BerandaRadar Berita IndonesiaPEMERINTAHPemkot Bengkulu Mendesak Serukan Penguatan Pendidikan Moral Usai Aksi Geng Motor Libatkan...

Pemkot Bengkulu Mendesak Serukan Penguatan Pendidikan Moral Usai Aksi Geng Motor Libatkan Pelajar SMP

Radar Berita Indonesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminta seluruh kepala sekolah tingkat SMP untuk memperkuat pendidikan moral dan budi pekerti bagi para siswa.

Seruan pendidikan moral dan budi pengerti ini disampaikan menyusul keterlibatan sejumlah remaja dalam aksi kekerasan oleh geng motor yang menyerang petugas parkir di Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara (DKT) Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya pembentukan karakter pendidikan moral dan budi pengerti ini sejak dini guna mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Saya menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah, tolong berikan pendidikan moral dan budi pengerti dan perhatian kepada anak-anak. Ajarkan soal moralitas, ajarkan budi pekerti, ajarkan bahwa mereka punya masa depan.

“Masa iya anak SMP sampai ikut geng motor menyerang petugas parkir, bahkan tempatnya di Rumah Sakit TNI, ini sudah di luar logika,” ujar Dedy di Bengkulu, Selasa (29/7/2025).

Ia menilai fenomena geng motor di kalangan remaja mencerminkan lemahnya fondasi moral sejak usia sekolah.

Menurutnya, pendidikan karakter dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki empati dan kesadaran hukum.

“Mereka adalah masa depan daerah ini. Kalau dari SMP sudah berani menyerang, apa jadinya nanti? Kita semua, orang tua, guru, dan pemerintah, harus turun tangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Polresta Bengkulu menetapkan sembilan tersangka dalam kasus penyerangan terhadap seorang petugas parkir di RS DKT. Lima di antaranya masih di bawah umur.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menjelaskan bahwa penyerangan itu berawal dari rencana bentrok antarempat kelompok geng motor, salah satunya Geng Timur Indah.

Dalam perjalanan, kelompok pelaku melihat seorang juru parkir yang mereka kira bagian dari kelompok lawan, hingga terjadi penyerangan di area rumah sakit.

Adapun lima tersangka yang masih anak-anak adalah RE (15), FZ (17), MM (15), ZP (15), dan MF (15).

Sedangkan empat tersangka lainnya adalah M. Haikal (18), Ade Kurnia (19), Akbar Hidayatullah (18), dan Alif Santosa (18), semuanya warga Kota Bengkulu dan sekitarnya.

Google News

Must Read

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini