Polda Metro Jaya Pastikan Pria Arogan yang Debat dengan Ketua RT bukan Polisi

103
Polda Metro Jaya menegaskan pria dalam video yang viral mengenai pengemudi mobil terlibat cekcok dengan ketua RT lantaran tidak mau memindahkan mobilnya, bukanlah anggota Polri.
Polda Metro Jaya menegaskan pria dalam video yang viral mengenai pengemudi mobil terlibat cekcok dengan ketua RT lantaran tidak mau memindahkan mobilnya, bukanlah anggota Polri.
Jakarta, Radar BI | Polda Metro Jaya menegaskan pria dalam video yang viral mengenai pengemudi mobil terlibat cekcok dengan ketua RT lantaran tidak mau memindahkan mobilnya, bukanlah anggota Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, setelah dilakukan pendalaman maka dapat disimpulkan bahwa Saudara ES selaku pengemudi kendaraan B 1398 KYP bukanlah seorang anggota polisi.

Polda Metro Jaya telah mempelajari video viral yang beredar di media sosial tersebut dan mencari pengemudi kendaraan terkait. Belakangan diketahui bahwa perselisihan antara pengemudi mobil dan ketua RT itu terjadi di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kombes. Pol. Endra Zulpan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/09/2022).

BACA JUGA  Zakiah Aini Bisa Lolos Membawa Senjata ke Mabes Polri, Ini Penjelasan Polisi

Polisi kemudian mendatangi kediaman yang bersangkutan dan diketahui bahwa pria berinisial ES tersebut adalah seorang pensiun salah satu bank. Pengemudi atas nama ES, pekerjaan pensiunan bank selaku pengemudi kendaraan B 1398 KYP, ujarnya.

Pada hari Minggu (11/9/2022) beredar sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria sebagai ketua RT terlibat cekcok dengan seorang pengemudi mobil. Pengemudi mobil tersebut disebut tidak mau memindahkan mobilnya yang menghalangi jalan masuk komplek. Dalam keterangannya di video tersebut, pengemudi mobil diduga sebagai anggota Polri.

BACA JUGA  Sambut Kedatangan Anies di BIM, Deswandi Bajadi: Kita AMIN-kan Sumbar

Video tersebut bahkan dikomentari oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD lewat akun Twitter-nya.

“Ini beneran atau konten sandiwara buatan? Kalau ini sungguhan saya maka Polisi harus mengambil tindakan. Itu ada nomer mobilnya B. 1389 KYP. Masak, arogansinya spt itu. @DivHumas_Polri,” ujar Mahfud lewat akun Twitter @mohmahfudmd.

BACA JUGA  Tinjau Pemilihan Pilkades di Dairi, Kapolda Sumut Pastikan Demokrasi Tingkat Desa Berjalan Kondusif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini