Beranda DAERAH Tambang Timah Ilegal di Tanjung Pandan, Diduga Dibekingi Oknum Aparat Penegak Hukum

Tambang Timah Ilegal di Tanjung Pandan, Diduga Dibekingi Oknum Aparat Penegak Hukum

Radar BI, Tanjung Pandan – Aktifitas tambang timah Ilegal di Jalan Murai Desa Aik Rayak, RT.34/ RW.11, Kecamatan Tanjung Pandan kian memprihatinkan. Bagaimana tidak untuk masuk lokasi dan melakukan aktifitas tambang, para penambang timah Ilegal diharuskan menyetorkan sejumlah uang kepada koordinator lokasi.

Tidak hanya itu saja, uang yang harus dibayarkan mencapai Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) hingga Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah). Bahkan dalam 1 minggu para tambang juga harus membayar lagi sebesar Rp.750.000. (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

Selain itu, di lokasi yang berada tidak jauh dari objek wisata danau biru tersebut dan berdekatan dengan lokasi perumahan danau biru dan diduga kegiatan tambang ilegal tersebut di bekingi oleh oknum aparat penegak hukum yang berugas di wilayah Kabupaten Belitung.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 08/Rantau Serka Wakidi: Petani Suka Rakyat Berhasil Tingkatkan Hasil Panen di Tengah Pandemi
BACA JUGA  Cek Terminal Pulogebang, Kakorlantas Polri Awasi Ketat Warga Dikecualikan Melakukan Perjalanan

Informasi yang di himpun oleh awak media Radar Bhayangkara Indonesia, lokasi tambang ilegal tersebut di gadang – gadang milik salah satu pengusaha dari pulau bangka. Terdapat dilokasi ada puluhan tambang ilegal jenis suntik yang beroperasi di lokasi tersebut.

Menyambangi Kantor Desa Aik Rayak Kepala Desa Aik Rayak mengatakan, sudah mendengar adanya aktifitas tambang di jalan murai desa aik rayak RT.34/RW.11 tersebut.

“Kalau laporan resmi dari warga memang belum ada, cuman pernah terdengar jalau mau masuk katanya harus membayar sejumlah uang,” sebutnya Rustam Ludin kepada media Radar Bhayangkara Indonesia.

BACA JUGA  Polda Kalbar Tangkap 5 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Bengkayang
BACA JUGA  Kapolda NTT Bentuk Tim Terpadu Ungkap Kasus Penemuan Jenazah Ibu dan Bayi di Kupang

Rustam Ludin juga menambahkan beberapa waktu lalu salah seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung pernah menghubunginya, karna mulai resah takut aktifitas tambang timah Ilegal tersebut merambah ke tanah miliknya.

“Ada salah satu mantan anggota dewan yang menelpon, karna takut tanahnya ditambang. Sebab berbatasan langsung dengan lokasi tambang timah ilegal tersebut, “tutupnya.

Menurut keterangan kepala desa aik rayak Rustam Ludin lokaai tambang tersebut kabarnya sudah menjadi sertifikat dan dimiliki oleh seorang pengusaha dari pulau bangka.

BACA JUGA  Kongres Askot Padang 2021, Mastilizal Aye: Kebangkitan Sepakbola dengan Prestasi Tingkat Provinsi dan Nasional
BACA JUGA  Jual Ribuan Kosmetik Ilegal, Pasangan Suami Istri Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel

“Kami dari pemerintahan desa tidak bisa berbuat apa – apa karna tidak ada yang melapor kami perlu bukti otentik untuk bertindak, tidak bisa dengan kabar atau katanya,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebutkan namannya mengatakan kalau ingin menambang di lokasi tersebut harus membayar sebesar Rp.3 juta rupiah dan perminggunya Rp.750 ribu rupiah sebutnya.(Kusnadi)

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSenilai Rp 203 Miliar, Kapolda Sumut Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Narkotika 203 Kg Jaringan Malaysia
Artikel berikutnyaTerpilih di Musnas I, Agenanda Djatmika: Bersinergi Dalam Pelaksanaan Tugas Polri Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif