Beranda DAERAH SUMATERA BARAT Terus Dilestarikan, Sejarah Festival Tabuik Pariaman

Terus Dilestarikan, Sejarah Festival Tabuik Pariaman

0
525
tabuik (Indonesia: Tabut) adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura.
tabuik (Indonesia: Tabut) adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura.
Pariaman, Radar BI | Festival tabuik (Indonesia: Tabut) adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatra Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Tabuik adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatra Barat, khususnya di Kota Pariaman. Festival ini termasuk menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol.

Upacara tabuik dilaksanakan oleh masyarakat di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, setiap tahun pada tanggal 1-10 Muharam dalam rangka memperingati syahidnya Husein bin Abi Thalib (cucu nabi Muhammad) di Padang Karbela yang ditandai dengan usungan keranda tabuik sebagai simbol jasad Husein.

 

Festival tabuik
Tabuik

Pada hari puncak, dilakukan ritual tabuik naik pangkek, kemudian dilanjutkan dengan hoyak tabuik. Hari puncak ini dahulu jatuh pada tanggal 10 Muharram, tetapi saat ini setiap tahunnya berubah-ubah antara 10-15 Muharram, biasanya disesuaikan dengan akhir pekan.

Sejarah Festival Tabuik Pariaman

Festival ini dilakukan sebagai peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Husain bin Ali yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram. Dalam sejarahnya, Husain beserta dengan keluarganya wafat saat perang di Padang Karbala.

Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali saat pecah perang Karbala yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Perayaan Tabuik yang di selenggarakan setiap 1-10 Muharam adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya Husein (Cucu Nabi Muhamad SAW) pada 61 Hijriah yang bertepatan dengan 680 Masehi. Cucu Page 2 Nabi Besar Muhammad ini dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam perang Karbala di Padang Karbala, Irak.

Salah satu upacara tradisional Minangkabau berhubungan dengan kepercayaan yang masih bisa dilihat sekarang ini adalah upacara tabuik yang dilaksanakan oleh masyarakat di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat.

Untuk penari laki-laki menggunakan baju Melayu dan hiasan kepala. Properti yang digunakan adalah miniatur Tabuik (peti) sebagai simbol Tabuik tempat penyimpanan potongan tubuh Husein yang dijaga oleh para sahabatnya. Alat musik tari Tabuik menyesuaikan ritualnya, yaitu menggunakan gendang Tabuik atau gendang tasa. (Susan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini