Beranda INFO POLRI Polri Pastikan Profesional Tangani Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith

Polri Pastikan Profesional Tangani Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith

Bahar bin Smith.
Radar BI, Jakarta | Polri menegaskan akan bertindak profesional, prosedur, transparan, objektif dan akuntabel dalam penyidikan kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dengan terlapor Bahar bin Smith.

Diinformasikan bahwa kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Bahar bin Smith saat ini sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Satu hal yang tetap kami informasikan kepada media Radar Bhayangkara Indonesia bahwa proses pelaksanaan penyidikan terhadap Bahar bin Smith kita laksanakan objektif, transparan, dan profesional.

BACA JUGA  Polri Soal Penetapan Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Sesuai Prosedur
BACA JUGA  Kapolda Sumut Berhasil Ungkap Berbagai Kasus Besar Selama Akhir Tahun 2021

Jadi itu berdasarkan aturan. Kemudian perkembangannya atau dinamikanya itu disesuaikan dengan progres hasil penyidikan yang berkembang,” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si, Minggu, (02/01/22).

Saat ini, Ahmad Ramadhan menyampaikan dari tim penyidik telah melakukan gelar perkara selaras dengan konstruksi hukum yang disusun secara simultan.

“Sesuai dengan perkembangan hasil penyidikan, kami akan memeriksa saudara BS sesuai dengan surat panggilan yang sudah dikirimkan,” katanya.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Limpahkan 2 Kasus Ujaran Kebencian Bahar bin Smith ke Polda Jabar
BACA JUGA  Polda Sumsel Benarkan Personel Polri D Ditahan Mabes Polri Terkait Suap

Sebelumnya, Polda Jawa Barat sudah meningkatkan kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang menjerat Habib Bahar bin Smith dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Sebanyak 50 saksi dan 6 barang bukti sudah diperiksa oleh penyidik. Untuk mempermudah mengidentifikasi para saksi, penyidik membagi dalam dua klaster tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu klaster Bandung sebagai TKP awal tempat Bahar bin Smith ceramah yang diduga berisi ujaran kebencian sebanyak 15 orang saksi dan klaster Garut menjadi 10 saksi.

Kemudian saksi pelapor yang diperiksa sebanyak 4 orang dan saksi ahli sebanyak 21 orang. Untuk barang bukti tambahan yang disita yakni satu buah handphone pada klaster tempat kejadian perkara (TKP) Garut dan satu buah flashdisk pada klaster Bandung.

BACA JUGA  Korlantas Polri Siap Terapkan Pelat Nomor dan TNKB Putih Pertengahan Juni
BACA JUGA  Polrestabes Palembang Sita 8,3 Ton Ikan Formalin di Pasar Induk Jakabaring

Adapun semua barang bukti digital atau digital evidence yang telah kami sita, dan telah dikirim ke Laboratorium Digital Forensik Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Bahar bin Smith dijerat dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKecelakaan Lalu Lintas di Cianjur, 2 Tewas dan 20 Luka Berat Hingga Ringan
Artikel berikutnyaDapatkan 2 Alat Bukti, Polda Jabar Tetapkan Bahar bin Smith Sebagai Tersangka