Radar Berita Indonesia – Hubungan persahabatan antara Kota Padang, Sumatera Barat, dengan Kota Hildesheim, Jerman, memasuki babak baru. Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Kota Hildesheim meresmikan Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau, Kota Padang, Jumat (7/8/2026).
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim, Jerman, Dr. Ingo Meyer. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta pembukaan selubung papan nama jembatan oleh kedua kepala daerah.
Keberadaan Jembatan Hildesheim tidak hanya dipandang sebagai bagian dari infrastruktur kawasan Batang Arau, tetapi juga menjadi simbol hubungan kerja sama dan persahabatan antara dua kota yang berbeda negara dan benua.
Hubungan Kota Padang dengan Kota Hildesheim telah berlangsung sejak 1988. Pemerintah Kota Hildesheim mencatat kerja sama tersebut secara resmi dimulai pada 20 Juni 1988 melalui pembentukan hubungan kerja sama antarpemerintahan.
Simbol Hubungan Sister City
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa peresmian Jembatan Hildesheim memiliki makna khusus bagi hubungan kedua kota. Jembatan tersebut menjadi salah satu penanda nyata hubungan sister city yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Fadly, momentum peresmian semakin bermakna karena dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
“Hubungan Padang dan Hildesheim bukan sekadar hubungan antarpemerintah, tetapi telah berkembang menjadi hubungan persahabatan yang melibatkan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, lingkungan, serta berbagai bidang kerja sama lainnya,” ujar Fadly dalam kesempatan tersebut.
Ia menilai, perjalanan hubungan Padang dan Hildesheim selama hampir empat dekade menunjukkan bahwa kerja sama antarkota dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Bagi Kota Padang, keberadaan jembatan yang menggunakan nama Hildesheim juga memiliki pesan simbolis. Nama tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa hubungan internasional tidak selalu hanya dibangun melalui hubungan antarnegara, tetapi juga dapat tumbuh dari kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat.
Dari Hubungan Akademik Menuju Sister City
Sejarah hubungan Padang dan Hildesheim memiliki akar yang lebih panjang. Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Hildesheim, pada 1986 sejumlah profesor dari HAWK mengunjungi Universitas Bung Hatta di Padang. Kunjungan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar berkembangnya hubungan antara kedua kota.
Dua tahun kemudian, pada 1988, hubungan tersebut berkembang menjadi kerja sama antarpemerintahan. Pemerintah Kota Hildesheim mencatat pembentukan hubungan administratif antara Hildesheim dan Padang pada 20 Juni 1988.
Kerja sama kemudian berkembang ke bidang pendidikan. Pada 1990, HAWK dan Universitas Bung Hatta menjalin kerja sama resmi. Hubungan tersebut antara lain pernah mendorong pertukaran mahasiswa dan berbagai bentuk kerja sama akademik.
Dalam perkembangannya, hubungan Padang–Hildesheim tidak hanya terbatas pada pendidikan. Kerja sama juga menyentuh bidang pemerintahan, sosial budaya, lingkungan, serta pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarkedua kota.
Pemerintah Kota Padang pada Januari 2026 juga menyatakan bahwa hubungan sister city Padang–Hildesheim akan diperkuat melalui program yang lebih konkret, termasuk rencana kerja sama yang berkaitan dengan revitalisasi kawasan Batang Arau dan pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Jembatan sebagai Simbol Persahabatan
Pembangunan Jembatan Hildesheim di Padang juga memiliki konteks yang menarik dalam sejarah hubungan kedua kota.
Sebelumnya, Kota Hildesheim di Jerman telah membangun sebuah jembatan yang diberi nama “Padang Brücke” sebagai bentuk penghargaan terhadap hubungan sister city dengan Kota Padang. Jembatan tersebut diresmikan pada 2022 ketika Hendri Septa menjabat sebagai Wali Kota Padang.
Peresmian Padang Brücke di Hildesheim saat itu menjadi simbol hubungan kedua kota yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade. Pemerintah Kota Hildesheim menyebut pembangunan jembatan tersebut sebagai bagian dari penghargaan terhadap hubungan kerja sama dengan Padang.
Kini, kehadiran Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau memperkuat simbol tersebut dari sisi Kota Padang. Jika Hildesheim memiliki Padang Brücke, maka Padang kini memiliki Jembatan Hildesheim sebagai penanda hubungan persahabatan kedua kota.
Bagian dari HJK Padang ke-357
Peresmian Jembatan Hildesheim juga menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357.
Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah menyebut peresmian jembatan tersebut sebagai salah satu agenda yang memiliki nilai sejarah dalam rangkaian HJK Padang 2026. Agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan kota kembar Padang dan Hildesheim.
Fadly Amran menegaskan bahwa perjalanan panjang Kota Padang harus diiringi dengan kemampuan untuk menjaga sejarah sekaligus membangun masa depan.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Nilai sejarah, kebudayaan, hubungan antarmasyarakat, serta kerja sama internasional juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan daya saing kota.
“Di usia Kota Padang yang telah mencapai 357 tahun, kita ingin terus menjaga sejarah, memperkuat kebudayaan dan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Memperkuat Hubungan Padang-Hildesheim
Wali Kota Hildesheim Dr. Ingo Meyer turut menempatkan hubungan dengan Padang sebagai salah satu bagian penting dari jaringan kerja sama internasional Kota Hildesheim.
Hubungan kedua kota telah berlangsung sejak 1988 dan hingga kini tetap dikembangkan melalui berbagai bentuk komunikasi, kunjungan, kerja sama serta proyek bersama.
Pemerintah Kota Hildesheim pada 2025 juga menegaskan bahwa hubungan tersebut terus hidup melalui jaringan hubungan profesional, kontak antarmasyarakat dan berbagai proyek bersama.
Dengan demikian, Jembatan Hildesheim di Batang Arau bukan sekadar nama sebuah jembatan. Kehadirannya menjadi penanda perjalanan hubungan Padang–Hildesheim yang telah melewati berbagai generasi.
Di tengah perkembangan Kota Padang sebagai kota metropolitan di pesisir barat Sumatera, jembatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari wajah kawasan Batang Arau sekaligus pengingat bahwa pembangunan kota juga dapat berjalan beriringan dengan penguatan hubungan internasional.
Peresmian Jembatan Hildesheim pada momentum HJK Padang ke-357 akhirnya menjadi titik temu antara sejarah, pembangunan dan diplomasi antarkota.
Dari Padang ke Hildesheim, dan dari Hildesheim kembali ke Padang, hubungan kedua kota terus dibangun melalui sebuah jembatan persahabatan yang diharapkan tidak hanya menghubungkan dua sisi kawasan, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat kedua kota untuk masa mendatang.
Sumber: Dedet Candra.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


