungkapkan terkait dengan dua tersangka yaitu mantan Kepala Bidang Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Sukmana lalu Rudy Hartono Iskandar selaku pihak swasta.

Dia menyebut ada dugaan korupsi dilakukan dalam sistem korporasi. “Terdapat fakta yang kita temukan bahwa uang hasil kejahatan berada dalam sistem korporasi. Di mana korporasi ini dikuasai atau dikendalikan oleh yang bersangkutan,” ungkap Cahyono.

BACA JUGA  Kasus Jual Beli Jabatan, Polri: Aliran Dana Suap Bupati Nganjuk Untuk Pribadi
BACA JUGA  Satu Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi, Bom Turut Diamankan Polisi

Tak puas, Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri menambahkan, kini pihaknya tengah memburu adanya dugaan adanya aset tersangka yang disembunyikan di luar negeri. Untuk mendalami ini, Polri juga telah melakukan koordinasi dengan otoritas negara terkait.

“Untuk aset-aset yang terkait dengan bukti ada transfer ke luar negeri, kita masih mendalami juga. Tentunya nanti kita akan update berikutnya. Karena ini menyangkut ada beberapa negara. Kita sudah lakukan upaya dengan otoritas di luar negeri dalam rangka mendalami dan pengejaran terhadap aset tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA  Mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara
BACA JUGA  Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, PN Jaktim Hadirkan 5 Saksi Ahli dan JPU

Diketahui, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/656/VI/2016/Bareskrim, tanggal 27 Juni 2016 Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini.

Adapun tersangka diduga terlibat dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 4,69 hektare di Cengkareng untuk pembangunan rusun oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) DKI Jakarta tahun anggaran 2015 saat Gubernur DKI dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaTetapkan 4 Tersangka, Polri Paparkan Kronologi Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin di Jawa Tengah dan Lampung
Artikel berikutnyaPolda Sumbar Tangkap 5 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di Kota Padang