Radar Berita Indonesia – Bulan Sabit Merah Libya menyatakan ikut terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan setelah menerima laporan dua kapal migran yang terbalik di perairan Laut Mediterania, lepas pantai Libya.
Insiden itu terjadi setelah dua kapal yang mengangkut hampir 100 migran ilegal berangkat dari Kota Khoms, sekitar 120 kilometer di sebelah timur Tripoli.
Keempat korban tewas tersebut dilaporkan termasuk di antara 26 warga negara Bangladesh yang berada di atas salah satu kapal.
Sementara itu, kapal kedua diketahui membawa 69 migran yang terdiri dari dua warga negara Mesir dan sisanya warga Sudan, dengan delapan di antaranya merupakan anak-anak.
Bulan Sabit Merah melaporkan tidak ada korban jiwa dari kapal kedua.
Organisasi kemanusiaan itu mengungkapkan, mereka menerima peringatan pada Jumat malam mengenai dua kapal yang terbalik di perairan Mediterania.
Menyusul laporan Bulan Sabit Merah Libya tersebut, tim penyelamat segera dikerahkan bersama penjaga pantai dan otoritas pelabuhan setempat.
Foto-foto yang dipublikasikan Bulan Sabit Merah pada Sabtu malam menunjukkan para migran yang selamat sedang menerima perawatan medis, pakaian, serta selimut di Khoms.
Dalam gambar lain, tampak kantong jenazah berisi empat korban tewas yang berhasil dievakuasi ke daratan.
Bulan Sabit Merah Libya menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan penjaga pantai dan otoritas pelabuhan dalam menangani proses evakuasi, identifikasi korban, serta penanganan para penyintas.
Libya selama ini dikenal sebagai salah satu negara transit utama bagi ribuan migran yang berupaya mencapai Eropa melalui jalur laut setiap tahunnya.
Kondisi keamanan yang rapuh, jalur penyelundupan manusia, serta lemahnya pengawasan membuat perairan di sekitar negara tersebut menjadi salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia.
Awal pekan ini, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga melaporkan tenggelamnya sebuah kapal lain yang berlayar dari Libya.
Insiden tersebut menyebabkan 42 orang dinyatakan hilang dan diduga tewas.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mencatat, lebih dari 1.700 orang tewas atau hilang tahun ini di rute migrasi Mediterania dan di lepas pantai Afrika Barat.
Sementara itu, data proyek Missing Migrants milik IOM menunjukkan sekitar 33.000 migran telah meninggal atau hilang di kawasan Mediterania sejak 2014.
Angka tersebut menegaskan kembali bahwa Laut Mediterania tetap menjadi ‘kuburan sunyi’ bagi puluhan ribu migran yang mempertaruhkan nyawa demi mencapai Eropa.



https://shorturl.fm/qu4eh