Radar Berita Indonesia – Warga di sekitar lingkungan Kampus Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria dalam kondisi tergantung di kawasan hutan biologi kampus tersebut, Kamis siang (28/5/2026).
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar serta civitas akademika Unand. Sejumlah warga tampak memadati area lokasi penemuan jasad, sementara petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Berita Indonesia, korban diketahui berinisial R yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service (CS) di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, membenarkan adanya penemuan jasad pria tergantung di kawasan hutan biologi Kampus Unand tersebut.
“Iya betul, dari informasi awal, jasad pertama kali ditemukan oleh masyarakat sekitar,” ujar AKP Edi Harto saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan berada di kawasan hutan biologi yang masih berada dalam lingkungan Kampus Universitas Andalas, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
“Kemudian untuk lokasinya juga betul di kawasan hutan biologi kampus Unand,” katanya.
Menurut keterangan kepolisian, jasad korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan tergantung di area hutan yang cukup sepi dari aktivitas masyarakat.
“Jasad kira-kira ditemukan sekira pukul 12.00 WIB,” jelas Edi.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui merupakan seorang pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Fakultas Kedokteran Unand.
“Kemudian jasad betul seorang pria yang bekerja sebagai CS di Fakultas Kedokteran Unand,” tambahnya.
Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian bersama tim evakuasi langsung membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Jasad sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Untuk data, informasi, dan kronologinya nanti akan kita kabari lagi karena saat ini kita masih belum mendapatkan informasi lengkapnya,” tutup AKP Edi Harto.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti penyebab kejadian tersebut. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan resmi disampaikan. (*)


