BerandaDPRD PROVINSIOPM Curigai Infiltrasi TNI Usai Enos Tipagau Tewas dalam Operasi Senyap

OPM Curigai Infiltrasi TNI Usai Enos Tipagau Tewas dalam Operasi Senyap

Radar Berita Indonesia – Mayor Enos Tipagau, salah satu pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM), tewas ditembak aparat gabungan TNI-Polri dalam operasi senyap di Kampung Baitapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (5/7/2025).

Enos diketahui menjabat sebagai Komandan Batalyon Angin Bula, bagian dari Kodap VIII Intan Jaya yang dipimpin Brigjen OPM Undius Kogoya. Ia tercatat sebagai buronan sejak melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Nabire pada 2023 dan kembali bergabung dengan kelompok bersenjata OPM.

Sebelum penindakan dilakukan, aparat telah memantau keberadaan Enos di lokasi. Ia disebut kerap melakukan provokasi dan teror terhadap warga setempat, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Iya, aparat gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap anggota OPM pada Sabtu (5/7), yang mengakibatkan tewasnya Enos Tipagau,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan melalui pesan singkat, Minggu (6/7/2025).

Setelah dilakukan proses identifikasi, jasad Enos Tipagau langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara adat di kampung halamannya.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membenarkan bahwa Enos merupakan salah satu anggota mereka yang tewas dalam operasi penindakan tersebut. Namun, ia mengeklaim bahwa Enos tidak melakukan perlawanan saat disergap.

“Dalam penyerangan itu, Enos Tipagau tidak melawan. Tapi tetap ditembak mati. Tidak ada penyitaan senjata sebagai barang bukti,” ujar Sambom kepada koresponden, Sabtu (5/7/2025)..

Sambom menduga keberadaan Enos terendus akibat adanya mata-mata dari kalangan orang asli Papua yang memberikan informasi kepada aparat TNI. Ia menyatakan, pihaknya akan melakukan investigasi internal untuk menelusuri kemungkinan tersebut.

“Kami mencurigai adanya mata-mata TNI dari kalangan orang Papua di Intan Jaya yang terlibat dalam operasi pembunuhan Enos Tipagau. Kami segera lakukan investigasi untuk memastikan,” ungkapnya.

Selain itu, Sambom juga menyebut kemungkinan keterlibatan prajurit Kopassus dalam operasi penyergapan tersebut, mengingat lokasi yang sulit diakses serta keahlian tempur pasukan elite itu di medan hutan.

Sebelumnya, Enos Tipagau pernah ditangkap aparat keamanan pada 5 Februari 2022 karena terlibat penyerangan terhadap personel TNI-Polri di Intan Jaya.

Namun, ia berhasil kabur dari Lapas Nabire pada 2023 sebelum masa hukumannya berakhir, lalu kembali bergabung ke struktur tempur TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya.

Google News

Must Read

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini