Beranda PEMERINTAH Tidak Terbukti Bersalah, Hakim Tipikor Vonis Bebas Khasiman Terdakwa Korupsi Proyek Jalan...

Tidak Terbukti Bersalah, Hakim Tipikor Vonis Bebas Khasiman Terdakwa Korupsi Proyek Jalan Muara Situlen – Gelombang

Radar BI, Banda Aceh | Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang, akhirnya Majelis Hakim Tipikor PN Banda Aceh vonis bebas Khasiman alias Sotong (berusia 41 tahun). Salah seorang terdakwa perkara tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang, di Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2018, Jum’at (19/11/2021) siang,

“Menyatakan terdakwa II Khasiman alias Sotong Bin Johan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut umum.

Membebaskan terdakwa II Khasiman alias Sotong Bin Johan oleh karena itu dari semua dakwaan penuntut umum (Vrijspraak) dan nemerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya”, ucap Ketua Majelis Hakim Sadri,. SH,. MH seraya mengetuk palu.

BACA JUGA  Wakapolda Jatim: Rakernis Ini Dapat Dijadikan Sebagai Momentum Strategis Meningkatkan Kemampuan Profesi
BACA JUGA  Sambangi KPK, Kabareskrim Polri Sepakat Perkuat Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Terdakwa Khasiman Alias Sotong bersama penasehat hukum Catur Ramadani,. SH,. MH dan Togar Lubis,. SH,. MH saat keluar dari Rutan Banda Aceh, Kamis (19/11/2021).

Menanggapi putusan bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejati Aceh menyatakan akan pikir-pikir sebelum mengajukan kasasi atas putusan bebas tersebut.

Pasca putusan dibacakan, Penasehat Hukum Terdakwa Catur Ramadani,SHI, MH, Togar Lubis., SH,. MH, dan Suherman Nasution,. SH,. MH dan Irhan Parlin Lubis,. SH,. MH menyatakan sangat mengapresiasi putusan majelis hakim Tipikor PN Banda Aceh tersebut yang telah membebaskan klien mereka.

“Sejak awal kami menilai ada yang janggal dalam proses hukum dengan ditetapkannya Khasiman sebagai tersangka dalam perkara ini. Soalnya, Khasiman hanyalah seseorang yang bekerja atau makan gaji dari pelaksana proyek yaitu terdakwa lain bernama Kariyadi Bin Ahmaddin”, ujar Catur Ramadani.

BACA JUGA  2 Pejabat Dinas Perdagangan Jadi Tersangka Korupsi
BACA JUGA  Operasi Pekat Kieraha 2021, Polda Malut Musnahkan Ribuan Liter Miras

Ditambahkan juga oleh penasehat hukum terdakwa lainnya yakni Togar Lubis bahwa penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh.

Dalam perkara ini dinilai aneh sebab menyatakan kerugian negara yang timbul dalam proyek tersebut adalah sebesar Rp.4,2 Milyar. Padahal angka tersebut adalah nilai proyek untuk bahu jalan Muara Situlen – Gelombang di Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2018.

“Angka Rp. 4,2 milyar tersebut adalah nilai proyek untuk pembangunan bahu jalan Muara Situlen – Gelombang, di Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2018 dan pengerjaan pembangunan jalan tersebut telah selesai dilaksanakan oleh pelaksana proyek yaitu CV. Pemuda Aceh konstruksi pada akhir tahun 2018.

BACA JUGA  2 Kapolsek dan Kasat Lantas Polrestabes Palembang Terima Penghargaan dari Pewarta Pokja
BACA JUGA  Kontak Tembak dengan Prajurit TNI, Satu Anggota KSB Tewas

Lebih lanjut, telah telah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh pada tanggal 09 April 2019 dan hanya menemukan kelebihan bayar sebesar Rp.127.297.980,-.

Dan kelebihan bayar tersebut telah dikembalikan oleh Pelaksana Proyek ke kas Provinsi Aceh pada tanggal 3 Juli 2019 dan anehnya BPKP tidak melakukan Koordinasi dengan BPK Perwakilan Aceh yang sudah melakukan audit, pungkasnya.

Sumber: M. Irwan.
Editor: M. Farhan.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaAncaman Hukuman 15 Tahun Penjara, Polri: Ustaz Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat Terlibat Pendanaan Teroris JI
Artikel berikutnyaAntusias Warga Ikut Vaksinasi, Irwan Basir: Bentuk Ikhtiar Agar Pandemi Covid-19 Segera Berakhir