Beranda INFO POLRI Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Ilegal di Pantai Indah Kapuk, 99 Orang...

Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Ilegal di Pantai Indah Kapuk, 99 Orang Diamankan

Radar BI, Jakarta | Polda Metro Jaya menggerebek rumah toko (ruko) di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, mengoperasikan sedikitnya 14 aplikasi pinjaman daring atau pinjaman “online” (pinjol) ilegal.

“Mereka ini semua mengoperasionalkan 14 aplikasi pinjol ilegal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan didampingi oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada hari, Rabu (26/1/2022) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebur sejumlah nama aplikasi pinjol ilegal tersebut antara lain Dana Aman, Uang Rodi, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk dan Dana Online.

BACA JUGA  Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Kondisi Membusuk Dalam Gudang Kosong
BACA JUGA  Gandeng Kominfo, Polri Sudah Blokir 42 Video Youtuber Muhammad Kace

Puluhan karyawan tersebut terbagi dalam dua tim 48 orang sebagai tim “reminder” untuk mengingatkan nasabah yang pinjamannya akan jatuh tempo.

Sedangkan 50 orang lainnya adalah tim untuk mengingatkan atas keterlambatan para peminjam, ujarnya kepada awak media di Radar Bhayangkara Indonesia di lapangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya juga mengungkapkan, bahwa perusahaan operator pinjol ilegal tersebut juga melakukan penagihan kepada nasabahnya dengan cara-cara yang melanggar hukum.

BACA JUGA  6 Anggota Bareskrim Polri Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa, Berikut Ini Namanya
BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tindak Pelanggar Secara Manual di 14 Titik Lokasi Ganjil Genap yang Belum Ada E-TLE

“Di antaranya adalah pengancaman, kemudian mengunggah hal-hal yang bisa menurunkan harkat martabat derajat dari peminjam dan sebagainya,” katanya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 99 karyawan pinjol ilegal yang terdiri dari satu manajer dan 98 karyawan.

Meski belum mengungkapkan angka pastinya, polisi menyebut cukup banyak masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal tersebut.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Ungkap Penyeludupan 17 Kg Sabu Jaringan Internasional
BACA JUGA  Bareskrim Polri Ungkap Investasi Ilegal Berkedok Alat Kesehatan Senilai Rp 503 M

“Cukup banyak orang yang melakukan peminjaman di kegiatan ini. Kita lihat karyawannya saja sampai 98. Tentunya banyak masyarakat yang menjadi korban,” kata Zulpan.

Seluruh karyawan dan manajer pinjol ilegal selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Zulpan menegaskan penggerebekan kantor pinjol tersebut karena mereka tidak mengantongi izin dan melanggar ketentuan hukum.

BACA JUGA  Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 16 Pejabat Utama
BACA JUGA  Hendak Kabur ke Turki, Bos Pinjaman Online Ilegal Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

“Pertama adalah UU ITE. Kedua adalah UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999 khususnya Pasal 62, yakni para pelaku pinjol ilegal bisa dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSegera Dibuka Penerimaan Polri SIPSS TA 2022, Kabidhumas Polda Sumbar: Prinsipnya Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis
Artikel berikutnyaKantor Pinjol Ilegal di Kapuk Digrebek Polda Metro Jaya, Berikut Ini 14 Aplikasinya