BerandaDAERAHNANGROE ACEH DARUSSALAMBanjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh: 97 Ribu KK Mengungsi, 204 Masih Hilang

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh: 97 Ribu KK Mengungsi, 204 Masih Hilang

Radar Berita Indonesia – Pemerintah Aceh melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak Rabu (26/11/2025).

Hingga Selasa (2/12/2025) pukul 00.52 WIB, total 173 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Itu data sementara yang kita terima,” ujar Ketua Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M. Nasir.

Bencana tersebut berdampak luas pada 18 kabupaten/kota, mencakup 226 kecamatan dan 3.310 desa.

Nasir merinci, hingga kini tercatat: Korban luka berat: 403 orang, korban luka ringan: 1.435 orang, korban hilang: 204 orang (masih dalam pencarian)

Sementara itu, jumlah pengungsi akibat banjir mencapai 97.305 kepala keluarga atau 443.001 jiwa, yang tersebar di 828 titik pengungsian.

Selain itu, banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas publik serta aset masyarakat, meliputi: Perkantoran: 138 unit, Tempat ibadah: 51 unit.

Sekolah: 201 unit, Pondok pesantren: 4 unit, Jalan terputus: 152 titik, Rumah warga terdampak: 77.049 unit, Ternak mati: 182 ekor, Sawah rusak: 139,4 hektare dan Kebun terdampak: 12.012 hektare.

Nasir menegaskan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam masa tanggap darurat banjir dan longsor, yakni evakuasi warga yang terisolir, distribusi bantuan logistik, dan pemulihan konektivitas.

“Tiga fokus utama ini kita upayakan dapat diselesaikan dalam 14 hari masa tanggap darurat,” ujarnya.

Distribusi Bantuan: Jalur Laut dan Udara Dioptimalkan

Kerusakan parah pada akses darat membuat distribusi bantuan dialihkan:

Jalur laut menjadi opsi paling memungkinkan untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Untuk Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, distribusi bantuan diprioritaskan melalui jalur udara.

Nasir menyebut kebutuhan mendesak berupa pesawat Hercules untuk membawa sedikitnya 500 ton logistik menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Stok kebutuhan masyarakat di sana hanya cukup untuk dua hari lagi,” tegasnya.

Layanan Pengaduan Korban Hilang Dibuka

Pemerintah Aceh juga membuka layanan pengaduan bagi warga yang kehilangan kontak dengan keluarga di wilayah terdampak.

Layanan ini berpusat di Media Center Posko Tanggap Darurat, Lobi Kantor Gubernur Aceh, dan telah beroperasi sejak 30 November 2025.

Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa layanan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat:

  • Melaporkan anggota keluarga yang hilang,
  • Menanyakan perkembangan kondisi wilayah terdampak, dan mendapatkan pembaruan informasi resmi selama masa tanggap darurat.

Layanan ini dibuka setiap hari untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read