Sumbar, Radar Berita Indonesia | Anggota DPRD Kota Padang, Erianto, baru-baru ini meninjau SMPN 27 Padang untuk memeriksa kondisi atap sekolah yang rusak serta fasilitas lainnya.
Kunjungan ini merupakan respons terhadap laporan masyarakat mengenai kerusakan infrastruktur yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar, pada hari Jum’at (20/12/2024).
Erianto menekankan pentingnya perbaikan segera agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman. Beliau berjanji akan membawa masalah ini ke rapat DPRD untuk memastikan anggaran perbaikan segera dialokasikan.
Pihak sekolah dan orang tua siswa berharap pemerintah kota dapat segera memperbaiki fasilitas yang rusak, mengingat pentingnya lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan pendidikan anak-anak, ujarnya.
Dalam kunjungannya ke SMPN 27 Padang, Erianto Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Padang menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong koordinasi dengan dinas terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk memastikan perbaikan atap dan fasilitas lainnya dapat dilakukan dengan cepat.
Beliau juga meminta agar sekolah-sekolah lain yang memiliki masalah serupa segera melaporkan kondisi mereka, sehingga pemerintah dapat memprioritaskan anggaran perbaikan pada tahun anggaran berikutnya.
Langkah tindak lanjut yang direncanakan:
1. Pengajuan Anggaran: Erianto berkomitmen untuk memperjuangkan alokasi dana perbaikan di APBD Kota Padang.
2. Pengawasan Proyek: Anggota DPRD akan memantau proses perbaikan agar berjalan sesuai jadwal dan standar kualitas.
3. Peningkatan Infrastruktur Sekolah: Tidak hanya perbaikan kerusakan, tetapi juga peningkatan fasilitas lain seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas agar sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern.
4. Diskusi dengan Masyarakat: Mengadakan pertemuan dengan komite sekolah dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan sekolah terakomodasi dengan baik.
Kepedulian seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kota Padang, tuturnya.
Erianto sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Padang, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas sekolah.
Ia mengajak komite sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki agar dapat digunakan dalam jangka panjang, ujarnya tokoh muda Kuranji ini.
Selain itu, Erianto mendorong pihak sekolah untuk aktif mengajukan proposal perbaikan dan peningkatan fasilitas melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian, kebutuhan sekolah dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Erianto juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak sekolah. Kolaborasi yang baik antara ketiga pihak ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas bagi para siswa.
Erianto berharap, dengan adanya perbaikan fasilitas di SMPN 27 Padang, semangat belajar siswa semakin meningkat dan prestasi akademik dapat ditingkatkan. Beliau berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Tindak lanjut dari kunjungan Erianto ke SMPN 27 Padang mencakup beberapa langkah strategis yang dirancang untuk memastikan perbaikan berjalan lancar dan berkelanjutan:
1. Rencana Kerja Cepat (Quick Action Plan):
Pemerintah Kota Padang, melalui Dinas Pendidikan, telah diminta untuk segera menyusun anggaran perbaikan darurat bagi SMPN 27. Rencana ini melibatkan evaluasi kerusakan dan estimasi biaya secara cepat.
2. Pelibatan Swasta dan CSR:
Erianto juga mengusulkan pelibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu menutup kekurangan anggaran pemerintah dalam perbaikan fasilitas sekolah.
3. Pengawasan Berkelanjutan:
DPRD Kota Padang akan membentuk tim pengawas yang bertugas memantau proses perbaikan, memastikan anggaran digunakan dengan tepat, dan pekerjaan selesai sesuai target waktu.
4. Program Perawatan Rutin:
Setelah perbaikan, akan dicanangkan program perawatan fasilitas secara berkala. Sekolah diharapkan memiliki sistem pelaporan kondisi infrastruktur yang lebih terorganisir.
5. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM):
Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, sehingga peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek fisik.
6. Evaluasi Keseluruhan Infrastruktur Sekolah di Kota Padang:
Masalah SMPN 27 menjadi momentum untuk mengadakan evaluasi besar-besaran terhadap kondisi sekolah-sekolah lain di Padang. DPRD akan mendorong alokasi dana yang lebih besar untuk pendidikan di APBD tahun mendatang.
Dengan komitmen ini, diharapkan SMPN 27 Padang dapat segera memiliki fasilitas yang memadai, dan semangat pendidikan di Kota Padang terus berkembang, pungkasnya.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


