Beranda INFO POLRI Bareskrim Polri Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Tahanan Ferdinand Hutahaean

Bareskrim Polri Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Tahanan Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean.
Radar BI, Jakarta | Penyidik Bareskrim Polri belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean. Dia merupakan tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks bermuatan SARA.

“Surat permohonan penangguhan penahanan saudara Ferdinand Hutahaean belum diterima penyidik. Jadi belum ada permohonan penangguhan yang diterima,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut, Karo Penmas Divisi Humas Polri mengatakan penyidik tentu akan mempertimbangkan isi surat tersebut apabila dilayangkan. Hal itu dilakukan sebelum mengambil kebijakan apabila dilayangkan.

BACA JUGA  Sepanjang 2021, Bareskrim Polri Sita 1674.951 Kg Sabu
BACA JUGA  Diburu Bareskrim Polri, Penista Agama Jozeph Paul Zhang Terdeteksi di Jerman

“Kita akan mempertimbangkan dasarnya dari permintaan. Permintaan penangguhan itu alasannya apa. Kita belum bisa mempertimbangkan karena permohonan permintaan penangguhan itu belum kita terima,” katanya.

Sebelumnya, Polri menyatakan penahanan Ferdinand Hutahaean dilakukan karena khawatir yang bersangkutan melarikan diri. Alasan kedua, tersangka tidak mengulangi perbuatannya serta menghilangkan barang bukti.

Kini, proses peradilan Ferdinand Hutahaean masih terus berjalan. Dia dikenakan ancaman berupa 10 tahun penjara.

BACA JUGA  Polda Aceh Kembali Ungkap Peredaran 133 Kg Sabu Jaringan Internasional
BACA JUGA  Bejat, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 5 Tahun

Ferdinand Hutahaean dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mantan Politisi Partai Demokrat itu tidak dikenakan pasal terkait penistaan agama.

Ferdinand Hutahaean sendiri telah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perbuatannya yang mengakibatkan dirinya dibui. Dia menuliskan permohonan maaf tersebut dalam sepucuk surat.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolda Riau Selidiki Dugaan Tambang Ilegal di Rokan Hilir
Artikel berikutnyaBareskrim Polri Ungkap Investasi Ilegal Berkedok Alat Kesehatan Senilai Rp 503 M