Beranda INFO POLRI Masyarakat Jangan Sampai Terjebak Money Game, Kenali Ciri-cirinya

Masyarakat Jangan Sampai Terjebak Money Game, Kenali Ciri-cirinya

Ilustrasi.
Radar BI, Jakarta | Saat ini marak tawaran investasi dengan keuntungan yang menggiurkan, mereka yang lengah akan mudah tergiur money game. Masyarakat perlu lebih teliti sebelum mengikuti program investasi tertentu. Apalagi kini juga muncul trading dengan pola yang lebih mudah dan bisa diakses dengan cepat, Rabu (16/2/2022).

Sudah banyak korban baik merek yang telah lapor ke kepolisian maupun yang masih diam-diam lantaran malu kena tipu dengan investasi. Nah, untuk menghindari dan aman berinvestasi perlu diperhatikan hal-hal berikut:

Pertama, hindari iming-iming investasi dengan return yang fantastis dan tidak masuk akal. Apalagi jika produk yang dijual tidak jelas. Pada prinsipnya modus ini tidak fokus berjualan produk, tetapi lebih menggaet member baru.

BACA JUGA  Belasan Korban Tertipu Investasi Tesla Solar, Kabid Humas Polda┬áSumbar: Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Investasi Online
BACA JUGA  Bareskrim Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Alat Kesehatan Bodong

Kedua, waspadai program investasi yang struktur organisasinya tidak jelas atau rahasia. Terkadang ada perusahaan investasi yang mengklaim memiliki koneksi di luar negeri atau hubungan khusus lain yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

Ketiga, waspadai juga program investasi yang selalu memberi gambaran sukses dalam waktu cepat. Ingat, investasi dengan return tinggi pasti memiliki risiko yang tinggi pula. Ingat juga bahwa penghasilan tinggi pada dasarnya hanya bisa diperoleh dengan bekerja keras.

Selain itu kenali dan pahami juga ciri-ciri money game yang belakangan marak di masyarakat. Berikut sejumlah ciri-ciri yang harus diwaspadai agar tak terjebak money game.

BACA JUGA  Operasi Ketupat Toba 2021, Dit Resnarkoba Polda Sumut Periksa Tes Urine Pengemudi Angkutan
BACA JUGA  Polri Berhasil Tangani 18 Kasus Penipuan Investasi dan Asuransi

Pertama, produk yang dijual sebenarnya hanyalah kamuflase untuk menyamarkan operasional perusahaan. Padahal, untung yang diperoleh oleh member lama hanya berasal dari dana yang didapat dari downline alias member baru saja.

Kedua, money game juga lekat dengan skema Ponzi. Skema ini digambarkan dengan bentuk segitiga atau skema piramida, menggambarkan bahwa setiap member lama memiliki member baru di bawahnya.

Member yang posisinya sudah di atas, akan terus mendapat dana dari downline di bawah mereka, sedangkan member baru harus menggaet member baru lain demi mendapatkan untung.

BACA JUGA  Kapolda Jatim Imbau Masyarakat Rayakan Tahun Baru di Rumah Saja
BACA JUGA  Keluaga Tak Mampu Sewa Ambulans, Jenazah Bocah Tewas Tenggelam Dibawa Pulang Pakai Mobil Patroli

Jadi, bisa disimpulkan bahwa keuntungan yang didapat hanyalah dari uang member baru yang wajib setoran di awal. Kalau tidak ada member baru, sistem akan runtuh, karena tidak ada aliran dana baru dari member.

Polri kini terus memberikan perlindungan kepada masyarakat agar aman berinvestasi. Sejumlah investasi bodong yang banyak merugikan konsumen telah ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Bersama Otoritas Jasa Keuangan sebagai lembaga yang mengawasi bisnis keuangan OJK, tengah gencar bersama Polri, meningkatkan pemahaman atau literasi investasi. Salah satu caranya dengan pengenalan modus investasi yang berisiko tinggi.

BACA JUGA  Polsek Ilir Barat 1 Tangkap Selebgram Cantik Asal Palembang Kasus Penipuan Investasi dan Arisan Bodong
BACA JUGA  Tsunami Covid-19 di India, 4.187 Orang Meninggal Dunia Dalam Sehari

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaWanita Cantik Terseret Arus Sungai Ogan, Basarnas Semoga Korban Segera Ditemukan
Artikel berikutnyaBerikan Pelayanan Terbaik, Kapolda Resmikan Gedung Pelayanan BPKB Dit Lantas Polda Jabar