Radar Berita Indonesia – Harapan masyarakat Sumatera BaratĀ untuk kembali menikmati layanan kereta api yang menghubungkan berbagai kota dan kabupaten kini mulai menemukan titik terang.
Dalam roadmap transformasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) periode 2026-2030, Sumatera Barat ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan sektor perkeretaapian melalui program reaktivasi jalur kereta api dengan total panjang sekitar 248,5 kilometer.
Program tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menantikan kembali beroperasinya jalur kereta api lintas tengah Sumatera Barat.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, masyarakat nantinya dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Padang menuju Padang Panjang, Bukittinggi, Solok hingga Sawahlunto melalui jalur yang pernah menjadi urat nadi transportasi di Ranah Minang.
Lebih dari sekadar menghadirkan moda transportasi baru, reaktivasi jalur ini dipandang sebagai proyek strategis yang berpotensi mengubah wajah Sumatera Barat.
Kehadiran kembali kereta api diyakini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga pemerataan pembangunan.
Perjalanan kereta nantinya juga diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik wisata tersendiri.
Jalur tersebut melintasi kawasan-kawasan dengan panorama alam yang selama ini dikenal sebagai ikon Sumatera Barat, seperti Lembah Anai dengan air terjunnya yang memukau, terowongan-terowongan bersejarah peninggalan kolonial, kawasan Danau Singkarak, hingga berakhir di Kota Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Keindahan bentang alam yang dipadukan dengan nilai sejarah jalur perkeretaapian diyakini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kereta api bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang mengangkat potensi budaya dan sejarah Sumatera Barat.
Selain mendukung sektor pariwisata, reaktivasi jalur kereta api juga diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah.
Akses distribusi barang diperkirakan menjadi lebih efisien, biaya transportasi logistik dapat ditekan, sementara aktivitas perdagangan antardaerah akan semakin meningkat.
Kondisi tersebut diharapkan mampu menarik investasi baru dan membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengoperasian kembali jalur kereta api juga menjadi langkah penting dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mendukung penggunaan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Meski demikian, realisasi proyek tersebut masih membutuhkan proses yang tidak singkat. Berbagai tahapan harus diselesaikan, mulai dari penataan kembali jalur yang telah lama tidak digunakan, pembebasan lahan di sejumlah titik, pembangunan maupun rehabilitasi jembatan dan terowongan, hingga penyediaan sarana serta prasarana pendukung lainnya.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, serta dukungan masyarakat menjadi faktor utama agar proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam roadmap transformasi PT KAI periode 2026-2030.
Peran Andre Rosiade Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Api
Di balik masuknya Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah prioritas reaktivasi jalur kereta api, terdapat upaya yang terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade.
Selama beberapa tahun terakhir, Andre aktif memperjuangkan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Sumatera Barat melalui berbagai koordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, serta PT KAI.
Ia menilai keberadaan jalur kereta api memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Menurut Andre, reaktivasi jalur kereta api bukan hanya bertujuan menghidupkan kembali moda transportasi massal yang pernah berjaya di Sumatera Barat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Ia menilai jalur yang menghubungkan Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok hingga Sawahlunto memiliki nilai strategis karena melewati kawasan wisata unggulan, pusat perdagangan, sentra pertanian, hingga daerah yang memiliki potensi investasi cukup besar.
Apabila jalur tersebut kembali beroperasi, mobilitas masyarakat diperkirakan akan menjadi lebih cepat, efisien, aman, dan nyaman. Selain itu, distribusi hasil pertanian, perkebunan maupun komoditas lainnya juga akan semakin lancar sehingga mampu meningkatkan daya saing perekonomian daerah.
Andre juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, PT KAI, kementerian terkait hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung proses reaktivasi jalur kereta api tersebut.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan.
Ia berharap proyek reaktivasi jalur kereta api dapat direalisasikan sesuai roadmap PT KAI 2026ā2030 sehingga Sumatera Barat memiliki sistem transportasi yang semakin modern, terintegrasi, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka Sumatera Barat berpeluang memasuki babak baru pembangunan transportasi yang lebih maju.
Kereta api tidak lagi sekadar menjadi moda angkutan penumpang, tetapi menjadi simbol kebangkitan konektivitas daerah, penguatan sektor pariwisata, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Ranah Minang.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo


