Kamis, Oktober 5, 2023
No menu items!

Tangis Ganjar Pranowo Pecah Saat Pamitan ke Warga

Must Read
Semarang, Radar BI | Ganjar Pranowo tak mampu menahan air mata. Ia menangis, tatkala berpamitan kepada puluhan ribu warga Jateng di hari terakhirnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Pada hari Selasa (5/9/2023), adalah hari terakhir Ganjar Pranowo melayani warga Jateng selama 10 tahun. Ganjar bersama istri tercinta, Siti Atikoh dan putra semata wayangnya, Zinedine Alam Ganjar, ia hadir dalam pesta rakyat dalam rangka perpisahannya di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang.

Awalnya, Ganjar Pranowo cukup tegar menyampaikan pidatonya di hadapan rakyat. Sesekali, ia masih terlihat tersenyum. Namun ketika di putar video testimoni dari warga Jateng, ulama dan orang terdekatnya, pertahanan Ganjar bobol juga.

BACA JUGA  Seorang Ibu Tega Menjual Bayinya Seharga Rp 7 Juta

Apalagi ketika di video itu, putra semata wayang Ganjar Pranowo juga menyampaikan satu keinginan pasca Ganjar pensiun jadi Gubernur. Alam, meminta Ganjar memenuhi janjinya untuk naik gunung berdua dengannya.

“Kapan ayah ada waktu untuk naik gunung berdua, mudah-mudahan bisa,” kata Alam dalam video testimoni itu.

Mata Ganjar langsung memerah, air mata menetes. Berkali-kali, ia mengusap air mata dengan sapu tangan yang ia bawa. Tepuk tangan dari ribuan warga Jateng mencoba menguatkannya.

BACA JUGA  HUT Bhayangkara ke-76, Dedi Prima Apresiasi Kinerja KBPP Polri Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh

“Tak terasa sudah 10 tahun, rasanya baru kemarin. Saya masih ingat betul rasanya datang ke desa-desa, menemui petani, datang ke sekolah untuk mengajar, bertemu panjenengan semua. Terlalu berat buat saya untuk berpamitan, karena panjenengan adalah bagian dari saya,” ucap Ganjar.

Tangis Ganjar Pranowo Pecah Saat Pamitan ke Warga.
Tangis Ganjar Pranowo Pecah Saat Pamitan ke Warga.

Ganjar bahkan mengatakan, masih merasakan pukulan sayang dari nenek-nenek dan pedagang pasar yang ia temui. Pelukan hangat, serta dukungan yang sangat berarti dari jutaan warga Jawa Tengah selama 10 tahun terakhir.

Pun dengan cacian, kritikan yang disampaikan padanya selama ini. Ganjar mengatakan tak pernah marah, karena semua masyarakat Jateng adalah tuan baginya.

BACA JUGA  Buka PBAK UIN MY, Bupati Eka Putra : Berbanggalah Menjadi Bagian Kampus Ini

“Waktu bergulir dan berlari, hari ini sudah 10 tahun saya melayani panjenengan. Hari ini mesti berhenti, saya menyampaikan terimakasih dan meminta maaf apabila dalam 10 tahun ini tidak terlalu sempurna buat panjenengan,” ujarnya.

Masih banyak hal yang perlu diperbaiki di Jawa Tengah. Untuk itu, Ganjar berharap PJ Gubernur Jateng nantinya dan gubernur Jateng terpilih selanjutnya dapat menyelesaikan itu.

“Sekali lagi, saya mohon pamit. Meski tidak lagi gubernur, saya masih sedherek panjenengan (saudara anda). Kita semua tetap bersaudara. Kulo tresno panjenengan semua (saya cinta kalian semua). Saya sayang sama panjenengan. I love you full,” pungkasnya disambut tepuk tangan yang meriah dari ribuan warga.

BACA JUGA  Komplotan Rampok Bersenjata Api dan Senjata Tajam Beraksi di Lampung

Usai sambutan, Ganjar kemudian turun dari panggung untuk menyalami puluhan ribu masyarakat yang hadir dalam acara perpisahan itu. Ia berjalan dari kantor Gubernuran sampai ke bundaran air mancur Jl Pahlawan. Puluhan ribu warga berebut untuk bersalaman dan menyampaikan salam perpisahan.

“Maturnuwun pak Ganjar, sudah memimpin kami selama 10 tahun. Sehat dan sukses selalu nggih pak,” teriak warga.

“Jangan lupakan kami pak, kami cinta dengan bapak,” teriak lainnya.

Iklan

Latest News

Program Pelatihan Menjahit Erianto Mahmuda Jadi Harapan Baru Warga Kuranji

Sumbar, Radar BI | Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan diwakili oleh Kepala Bidang Industri Non Agro Wahendra W, ST,...

Artikel Lain Yang Anda Suka