Radar Berita Indonesia – Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Dt. Sati, resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan LKAAM Kota Sawahlunto periode 2026-2031.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Hotel Saka, Kota Sawahlunto, pada Kamis, 16 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, niniak mamak, serta pemuka adat se-Kota Sawahlunto.
Sebelum prosesi pelantikan, rombongan terlebih dahulu mengikuti arak-arakan dari kediaman resmi Wali Kota Sawahlunto menuju lokasi acara. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dalam momentum pengukuhan kepengurusan LKAAM Kota Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Fauzi Bahar menekankan bahwa LKAAM memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya, serta nilai-nilai moral masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, kepengurusan LKAAM yang baru harus mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan sosial yang dapat memengaruhi generasi muda.
“LKAAM harus menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Peran niniak mamak sangat krusial dalam membimbing anak kemenakan di era digital ini,” ujar Fauzi Bahar.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran niniak mamak dalam memberikan pembinaan kepada anak kemenakan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Fauzi Bahar berharap pengurus LKAAM Kota Sawahlunto periode 2026-2031 tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mampu memperkuat pembinaan adat dan menjadi bagian dari upaya menjaga generasi muda dari berbagai persoalan sosial, termasuk pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Sawahlunto periode 2026–2031, Ir. Dahler Dt. Panghulu Sati, menyampaikan komitmennya untuk segera menjalankan sejumlah program strategis organisasi.
Dahler mengatakan, penguatan konsolidasi internal menjadi salah satu fokus awal kepengurusannya. Selain itu, LKAAM Kota Sawahlunto juga akan mendorong penguatan kembali peran peradilan adat di tingkat nagari serta meningkatkan literasi dan pemahaman adat di kalangan generasi muda.
Menurutnya, penguatan kelembagaan adat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai adat Minangkabau tetap dipahami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya oleh generasi muda di Kota Sawahlunto.
Pelantikan dan pengukuhan tersebut kemudian ditutup dengan ucapan selamat dari para tamu undangan kepada pengurus LKAAM Kota Sawahlunto yang baru dilantik. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bajamba dan foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta pemangku adat Kota Sawahlunto.
Sumber: Ade
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo


