Radar Berita Indonesia – Rencana kunjungan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, ke Kabupaten Kepulauan Talaud dalam rangka Safari Natal 2025 terpaksa dibatalkan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menegaskan bahwa keputusan ini murni diambil karena faktor keselamatan, menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah utara Sulawesi.
Kunjungan tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2025, sebagai bagian dari rangkaian Safari Natal di wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Sangihe.
Namun sehari sebelum keberangkatan, Pemprov Sulut menerima laporan resmi dari otoritas terkait mengenai tingginya gelombang laut, angin kencang, serta potensi gangguan penerbangan akibat kondisi cuaca yang memburuk.
Juru bicara Pemprov Sulut menegaskan bahwa pembatalan kunjungan tidak berkaitan dengan isu politik maupun faktor non-teknis lain yang sempat beredar di media sosial.
“Keputusan ini diambil demi keamanan dan keselamatan seluruh rombongan. Informasi teknis dari BMKG dan otoritas penerbangan menunjukkan kondisi tidak memungkinkan untuk perjalanan,” ujarnya.
Meski Gubernur batal hadir, rangkaian Safari Natal di Kabupaten Talaud tetap dilaksanakan.
Acara dipimpin oleh pemerintah kabupaten, sambutan resmi Gubernur dibacakan oleh perwakilan, dan penyaluran bantuan sosial dari Pemprov Sulut tetap berjalan sesuai agenda awal.
Pemprov Sulut memastikan bahwa komitmen Gubernur untuk hadir di wilayah perbatasan tetap tinggi, dan kunjungan akan dijadwalkan ulang ketika kondisi cuaca kembali stabil serta aman untuk transportasi laut dan udara.
Dukungan terhadap keputusan ini juga datang dari tokoh masyarakat, agama, dan adat Kepulauan Talaud.
Perwakilan masyarakat sekaligus kader Partai Gerindra Talaud, Syarifudin Kopiah, mengapresiasi langkah Pemprov Sulut yang menurutnya mengutamakan keselamatan.
Atas nama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Talaud, kami menghormati dan mendukung keputusan pemerintah.
Meskipun masyarakat sangat ingin bertemu langsung dengan Gubernur pilihan kami, keselamatan tetap yang utama.
Kinerja Pak Gubernur yang tegas dan transparan dalam bidang sosial, keagamaan, ekonomi hingga penegakan hukum tetap kami apresiasi, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat yakin Gubernur akan berkunjung ketika kondisi sudah aman, atau setidaknya mengadakan komunikasi virtual bersama pemerintah dan masyarakat Talaud.
Dengan adanya pembatalan ini, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan memahami bahwa keselamatan menjadi prioritas utama, terutama dalam perjalanan menuju wilayah kepulauan yang rawan cuaca ekstrem.
Sumber: Robby Sigar – Radar Berita Indonesia, Perwakilan Sulut.
Editor: Dedi Prima.


