Menyingkap Tabir Misteri Kematian Brigadir J Melalui Keterbukaan Autopsi Ulang

Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, akan semakin meyakinkan bahwa tabir penyebab kematian Brigadir J akan segera tersingkap secara terang benderang.
Jakarta, Radar BI | Misteri penyebab kematian Brigadir J segera akan terungkap secara jelas. Demi keterbukaan autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan Polri disaksikan semua pihak.

Dengan autopsi ulang Brigadir J diharapkan tabir penyebab kematian korban terungkap dengan terang benderang. Ini untuk mengkahiri spekulasi liar yang berkembang di masyarakat, pada hari Sabtu, (30/07/2022).

Sebagaimana sudah mafhum, autopsi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian seseorang. Autopsi diperlukan untuk proses penyelidikan dan penyidikan kepolisian untuk menyingkap siapa pelaku sebenarnya yang menyebabkan kematian Brigadir J.

BACA JUGA  Mutasi 15 Petinggi Polri, Ahmad Sahroni Salut Keseriusan Kapolri Tuntaskan Kasus Brigadir J
BACA JUGA  Polri Tegaskan Belum Ada Tetapkan Tersangka Dalam Kasus Kematian Brigadir J

 

Terkait dengan polemik yang berkembang tentang penyebab kematian Brigadir J memang perlu segera diungkap oleh kepolisian. Untuk menghentikan spekulasi liar terkait penyebab kematiannya.

Sekaligus hal itu untuk menghentikan tuduhan – tuduhan terhadap siapa pun yang menyebabkan kematian korban.

Sebanyak 7 orang ahli forensik bahkan ada yang bergelar profesor dilibatkan dalam proses autopsi ulang jenazah Brigadir J. 7 orang ahli forensik tersebut direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

BACA JUGA  Inilah 4 Himbauan Tegas, Polri Minta Publik dan Pengacara Tak Bicara Spekulasi Kasus Kematian Brigadir J
BACA JUGA  Polri Ingatkan Pengacara Tak Spekulasi Soal Kasus Tewas dan Luka Pada Brigadir J

 

Ditambah lagi, ahli forensik dari TNI juga dilibatkan dalam proses autopsi ulang tersebut. Dengan keterlibatan 7 ahli forensik dan ahli forensik dari TNI ini dipastikan hasilnya lebih profesional, lebih sahih dan lebih dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Tim khusus Polri tentu saja pihak yang sangat berkepentingan terhadap autopsi ulang. Pihak lain yang disertakan antara lain Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dan tentunya Pusdokkes Polri.

Selain itu, Polri juga menyatakan bahwa sejauh ini ada tujuh dokter forensik yang akan terlibat dalam proses autopsi ulang Brigadir J terkait kasus dugaan penembakan di rumah dinas Kadiv Propam.

BACA JUGA  Respon Polri Terkait Klaim Pengacara soal Ada yang Mengaku Pembunuh Brigadir J
BACA JUGA  Sepekan Keempat Bulan Maret, Polda Sumsel Berhasil Tangkap 48 Tersangka Narkoba

 

Kepastian keikutsertaan para pihak untuk autpsi ulang jenazah Brigadir J, telah disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., beberapa pihak turun langsung memantau proses autopsi ulang.

Diantaranya adalah Pusdokkes dan Puslabfor Polri, Komnas HAM, Kompolnas dan pihak keluarga serta pengacara. Seperti telah diketahui, seluruh pihak terkait perkara kematian Brigadir J telah menyepakati melakukan autopsi ulang terhadap jasad korban yang tewas ditembak Bharada E. Autopsi ulang digelar pada hari Rabu (27/07/2022).

Autopsi ulang dengan mengikutsertakan semua pihak, Pusdokkes, Puslabfor Polri, PDFI, ahli forensik dari TNI, Komnas HAM, Kompolnas dan pihak keluarga serta pengacara.

BACA JUGA  Hampir 6 Bulan, Penyebab Kematian Harianto Candra Sitohang Masih Teka-Teki
BACA JUGA  Dua Oknum Jurnalis Asal Jogyakarta Bawa Ganja 14 Kgs Ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumsel

 

Kemudian diperkuat dengan keikutsertaan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI). Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, akan semakin meyakinkan bahwa tabir penyebab kematian Brigadir J akan segera tersingkap secara terang benderang.

Sumber: Divisi Humas Mabes Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSatu Orang Tewas, Polisi Tangkap 3 Pelaku Pembacokan Dalam Aksi Tawuran di Cipondoh
Artikel berikutnya2 Gadis Sulut Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kalteng, Dua Pelaku Ditangkap Polisi