Manado, Radar Berita Indonesia – Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Buruh Aksi Damai menggelar demonstrasi tertib di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (2/9/2025) pagi.
Aksi damai ini diawali dari titik kumpul di Taman Berkat (Godbless Park) dan dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Gubernur, DPRD, serta Polda Sulut.
Aparat keamanan, termasuk Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, ikut mengawal jalannya aksi dan menjemput perwakilan massa di gerbang kantor gubernur.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Ketua DPRD Andi Silangen, anggota DPRD Rhesa Waworuntu dan Louis Schramm, Staf Khusus Perikanan dan Kelautan Reza Sofian bersama Staff Khusus lainnya serta jajaran Forkopimda, menemui langsung para buruh.
Dalam dialog terbuka, Gubernur Selvanus menegaskan komitmennya untuk mendengar aspirasi buruh, mencatat setiap tuntutan, dan menindaklanjutinya secara serius.
Ia juga mengimbau agar buruh tetap bekerja serta menjaga aksi damai sebagai saluran dialog produktif, bukan ajang konflik.
“Pintu pemerintah terbuka lebar dialog bisa dilakukan kapan saja, bahkan hingga dini hari,” tegasnya.
Tuntutan Utama Buruh
– Pemberantasan praktik pungli yang dinilai menghambat investasi.
– Pembentukan desk ketenagakerjaan di Sulut.
– Penghapusan sistem outsourcing dan kenaikan upah buruh.
– Pembentukan Satgas PHK dan penertiban tenaga kerja.
– Penegakan hukum bagi pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan.
– Penstabilan harga bahan pokok dan pemberantasan mafia korporasi.
Respon pemerintah disambut positif. DPRD Sulut menyatakan siap mendukung penuh serta mengawal aspirasi tersebut agar terealisasi dalam kebijakan yang berpihak kepada buruh.
Aksi damai ini dipandang sebagai cermin kematangan demokrasi masyarakat Sulut, sekaligus menegaskan sinergi antara buruh dan pemerintah dalam membangun iklim kerja yang adil, kondusif, dan berkelanjutan.
Sumber: Robby Sigar.
Editor: Maha Rajo Dirajo.


