Beranda INFO POLRI Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun

Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun

Ilustrasi.
Radar BI, Jakarta | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dilibatkan dalam Satuan Tugas (Satgas) penanganan hak tagih negara dana BLBI berhasil mensita aset senilai Rp 5,9 triliun untuk dikembalikan kepada negara.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menyampaikan, total aset tersebut berupa pengamanan dan penguasaan fisik dari aset yang dimiliki oleh obligor atau debitur dana BLBI.

“Sebanyak Rp 5,9 triliun nilai aset yang disita, pengamanan dan penguasaan fisik aset obligor,” kata Kapolri dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

BACA JUGA  Seorang Remaja Tewas Dianiaya Komplotan Geng Motor di Sisingamangaraja
BACA JUGA  Polri Sudah Siapkan Skema Pengamanan Rencana Aksi Reuni 212

Disamping itu, Kapolri menyampaikan upaya korps bhayangakara dalam mengungkap kasus kejahatan terhadap kekayaan negara atau tindak pidana korupsi terus dilakukan secara masif. Dimana selama tahun 2021, Polri telah menangani 247 kasus tindak pidana korupsi.

“Berdasarkan penilaian BPK dan BPKP, total kasus keuangan negara senilai 442 miliar berhasil diselamatkan atas penyidikan perkara korupsi sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat 18,5 persen dibanding tahun 2020,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Tidak hanya melakukan penidakan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui perbaikan sistem secara terukur melalui perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia.

BACA JUGA  Polri Selidiki Dugaan Investasi Bodong Koperasi Syariah 212 Mart
BACA JUGA  Polri Tangkap 392 Teroris di 6 Provinsi, Jatim dan Sumut Terbanyak

Sebab, kata Listyo Sigit, hasil penelitian menunjukan bahwa angka peningkatan IPK sebesar 1 poin berkontribusi terhadap peningkatan Gross Domestic Product sebesar 1,7 persen atau Rp 273 triliun.

“Untuk penguatan upaya pemberantasan korupsi, Polri juga telah merekrut 44 mantan pegawai KPK dengan mengedepankan upaya pencegahan korupsi dan pengembalian keuangan negara,” beber mantan Kapolda Banten ini.

Disisi lain, Mantan Kadiv Propam ini menambahkan, sepanjang tahun 2021 Polri telah mengungkap 324 kasus tindak pidana kejahatan kekayaan alam berupa ilegal loging, 350 ilegal mining dan 35 kasus ilegal fishing.

BACA JUGA  Kapolda Sumut Ajak Masyarakat 3 Kabupaten Gunakan Hak Pilih PSU
BACA JUGA  Pemdes Lemahbang Dewo Gelar Penetapan Musdes SDGs

“Total kasus yang diselesaikan sebanyak 247 kasus dari 557 kasus,” kata Listyo Sigit.

Penegakan hukum tegas kepada pelaku perusak alam ini, merupakan komitmen Polri dalam melindungi kekayaan alam Indonesia dari perusak hutan lindung yang mengakibatkan bencana alam.

Sumber: Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolri Ungkap 2 Kasus Penghimpunan Dana Ilegal yang Merugikan Masyarakat Rp 6,2 Triliun
Artikel berikutnyaDirkrimsus Polda Metro Jaya Bantah Ada Anak Kecil Kerja Pinjol Ilegal di Pantai Indah Kapuk