Radar Berita Indonesia – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, sejumlah capaian dan arah kebijakan mulai terlihat. Staf Khusus Gubernur, Reza Sofian, S.H., menyampaikan bahwa periode satu tahun ini bukan sekadar tentang janji politik, melainkan tentang kehadiran nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan daerah.
“Satu tahun kepemimpinan bukan tentang janji besar, melainkan kehadiran nyata dan kerja yang terus berjalan,” ujar Reza Sofian dalam keterangannya di Manado, belum lama ini.
Reza Sofian, S.H., selaku Staf Khusus Gubernur, menegaskan bahwa Gubernur bersama jajaran pemerintah provinsi terus berupaya memastikan setiap kebijakan berpijak pada kepentingan masyarakat Sulawesi Utara.
Menurutnya, dalam berbagai forum resmi maupun diskusi informal, Gubernur hadir langsung untuk mendengar, berdialog, serta mengawal proses pengambilan keputusan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, yang diperingati pada tahun pertama masa jabatan berjalan, di Manado sebagai ibu kota provinsi.
Mengapa Stabilitas Menjadi Prioritas?
Reza Sofian menjelaskan bahwa tantangan nasional dan global, termasuk dinamika ekonomi dan geopolitik, menjadi latar belakang pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan dan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, dalam satu tahun terakhir, arah kebijakan difokuskan pada beberapa hal utama:
1. Menjaga stabilitas pemerintahan dan ekonomi daerah di tengah tantangan nasional dan global.
2. Membangun komunikasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat.
3. Menguatkan sektor riil, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah.
4. Mendorong sinergi kabupaten/kota, guna memastikan pembangunan berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Bagaimana Pendekatan Kepemimpinan Dijalankan?
Menurut Reza, pendekatan kepemimpinan yang dijalankan bersifat kolektif dan kolaboratif. Pemerintah provinsi berupaya memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah serta membangun komunikasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota.
Ia juga mengakui bahwa tidak semua hasil pembangunan dapat terlihat secara instan. Namun demikian, fondasi berupa penguatan kepercayaan publik, koordinasi lintas sektor, serta perencanaan pembangunan yang lebih terukur telah mulai dibangun.
“Kepemimpinan dijalankan dengan ketegasan, namun tetap terbuka terhadap masukan dan dinamika di lapangan,” tegas Reza.
Proses dan Harapan ke Depan
Satu tahun pertama, lanjutnya, merupakan fase konsolidasi dan pembelajaran. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus melangkah secara bertahap demi mewujudkan Sulawesi Utara yang stabil, bertumbuh, dan sejahtera.
Dengan berbagai program yang tengah berjalan, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Penulis: Robby Sigar
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo


