BerandaKESEHATANKONKER PDPI XVIII Padang Dorong Penguatan Ilmu, Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat

KONKER PDPI XVIII Padang Dorong Penguatan Ilmu, Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat

Radar Berita Indonesia – Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Konferensi Kerja Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (KONKER PDPI) XVIII Tahun 2026 yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat.

Mengusung tema “Expanding Horizons in Every Breath”, KONKER PDPI XVIII menjadi ruang pertemuan nasional bagi para dokter spesialis paru, dokter dari berbagai bidang terkait, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, peserta didik, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas wawasan dan memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan respirasi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at 16-19 September 2026 di salah satu hotel berbintang di Kota Padang tersebut tidak hanya berfokus pada perkembangan ilmu pulmonologi, tetapi juga mencakup pembahasan penelitian, inovasi, penguatan organisasi profesi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Forum ini menjadi momentum untuk mempertemukan perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan. Pertukaran pengalaman antartenaga profesional diharapkan dapat memperkuat kompetensi sekaligus mendorong pengembangan pelayanan kesehatan respirasi yang semakin komprehensif.

Pengendalian TB Jadi Salah Satu Perhatian

Salah satu isu penting yang mendapat perhatian dalam rangkaian KONKER PDPI XVIII adalah penguatan pengendalian tuberkulosis (TB).

Pengendalian TB tidak hanya berkaitan dengan pengobatan pasien, tetapi juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat, penemuan kasus, pemeriksaan dan diagnosis, pencegahan, edukasi kesehatan, serta keberlanjutan pengobatan.

Pendekatan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, peneliti, hingga masyarakat memiliki peran dalam memperkuat upaya pengendalian TB.

Kolaborasi menjadi penting karena penanganan penyakit respirasi tidak berhenti pada aspek klinis. Edukasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pencegahan serta penemuan kasus secara lebih dini.

Perkuat Ilmu, Penelitian dan Inovasi

Sebagai konferensi kerja organisasi profesi sekaligus forum ilmiah, KONKER PDPI XVIII menghadirkan berbagai kegiatan berupa workshop, simposium, presentasi ilmiah, forum organisasi, serta pembahasan penelitian dan inovasi.

Berbagai perkembangan di bidang pulmonologi menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman para peserta.

Pembahasan mencakup perkembangan diagnosis, terapi, penelitian, serta pendekatan multidisiplin dalam pelayanan kesehatan respirasi.

Melalui forum tersebut, para peserta memiliki ruang untuk mendiskusikan perkembangan ilmu dan pengalaman praktik, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antara dokter, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, dan institusi terkait.

Tema “Expanding Horizons in Every Breath” menjadi relevan dengan kebutuhan pengembangan ilmu kesehatan respirasi yang terus berkembang.

Perubahan tantangan kesehatan, perkembangan teknologi medis, serta kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks membutuhkan peningkatan kapasitas dan kerja sama lintas sektor.

Cek Kesehatan Gratis Sasar Sekitar 300 Masyarakat

KONKER PDPI XVIII juga tidak hanya berlangsung dalam ruang konferensi. Rangkaian kegiatan turut diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan CKG dilaksanakan selama dua hari, yakni 17 September 2026 di Puskesmas Pauh dan 18 September 2026 di Kantor Camat Lubuk Begalung.

Sekitar 300 masyarakat menjadi sasaran kegiatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, serta skrining TB.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PDPI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang.

Kehadiran layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari pengabdian organisasi profesi. Forum ilmiah tidak hanya menjadi tempat berbagi pengetahuan di antara tenaga profesional, tetapi juga dapat diterjemahkan dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Edukasi Masyarakat Hadapi Risiko Kabut Asap

Persoalan kesehatan respirasi juga berkaitan erat dengan kualitas udara. Karena itu, edukasi mengenai langkah antisipasi terhadap kabut asap menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan.

Masyarakat dianjurkan memantau kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai.

Perhatian lebih juga diperlukan bagi kelompok yang rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru atau penyakit kronis.

Keluhan seperti batuk maupun sesak napas, terutama apabila semakin berat, perlu mendapatkan perhatian. Masyarakat dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang membutuhkan penanganan medis.

Edukasi mengenai kualitas udara menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan respirasi, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Perkuat Kolaborasi Kesehatan Respirasi

KONKER PDPI XVIII di Padang pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi berbagai unsur yang berkaitan dengan kesehatan respirasi.

Organisasi profesi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, peneliti, tenaga kesehatan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun sistem kesehatan respirasi yang lebih kuat.

Melalui kegiatan ilmiah, penelitian, inovasi, forum organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat, PDPI mendorong agar pengembangan ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan dan kepentingan masyarakat.

Dalam kegiatan KONKER PDPI XVIII lebih dari 1.000 peserta yang hadir dari berbagai daerah menunjukkan luasnya jejaring profesional yang terlibat dalam forum tersebut. Padang pun menjadi ruang pertemuan bagi pertukaran ilmu dan pengalaman di bidang pulmonologi serta kesehatan respirasi.

Dengan tema “Expanding Horizons in Every Breath”, KONKER PDPI XVIII menempatkan pengembangan wawasan, penguatan penelitian dan inovasi, serta kolaborasi sebagai bagian penting dalam menghadapi tantangan kesehatan respirasi.

Rangkaian kegiatan KONKER PDPI XVIII yang berlangsung hingga 19 September 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda konferensi, tetapi menjadi bagian dari penguatan jejaring keilmuan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang respirasi.

Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read