Beranda INFO POLRI Polda Papua Produksi Film Si Tikam Polisi Noken, Ini Peran Kapolda

Polda Papua Produksi Film Si Tikam Polisi Noken, Ini Peran Kapolda

Polisi
Polda Papua, saat sedang menggarap sebuah film layar lebar, yang berjudul “Si Tikam Polisi Noken”. Film ini merupakan terobosan kreatif dan inovasi Polda Papua dalam mempromosikan Budaya Papua khususnya yang ada di pegunungan sebagai bentuk upaya memperkenalkan potensi sumber daya manusia di kancah perfilman nasional.
Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, bahwa saya turut terlibat dalam pembuatan film layar lebar “Si Tikam Polisi Noken“. Di dalam cerita tersebut saya berperan sebagai pendeta yang bertugas menyelesaikan masalah adat di Pegunungan Tengah Papua, melalui doa tepatnya di Puncak Cartenz bersama Forkopimda yakni Bupati, Dandim dan Kapolres serta melibatkan PJU Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih.
BACA JUGA  Kelompok Kriminal Bersenjata Sandera Pilot dan Penumpang Susi Air di Wangbe
Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw memerankan seorang Pendeta saat pengambilan gambar film Si Tikam Polisi Noken di Mapolres Jayapura di Jalan Raya Sentani Hawai, Doyo Lama, Waibu, Jayapura, Papua.

Dimana cerita dalam film ini menyangkut sebuah tradisi atau budaya yang memang sering terjadi konflik antara saudara-saudara di pedalaman yang mana terjadi banyak korban. Tetapi puji Tuhan sudah bisa diselesaikan dan kehadiran Pendeta bersama Forkopimda juga berperan dalam menyelesaikan dan mendamaikan permasalahan tersebut.

“Permasalahan tersebut diselesaikan melalui prosesi patah panah dan pengakuan kedua belah pihak untuk berdamai hingga rangkaian adat seperti bakar batu hingga denda adat dari kedua belah pihak yang bertikai.

BACA JUGA  Antusias Masyarakat Maritim Serbu Vaksinasi Yang Diadakan Oleh Lanal Palembang

Harapannya dengan hadirnya sosok Polisi Tikam merupakan sosok anggota Polri yang bertugas sebagai juru bahasa guna meyakinkan salah satu dari suku yang bertikai. Disini kita hanya mengasumsikannya nama suku yang bertikai yakni suku Waro dan Suku Bolakma.

Penggarapan film ini sendiri melibatkan tenaga professional dari Jakarta dengan perlengkapan peralatan yang sangat baik dan canggih. Semoga tontonan yang baik ini dapat memberikan pesan-pesan yang erat akan budaya dan tradisi serta kehadiran sosok Polisi ditengah masyarakat dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi.

Kesan saya selama mengikuti proses pembuatan film ini ternyata tidak mudah dan membutuhkan perjuangan ekstra dan sikap profesoinalitas dari para pemain dan kru pendukung,” tambah Kapolda Papua.

“Namun saya salud dan mengapresisasi segala upaya dalam proses pembuatan film Si Tikam Polisi Noken ini yang tidak lain juga bertujuan untuk membakar semangat generasi muda Papua bahwa mereka juga bisa menggali potensi yang ada pada diri sendiri dengan menjadi abdi negara.

BACA JUGA  Tiga Daerah di Papua Rawan Gangguan KKB, Begini Saran Kapolda

Sementara itu, Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol Ade Djadja Subagja, S.IK (Director) dalam kesempatannya mengatakan bahwa pengambilan gambar/syuting untuk film Si Tikam Polisi Noken kali ini merupakan ending film yang menceriakan tentang penyelesaian suku atau adat dengan cara perdamaian dengan mematahkan panah.

Namun scene tersebut belumlah final, sebab kami akan merencanakan untuk kelanjutan produksi film Si Tikam Polisi Noken 2 yang akan dimainkan dilaut. Film yang digagas Polda Papua itu mengangkat cerita dari kisah nyata seorang pemuda asli Papua yang pada akhirnya menjadi Polisi,” tambah Kapolda Papua.

BACA JUGA  Jelang HUT Bhayangkara ke-75, Polri Bagikan Sembako Untuk Pedagang Kaki Lima di Tambora

“Perlu diketahui bahwa latar belakang dari pembuatan film ini salah satunya adalah apresiasi dan dukungan dari pimpinan pusat bahkan daerah kepada pembinaan Bintara Noken Polri tahun 2020 kemarin, yang kedua adalah unjuk menunjukan bahwa Papua juga bisa dalam hal membuat film layer lebar yang mengangkat budaya dan adat serta sinergitas TNI-Polri dalam perjuangannya menyelesaikan beberapa permasalahan di Papua.

Seiring berjalannya waktu, Si Tikam akhirnya memilih hidup mengabdikan diri menjadi seorang Polisi melalui jalur Polisi Noken di Polda Papua. Film ini tentunya sarat akan nilai-nilai penting yang terkandung didalamnya seperti edukasi sekaligus menghibur hingga nilai toleransi yang sangat dijunjung.

Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw & Style Voice – Saya Indonesia Saya Anti Hoax

Pembuatan Film ini ditargetkan memakan waktu pengerjaan selama 6 bulan dengan lokasi syuting yakni kota dari Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, namun sempat terpotong akibat Pandemi Covid dan Pilkada, namun rencananya akan direlease atau ditayangkan di Bioskop XXI pada akhir Februari 2021,” pungkas Kapolda Papua.

Facebook Comments