Jakarta, Radar Berita Indonesia – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan fokus pada pemenuhan gizi anak sejak dini.
Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
BGN menginisiasi intervensi gizi melalui penyediaan makanan bergizi serta edukasi pola hidup sehat. Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pemerintah menjadi motor utama dalam pelaksanaan program ini, dengan melibatkan berbagai sektor terkait, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (29/4/2026) di Jakarta, sebagaimana dikutip dari detikhealth.com.
Menurut Dadan, intervensi gizi memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan fisik dan kualitas kesehatan masyarakat. Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang berhasil menerapkan pola makan bergizi secara konsisten selama hampir satu abad.
“Dalam kurun waktu sekitar 50 tahun, tinggi badan rata-rata laki-laki Jepang meningkat dari 159 cm menjadi sekitar 170 cm,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak hanya terlihat dari peningkatan tinggi badan, tetapi juga dari perubahan pola hidup masyarakat yang semakin sehat.
BGN menilai strategi Jepang dapat diadaptasi di Indonesia melalui pendekatan bertahap. Tahap awal dilakukan melalui intervensi gizi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan, hingga akhirnya membentuk kebiasaan hidup sehat secara mandiri di masyarakat.
Selain itu, intervensi difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja guna mendukung pertumbuhan optimal.
Dadan juga menekankan pentingnya asupan gizi seimbang dalam mengoptimalkan potensi genetik anak. Tanpa dukungan nutrisi yang memadai, potensi tersebut tidak akan berkembang secara maksimal.
“Anak memiliki potensi genetik sejak dalam kandungan. Namun tanpa intervensi gizi yang tepat, potensi itu tidak akan muncul, bahkan bisa menyebabkan stunting,” tegasnya.
BGN optimistis, melalui pendekatan terstruktur dan berkelanjutan, Indonesia mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, tinggi, dan berkualitas, sejalan dengan visi pembangunan SDM unggul menuju Indonesia maju.


