Radar Berita Indonesia – Angka perceraian di Kota Padang tercatat mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengimbau seluruh warganya agar memperkuat ketahanan keluarga demi menekan laju perceraian yang kian meningkat.
“Angka perceraian meningkat, karena itu jaga keluarga kita dengan baik,” ujar Fadly Amran di sela kegiatan di Gedung Youth Center, Padang, Selasa (28 Oktober 2025).
Fadly Tekankan Harmoni Keluarga sebagai Pondasi Bangsa
Menurut Fadly, keluarga merupakan pondasi utama kehidupan sosial. Ketika hubungan keluarga tidak harmonis, dampaknya bisa menjalar luas — mulai dari anak, istri, hingga suami.
“Pekerjaan sudah ada dan ekonomi lancar, tetapi jika orangtua tidak harmonis, tentu akan berpengaruh pada anak,” tegasnya.
Fadly mengingatkan pentingnya menciptakan rumah tangga yang penuh kasih dan komunikasi yang sehat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang nyaman.
Dorong Implementasi Inovasi “Tepuk Sakinah”
Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, Wali Kota Fadly juga mendorong penerapan inovasi “Tepuk Sakinah” sebuah metode interaktif yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Menurutnya, permainan sederhana berbentuk tepuk tangan dengan syair berisi lima pilar keluarga sakinah ini mampu mempererat hubungan antaranggota keluarga.
“Keharmonisan keluarga itu penting supaya generasi emas kita tumbuh di rumah yang nyaman dan bahagia,” kata Fadly.
Data: Kasus Perceraian ASN Naik 36 Persen
Berdasarkan data terbaru BKPSDM Kota Padang, hingga Oktober 2025 tercatat 15 kasus gugatan perceraian yang diajukan oleh ASN perempuan. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya mencatat 11 kasus perceraian.
Kenaikan sekitar 36 persen ini menjadi perhatian serius Pemko Padang, mengingat ASN seharusnya menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Apa Itu “Tepuk Sakinah”?
“Tepuk Sakinah” adalah permainan edukatif yang memadukan gerakan tepuk tangan dan syair sederhana tentang lima pilar keluarga sakinah. Konsep ini mirip dengan “tepuk pramuka” atau “tepuk semangat”, sehingga mudah diterima oleh anak-anak dan orangtua.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keharmonisan, cinta, tanggung jawab, dan komunikasi positif dalam keluarga.
Panduan “Tepuk Sakinah” dapat diakses melalui kanal YouTube resmi Kemenag RI dan telah banyak diterapkan dalam kegiatan pembinaan keluarga di berbagai daerah.


