Radar Berita Indonesia – Turnamen Bulutangkis Wali Kota Padang Cup Tingkat Sumatera Barat Tahun 2026 resmi dibuka oleh Anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, ST, MT, di Hall Badminton Raudah Jaya, Jumat (23/10/2026). Kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (25/10/2026) ini diikuti 116 peserta dari delapan kabupaten dan kota berdasarkan data registrasi panitia.
Turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan atlet bulutangkis, khususnya di Kota Padang, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain untuk meningkatkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengukur hasil latihan melalui kompetisi.
Ketua Pelaksana Turnamen, Deni Darlizon, mengatakan keterlibatan atlet dari berbagai daerah diperlukan untuk menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif. Menurutnya, turnamen dengan cakupan peserta yang lebih luas dapat membantu atlet mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi.
“Tidak semua kegiatan yang kami gelar nantinya hanya berskala Kota Padang. Ada saatnya PBSI mengadakan turnamen tingkat kota, tingkat Sumatera Barat, bahkan tingkat Sumatera. Kami membutuhkan kompetitor dari luar daerah agar atlet dapat menghadapi persaingan yang lebih tinggi dan kemampuan mereka bisa terukur,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan dengan cakupan berbeda merupakan bagian dari strategi pembinaan. Melalui pertandingan yang kompetitif, pelatih dapat mengevaluasi kemampuan atlet, mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki, serta menyusun program latihan yang lebih terarah.
Deni juga menyampaikan apresiasi kepada Rusdi atas dukungannya terhadap penyelenggaraan turnamen. Ia berharap dukungan terhadap pembinaan bulutangkis dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kesempatan bagi atlet muda untuk mengikuti kompetisi.
PBSI Siapkan Padang Open 2026
Dalam kesempatan tersebut, Deni mengungkapkan bahwa PBSI Kota Padang merencanakan penyelenggaraan Padang Open pada akhir November atau awal Desember 2026. Turnamen itu direncanakan berlangsung di Hall Bulutangkis Semen Padang dengan dukungan Ketua Umum KONI Kota Padang.
Informasi tersebut disampaikan lebih awal agar klub dan pelatih dapat mempersiapkan atlet sejak dini, termasuk menyesuaikan program latihan dengan jadwal pertandingan.
Deni berharap pada 2027 dapat diselenggarakan dua agenda turnamen bulutangkis, yakni sekitar Juli bertepatan dengan masa libur sekolah dan pada Desember. Ia juga mendorong agar kalender kompetisi disusun lebih teratur sehingga klub memiliki kepastian dalam merencanakan pembinaan atlet.
“Kami berharap pada 2027 bisa terlaksana dua event dalam satu tahun. Untuk mewujudkannya, kami akan berupaya menjalin komunikasi dengan para anggota DPRD agar dukungan terhadap pembinaan dan kompetisi bulutangkis dapat terus ditingkatkan,” katanya.
KONI Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini
Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, menekankan pentingnya pembinaan atlet bulutangkis sejak usia dini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan klub-klub bulutangkis dari Kota Padang serta peserta dari berbagai daerah, termasuk Pasaman, Solok Selatan, dan Pariaman.
Menurutnya, kehadiran atlet dari luar daerah memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana evaluasi bagi pelatih dan organisasi olahraga dalam meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami dari KONI Kota Padang terus mendorong terselenggaranya kejuaraan kelompok umur. Kompetisi seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada atlet-atlet muda agar terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi,” ujar Erianto.
Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Anak Nagari Cup di Hall ATT, Balai Baru, serta Padang Open dengan cakupan peserta dari wilayah Sumatera. Kedua agenda tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bertanding dan meningkatkan daya saing atlet bulutangkis Kota Padang.
Erianto menegaskan, pembinaan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan PBSI, klub, pelatih, ofisial, dan orang tua. Seluruh pihak diharapkan mampu merangkul atlet potensial agar mereka memperoleh kesempatan berkembang dan memperkuat daerahnya sendiri.
Hasil Porprov Jadi Bahan Evaluasi
Erianto juga menyoroti hasil cabang olahraga bulutangkis Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, PBSI Kota Padang meraih satu medali emas dari nomor tunggal putra serta dua medali perak.
Capaian tersebut dinilai patut diapresiasi, tetapi tetap perlu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi mendatang.
“Kami berharap PBSI Kota Padang terus melakukan evaluasi, memperkuat pembinaan, dan mempersiapkan atlet secara lebih terarah. Target ke depan harus lebih tinggi, sehingga kita bisa bersaing untuk meraih gelar juara umum,” tegasnya.
Ia berharap evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas latihan, kesiapan mental atlet, pemetaan potensi pemain, hingga penyusunan agenda kompetisi yang mendukung pencapaian prestasi.
Erianto turut menyampaikan apresiasi kepada Rusdi atas dukungan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk mendukung kegiatan bulutangkis. Ia berharap sinergi antara pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Kota Padang.
Rusdi Tekankan Sportivitas dan Peran Orang Tua
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, ST, MT, menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan atlet bulutangkis. Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan kemenangan, tetapi juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental bertanding generasi muda.
Rusdi menjelaskan, kegiatan tersebut semula direncanakan berlangsung pada awal September 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Partai Demokrat pada 9 September. Namun, karena keterbatasan waktu persiapan dan adanya agenda olahraga tingkat provinsi, pelaksanaannya dijadwalkan ulang menjadi 23-25 Oktober 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPC Partai Demokrat Kota Padang, Surya Jufri Witel, beserta jajaran pengurus yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Kepada para atlet, Rusdi berpesan agar memanfaatkan kejuaraan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjalani pertandingan dengan sungguh-sungguh, serta menghormati lawan dan keputusan wasit.
“Saya berharap anak-anak kita yang akan bertanding dapat meraih prestasi setinggi-tingginya. Bertanding lah dengan sungguh-sungguh dan niatkan untuk memberikan yang terbaik. Ke depan, kalian berpeluang membawa nama Kota Padang dalam berbagai kejuaraan. Karena itu, persiapkan diri sejak sekarang,” ujarnya.
Menurut Rusdi, prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, mental yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk terus memperbaiki kekurangan.
Ia menegaskan bahwa sportivitas harus menjadi bagian penting dari pembinaan. Atlet perlu belajar menerima kemenangan maupun kekalahan secara dewasa, menghargai lawan, menjaga sikap, dan mematuhi aturan pertandingan.
Orang Tua Berperan Penting dalam Pembinaan Atlet
Rusdi secara khusus mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan atlet muda. Dukungan keluarga, menurutnya, tidak cukup hanya diberikan ketika anak mengikuti pertandingan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua diharapkan memperhatikan kesehatan, pola makan, waktu istirahat, serta kedisiplinan anak dalam menjalani latihan. Pendampingan tersebut diperlukan agar atlet dapat berkembang secara optimal tanpa kehilangan kegembiraan dalam berolahraga.
“Saya meminta kepada para orang tua agar mendukung anak-anak kita dengan sungguh-sungguh. Tolong perhatikan kesehatan mereka, jaga waktu istirahatnya, dan pastikan pola makannya tetap baik. Semua itu penting agar mereka bisa menjalani latihan dan pertandingan dengan kondisi yang prima,” ungkap Rusdi.
Ia menilai keberhasilan atlet merupakan hasil proses panjang yang membutuhkan kerja sama antara atlet, pelatih, keluarga, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah. Karena itu, pembentukan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan bermain.
Sebagai anggota DPRD Kota Padang dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Lubuk Begalung dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Rusdi menyatakan kesiapannya mendukung pembinaan bulutangkis sesuai kapasitas dan kewenangannya.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait dapat terus diperkuat agar penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan atlet berjalan lebih terencana.
“Saya siap mendukung pembinaan PBSI Kota Padang. Untuk persoalan kejuaraan dan pengembangan olahraga ke depan, tentu perlu kita pikirkan dan koordinasikan bersama sesuai dengan kemampuan serta mekanisme yang berlaku,” katanya.
Melalui Turnamen Bulutangkis Wali Kota Padang Cup 2026, para pemangku kepentingan berharap pembinaan atlet muda semakin terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara KONI, PBSI, klub, pelatih, orang tua, dan pihak pendukung diharapkan mampu melahirkan atlet bulutangkis berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Padang di tingkat Sumatera Barat maupun nasional.(DP)



