Beranda DAERAH Situasi Intan Jaya Mulai Kondusif, Yoakim Mujizau: Tidak Ada Pengungsi Pascakekerasan oleh...

Situasi Intan Jaya Mulai Kondusif, Yoakim Mujizau: Tidak Ada Pengungsi Pascakekerasan oleh OPM

Yoakim Mujizau
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Intan Jaya Yoakim Mujizau, S.STP
Yoakim Mujizau, S.STP mengatakan, situasi mulai sudah berangsur aman dan kondusif. Untuk itu, janganlah dipolitisir terkait hal tersebut, benar ada penegakkan hukum oleh TNI-Polri terhadap TPN/OPM di Kabupaten Intan Jaya.
Ada isu – isu di luar sana tidak benar disampaikan kepada masyarakat, sehingga menimbulkan konflik di wilayah hukum Intan Jaya yang membuat masyarakat tidak bisa beraktifitas seperti biasa, ujarnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Intan Jaya Yoakim Mujizau, S.STP kepada awak media, Minggu (28/02/2021) sore.

Lebih lanjut, Yoyakim Mujizau mengatakan menjadi pertanyaan kami bahwa di Intan Jaya banyak masyarakat yang mengungsi, baik mengungsi ke daerah Timika, Paniai dan Nabire.

Kata mengungsi ini jadi pertanyaan bagi saya, kata Yoakim, yang mengungsi itu dimana tendanya, di Kabupaten Nabire Posko dimana, di Timika juga dimana pos koordinasinya pengungsi dan tempat lainnya yang ditempati masyarakat dari Intan Jaya.

Situasi Intan Jaya Mulai Kondusif di Kabupaten Intan Jaya.

Siapa pula yang mengontrol atau mengkordinir mereka, karena setahu kami pemerintah daerah tidak pernah memindahkan masyarakat dari satu Kabupaten ke Kabupaten lainnya berstatus pengungsi, ujarnya dengan tegas Yoakim.

Selian itu, Yoakim mengatakan saya sendiri berada di Intan Jaya dan pada waktu itu kami tidak memindahkan masyarakat dari Kampung Ndugusiga, Titigi, Hitadipa, Mamba dan Bilogai ke Nabire, Timika dan Paniai tidak. Justru karena ada penegakkan hukum dan terjadi kontak senjata antara TNI-Polri dengan TPN/OPM.

Sehingga masyarakat mengalami ketakutan seketika TNI-Polri melakukan penyisiran, seperti masyarakat di kampung Bilogai, Kumbalagupa dan Baitapa yang lari mengamankan diri di pastoran maka pastor, TNI-Polri dan pemerintah sudah memberikan perhatian cukup kepada masyarakat yang mengalami ketakutan tersebut, tuturnya.

Yoakim menjelaskan, setelah tiga hari dan disepakati bersama antara pemerintah dan TNI-Polri untuk tidak melakukan penyisiran serta dinyatakan aman oleh semua pihak di Intan Jaya.

BACA JUGA  Kapolda Papua Tegaskan Tidak Akan Gentar Hadapi Kelompok Kriminal Bersenjata di Intan Jaya

Masyarakat kembali ke rumah masing-masing usai menerima bantuan bahan makanan dan arahan dari Bupati, Kapolres dan Dandim sebelumnya. Pada tanggal 15 Februari 2021, kembali terjadi kontak tembak yang menyebabkan satu anggota TNI gugur dan pihak TNI melakukan penyisiran ke arah dimana TPN/OPM lari.

Saat itu masyarakat ketakutan jadi diperintahkan berkumpul di Gereja Tanah Putih dan saya sendiri mengangkut korban kena tembak bersama masyarakat dari Gereja Tanah Putih, Barak Pemda dan Barak DPR ke Gereja Katolik St. Misael Bilogai di Sugapa, ujarnya.

Selanjut, dirinya bersama Bupati, Kapolres Intan Jaya dan Dandim 1705/Nabire yang berada di lokasi bersepakat untuk memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat.

Pada saat itu kami amankan di rumah bina dan pastoran bilogai, karena mengalami ketakutan akan adanya penyisiran lagi namun nyatanya tidak. Setelah hari keempat masyarakat sudah boleh pulang dan penyampaian ini langsung oleh Bupati Intan Jaya kepada masyarakat di halaman Gereja Bilogai.

Bupati Intan Jaya bersama Forkopimda serta jajaran tim pemulihan pasca konflik menemui masyarakat di halaman Gereja Katolik/Pastoran, saat menemui oleh masyarakat untuk memberikan jaminan keamanan.

Setelah pemerintah meminta masyarakat balik, khusus dari keluarga korban 3 orang yang meninggal dunia masih bertahan di pastoran dengan alasan trauma, takut dan masih berduka. Kemarin sore berangsur mulai balik ke rumah masing-masing dan melakukan aktifitas seperti biasa, tuturnya.

Yoakim menyampaikan, mewakili pemerintah dan tim pemulihan, bahwa di Intan Jaya tidak ada pengungsi yang ada itu pengungsian secara parsial atau tertutup mereka sendiri yang datang di suatu tempat yang dianggap aman, seperti di Nabire, Timika dan paniai.

Mereka tidak mau dikatakan mereka itu mengungsi, tidak. Mereka datang karena takut sehingga tinggal sementara di keluarga seperti di Nabire. Kalau pengungsi itu datang dan tinggal di tenda atau tempat yang disediakan oleh pemerintah, yayasan atau lembaga peduli kemanusaian dan terdata yang terjadi sebenarnya tidak demikian, ujarnya dengan tegas.

BACA JUGA  4 Kali Beraksi, Dua Pelaku Begal NMax di Tugu Tani Diringkus Polisi

Perhatian pemerintah ketika ada warga peduli terhadap masyarakat Intan Jaya, dimohon kalau ada perhatian bantu kepada masyarakat yang ada di Intan Jaya. Karena di Intan Jaya itu terjadi konflik akibat penegakkan hukum, sehingga sekarang masyarakat di kampung kena dampak konflik bersenjata, akibatnya adalah masyarakat dilanda kelaparan.

Masyarakat Intan Jaya saat ini beda dengan masyarakat di kota, bisa beli makan ke pasar atau di toko. Sehingga ketika ada kepedulian pihak lain sebaiknya langsung diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama di kampung-kampung yang mengalami dampak konflik, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Intan Jaya menyampaikan, bahwa saat ini masyarakat Intan Jaya butuh bantuan dalam bentuk bama, tidak atau jangan dalam bentuk uang. Sebab, masyarakat ini tidak terorganisir disatu tempat atau kampung, lantaran tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga ketika ada sumbangan bisa diserahkan ke mereka yang mengalami ketakutan tidak biasa buat sesuatu di Intan Jaya.

Kita harus dapat membedakan pengungsi dan datang karena takut, karena ada kepentingan pribadi di Nabire dan Timika. Ini yang perlu kami luruskan agar opini tidak melebar atau bahkan sampai dipolitisir oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggungjawab hingga menyangkut masalah politik.

Berharap, kami minta pengungsian di Intan Jaya tidak ada dan hal ini jangan dipolitisir berlebihan. Perlu diketahui, bahwa situasi dan kondisi di Intan Jaya berangsur mulai kondusif, pungkasnya.

Facebook Comments