Beranda INFO POLRI Polda Jabar Bongkar Sindikat Penjualan Obat Ilegal di Kabupaten Bandung Barat dan...

Polda Jabar Bongkar Sindikat Penjualan Obat Ilegal di Kabupaten Bandung Barat dan Tasikmalaya

Polda Jabar
Polda Jabar berhasil mengungkap Kepolisian berhasil mengungkap home industri obat-obatan terlarang di Kampung Barunagri RT.03/RW.03 Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Terungkapnya ini berawal dari pengembangan kasus yang sudah kita ungkap di wilayah Tasikmalaya. Dari pengembangan itu, kita kembali mengungkap sepasang suami-istri yang berperan sebagai penyedia bahan baku di Lembang,” terang Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago saat gelar perkara, Sabtu (10/07/2021).

Menurut Perwira Menengah Polda Jabar dari menjual obat terlarang tersebut, para tersangka mendapatkan omzet sebesar Rp.1,5 miliar per bulan. Angka itu dihitung dari hasil produksi dalam satu bulan.

BACA JUGA  Polda Sumbar Adakan Vaksinasi Covid-19 Gratis, Berikut Ini Jadwal, Lokasi dan Syaratnya

“Dari hasil penjualan, per butir pil seharga Rp10 ribu. Sedangkan yang bersangkutan memproduksi sebanyak 1,5 juta butir. Sehingga diperkirakan mendapat omzet Rp1,5 miliar,” tutur Kabid Humas Polda Jabar.

Sebelum pengungkapan kasus ini jajaran kepolisian dari Polda Jabar berhasil mengungkap sumber produksi pil double L dan Y tersebut setelah mengungkap kasus peredaran obat berbahaya ini di wilayah Tasikmalaya.

BACA JUGA  Usut Kebakaran Ponpes Tewaskan 8 Santri, Puslabfor Mabes Polri Kumpulkan Barang Bukti

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil menelusuri rantai bisnis obat-obatan terlarang sampai ke sumber produksi.

Atas Perbuatan para tersangka dikenakan Pasal 197 dan Pasal 196 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Produksi atau Mengedarkan Sediaan Farmasi yang tidak memiliki izin edar dan tidak mememenuhi standar keamanan, khasian atau kemanfaatan.

BACA JUGA  Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II 36.292 Personel Polda Jabar

“Para tersangka terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda dari Rp. 1 Miliar,” tutup Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago.

Sumber: Tribrata News Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKapolri Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity
Artikel berikutnyaBareskrim Polri Selidiki Dugaan Penipuan yang Mengaku Satgas Oksigen