Radar Berita Indonesia – Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong penguatan kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, Pemerintah Kota Padang, serta berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Dorongan tersebut disampaikan Fadly Amran dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI tingkat Kota Padang, Kamis (17/9/2026).
Menurut Fadly, pemenuhan kebutuhan darah merupakan bagian penting dari pelayanan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi tidak hanya diperlukan dalam penanganan kebencanaan, tetapi juga dalam memastikan ketersediaan darah secara berkelanjutan.
“Ini mungkin bisa menjadi kisi-kisi kerja sama PMI, Baiturrahmah dan Kota Padang ke depannya. Mari kita support bersama. Mudah-mudahan ada inovasi-inovasi yang bisa kita lahirkan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Fadly.
Ia menyebut Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, kebutuhan darah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama.
Fadly mengatakan kebutuhan darah dapat mencapai sekitar 200 kantong per hari. Menurutnya, kebutuhan tersebut berpotensi meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan pelayanan kesehatan.
“Kalau hari ini mungkin minusnya 200, kalau kita bergerak, bisa jadi tahun depan menjadi 300. Sehingga kita harus mengejar bagaimana 200 ini bisa kita dorong menjadi 100, menjadi 50, sampai pada keseimbangan. Mudah-mudahan tuntas ataupun berlebih ke depannya,” katanya.
Fadly menegaskan, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada PMI. Pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat perlu mengambil bagian dalam memperkuat gerakan donor darah.
“Ayo kita duduk bersama. Ini perlu strategi dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para pendonor yang secara konsisten menyumbangkan darah, termasuk mereka yang telah melakukan donor sebanyak 100 kali atau lebih.
Menurut Fadly, kontribusi para pendonor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan darah. Ia juga menyampaikan gagasan pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darah.
“Kita Pemerintah Kota Padang berkomitmen menyelesaikan secepatnya program baik dari PMI Kota Padang. Kita dukung sampai bisa terselesaikan semuanya,” tuturnya.
Fadly turut mendorong para camat dan unsur Forkopimda untuk meningkatkan kegiatan donor darah secara rutin. Ia menyebut kegiatan donor darah perlu dibangun sebagai gerakan bersama, bukan hanya dilakukan ketika terjadi bencana.

PMI Padang Kekurangan hingga 100 Kantong Darah Per Hari
Sementara itu, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif mengatakan kebutuhan darah di Kota Padang mencapai lebih dari 200 kantong per hari. Sementara darah yang masuk ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI rata-rata berada pada kisaran 100 hingga 125 kantong per hari.
“Artinya, kita masih mengalami kekurangan sekitar 75 sampai 100 kantong darah setiap hari,” ujar Zulhardi.
Menurut Zulhardi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan jumlah pendonor darah sukarela. PMI, kata dia, tidak hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan darah pada kondisi normal.
“Di saat bencana kita turun ke lapangan, tetapi di saat aman PMI juga tidak tidur. Kita harus mencari darah,” katanya.
Zulhardi juga mengapresiasi para pendonor yang telah mencapai 100 kali donor atau lebih. Ia menyebut pencapaian tersebut membutuhkan konsistensi dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, apabila seseorang melakukan donor darah rata-rata empat kali dalam setahun, diperlukan sekitar 25 tahun untuk mencapai 100 kali donor.
“Ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada bapak-bapak pendonor darah yang sudah 100 kali,” ucapnya.
Zulhardi yang mengaku telah melakukan donor darah lebih dari 120 kali mengajak para pendonor berpengalaman untuk menjadi teladan dan mendorong generasi muda mengikuti kegiatan donor darah sesuai ketentuan kesehatan yang berlaku.
“Donor darah bukan untuk mengharapkan apa-apa. Kita melakukannya dengan ikhlas dan mengharapkan ridha Allah SWT,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-81 PMI tersebut, PMI Kota Padang juga memberikan penghormatan kepada para pendonor yang telah mencapai 100 kali donor maupun lebih. Sejumlah pendonor bahkan disebut telah mencapai lebih dari 140 hingga 150 kali donor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Padang, para camat selaku pelindung PMI di tingkat kecamatan, jajaran PMI Kota Padang, PMI kecamatan se-Kota Padang, Dewan Kehormatan PMI, Baznas, Pramuka, relawan, serta para pendonor darah.
Momentum HUT ke-81 PMI diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan organisasi, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama bahwa ketersediaan darah merupakan kebutuhan kemanusiaan yang harus dijaga secara berkelanjutan.
“Selamat ulang tahun ke-81 untuk PMI. Mudah-mudahan PMI semakin kuat dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” tutur Zulhardi.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


