Radar Berita Indonesia – Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup II Tahun 2026 resmi digelar selama tiga hari, mulai Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026), di ADT Badminton Hall, Balai Baru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kejuaraan yang menjadi salah satu wadah pembinaan dan pengembangan atlet bulutangkis usia dini hingga remaja tersebut diikuti sebanyak 71 atlet dari lima kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat.
Pembukaan Anak Nagari Cup II Tahun 2026 berlangsung pada Jumat sore dengan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, kepolisian, organisasi olahraga, pengurus KONI Kota Padang, PBSI Kota Padang, serta para pelatih dan orang tua atlet.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga bulutangkis sejak usia dini sekaligus memberikan ruang kompetisi bagi atlet-atlet muda untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan prestasi.
Ketua Pelaksana Anak Nagari Cup II Tahun 2026, Akhiruddin, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis, khususnya pada kelompok umur di Sumatera Barat.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini dilaksanakan berdasarkan program kerja KONI Kota Padang serta program pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis di Kota Padang.
“Tujuan pelaksanaan turnamen ini adalah meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis, sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Akhiruddin.
Dalam pelaksanaannya, Anak Nagari Cup II mempertandingkan lima nomor pertandingan, yakni tunggal pra-usia dini putra, tunggal usia dini putra, tunggal anak-anak putra, tunggal remaja putra, serta tunggal remaja putri.
Selain menjadi ajang kompetisi dan evaluasi pembinaan atlet, turnamen ini juga menghadirkan persaingan memperebutkan piala bergilir Anak Nagari Cup.
Akhiruddin menjelaskan, pada penyelenggaraan pertama, piala bergilir tersebut berhasil diraih oleh PB KONI Provinsi Sumatera Barat. Pada edisi kedua ini, piala kembali diperebutkan untuk menentukan klub yang mampu meraih gelar juara.
Dari sisi pendanaan, kegiatan ini memperoleh dukungan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pembinaan dan pengembangan olahraga, khususnya cabang bulutangkis.
Melalui penyelenggaraan Anak Nagari Cup II Tahun 2026, panitia berharap dapat melahirkan atlet-atlet bulutangkis muda potensial yang mampu berkembang dan bersaing dalam kejuaraan tingkat daerah maupun tingkat yang lebih tinggi.
Erianto Tegaskan Komitmen KONI, Anggaran PBSI 2027 Dipersiapkan Rp960 Juta
Dalam sambutannya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, menegaskan komitmen KONI dalam mendukung pengembangan dan pembinaan olahraga, khususnya cabang olahraga bulutangkis di Kota Padang.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan program kerja, perencanaan anggaran, serta penyelenggaraan kejuaraan secara berkesinambungan guna menciptakan ruang kompetisi dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Erianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PBSI Kota Padang yang telah berinisiatif menyelenggarakan Anak Nagari Cup II sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun kedua, tetapi dapat terus dilanjutkan hingga menjadi agenda pembinaan olahraga yang berkesinambungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PBSI Kota Padang yang pada hari ini telah melaksanakan kegiatan Anak Nagari Cup II. Insyaallah, ke depan kita akan mempersiapkan penyelenggaraan Anak Negeri Cup III. KONI bersama PBSI juga akan menyusun program-program pembinaan dan kejuaraan yang lebih terarah untuk mendukung perkembangan bulutangkis di Kota Padang,” ujar Erianto.
Menurutnya, sinergi antara KONI dan PBSI sangat diperlukan agar setiap program pembinaan dapat berjalan secara terencana, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan atlet.
Selain menyoroti kesinambungan pembinaan, Erianto juga memberikan perhatian terhadap koordinasi penyusunan kalender kegiatan olahraga.
Ia mengungkapkan bahwa pada hari yang sama terdapat tiga agenda kegiatan bulutangkis yang berlangsung secara bersamaan, yakni PAUD Cup, Anak Nagari Cup II, dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi bagi PBSI Kota Padang agar penyelenggaraan kegiatan berikutnya dapat diatur lebih baik dan tidak saling berbenturan.
“Ini menjadi salah satu evaluasi bagi PBSI Kota Padang. Ke depan, jangan sampai ada lagi kegiatan yang jadwal pelaksanaannya bertabrakan. Kalender kejuaraan harus disusun dengan baik melalui koordinasi bersama, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan maksimal dan tidak mengurangi efektivitas pembinaan atlet,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erianto menyampaikan bahwa dukungan terhadap pembinaan bulutangkis akan diperkuat melalui perencanaan anggaran tahun 2027.
Ia menyebutkan, anggaran yang dipersiapkan untuk mendukung kegiatan PBSI Kota Padang mencapai Rp960 juta.
Anggaran tersebut diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang berbagai program pembinaan, pelaksanaan kejuaraan, serta peningkatan kualitas atlet.
“Anggaran yang telah kita persiapkan untuk kegiatan PBSI pada tahun 2027 mencapai Rp960 juta. Kami berharap anggaran tersebut dapat ditata dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dukungan ini bukan hanya berasal dari KONI, tetapi juga ada anggota DPRD yang memberikan perhatian melalui pokok-pokok pikiran untuk kegiatan olahraga,” ungkapnya.
Erianto menegaskan bahwa kemajuan olahraga tidak dapat hanya dibebankan kepada KONI. Diperlukan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, anggota DPRD, pengurus cabang olahraga, klub, pelatih, serta masyarakat.
Ia juga menyatakan akan mendorong komunikasi dan koordinasi bersama anggota DPRD Kota Padang agar dukungan anggaran melalui pokok-pokok pikiran dapat semakin memperkuat pembinaan berbagai cabang olahraga.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan semangat pembangunan olahraga Pemerintah Kota Padang melalui program Padang Juara dan Padang Berlomba yang diusung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Tekankan Pembinaan Sejak Usia Dini dan Peran Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, Erianto turut memberikan perhatian khusus kepada para orang tua yang telah mendukung dan mendampingi anak-anak mereka mengikuti berbagai kejuaraan olahraga.
Ia menilai, keberhasilan melahirkan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kedisiplinan, latihan terarah, serta pembinaan berjenjang mulai dari usia dini, kelompok anak-anak, remaja, hingga tingkat pemuda dan atlet dewasa.
Karena itu, kejuaraan seperti Anak Nagari Cup II memiliki arti penting sebagai wadah untuk mengenali, mengembangkan, sekaligus mengukur potensi dan kemampuan generasi muda dalam bidang olahraga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anak-anak kita yang mengikuti kejuaraan ini, serta kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan dan mendampingi mereka. Atlet berprestasi tidak lahir begitu saja. Semuanya membutuhkan proses pembinaan sejak usia dini hingga mereka mampu berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi, Erianto juga menilai kegiatan olahraga mempunyai peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk mengurangi kenakalan remaja, termasuk tawuran antar pelajar.
Melalui kegiatan olahraga yang terarah, anak-anak dan remaja dapat mengisi waktu dengan aktivitas produktif, membangun kedisiplinan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengembangkan rasa tanggung jawab.
Ia menegaskan, KONI Kota Padang siap mendukung program Pemerintah Kota Padang dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat sekaligus menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
“KONI Kota Padang sangat mendukung program Pemerintah Kota Padang. Kami siap bersama-sama mewujudkan semangat Padang Juara dan Padang Berlomba melalui pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sehingga potensi anak-anak dan generasi muda Kota Padang dapat berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Erianto secara resmi membuka Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup II Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan Anak Nagari Cup II Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Erianto.
Deni Darlizon Dorong Kompetisi Berkelanjutan, PBSI Siapkan Program 2027
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Padang, Deni Darlizon, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan dan kompetisi bulutangkis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan serta prestasi atlet di Kota Padang.
Dalam sambutannya, Deni menyampaikan bahwa keberlangsungan berbagai turnamen merupakan salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga bulutangkis yang lebih aktif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan, sejumlah kegiatan bulutangkis yang telah diselenggarakan sebelumnya menjadi bukti bahwa geliat olahraga tersebut terus diupayakan agar tetap eksis di Kota Padang.
Karena itu, PBSI Kota Padang berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Deni juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para anggota DPRD Kota Padang yang telah menunjukkan perhatian serta kepedulian terhadap perkembangan olahraga bulutangkis.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, khususnya melalui penyediaan anggaran kegiatan olahraga, harus dimanfaatkan secara optimal dan diarahkan untuk kepentingan pembinaan atlet.
“Kami berharap dukungan dan anggaran yang telah disediakan ini benar-benar membawa manfaat yang jelas bagi perkembangan bulutangkis. Dengan adanya kompetisi, para pembina dan klub akan semakin termotivasi untuk mempersiapkan atletnya masing-masing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa turnamen merupakan kesempatan bagi atlet untuk mengukur sekaligus membuktikan kemampuan yang selama ini telah dibangun melalui proses latihan di klub masing-masing.
Karena itu, ia mengharapkan seluruh peserta, pelatih, dan pengurus klub tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan atau perolehan gelar juara.
Evaluasi terhadap kemampuan individu atlet, strategi permainan, kualitas latihan, serta pola pembinaan di setiap klub juga harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, hasil pertandingan hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama agar berbagai kekurangan yang ditemukan dapat diperbaiki melalui program latihan yang lebih terarah dan berkesinambungan.
“Melalui event seperti ini, atlet dapat mengukur kemampuannya, sementara klub juga bisa melakukan evaluasi terhadap hasil pembinaan. Kami berharap setelah pertandingan ini ada perbaikan dan peningkatan kualitas, baik dari sisi atlet maupun klub,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan program, Deni mengungkapkan bahwa PBSI Kota Padang telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD Kota Padang, untuk membicarakan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan bulutangkis pada 2027.
Dari komunikasi tersebut, menurutnya, telah tersedia dukungan anggaran sekitar Rp100 juta yang dipersiapkan untuk menunjang kegiatan bulutangkis pada tahun mendatang.
“Alhamdulillah, untuk kegiatan bulutangkis tahun 2027, kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk para anggota dewan. Insyaallah, sudah ada dukungan anggaran sekitar Rp100 juta untuk kegiatan yang akan kita laksanakan nantinya,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam memperbanyak agenda kompetisi sekaligus memperluas kesempatan bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding.
Deni juga menyoroti bahwa penyelenggaraan turnamen di Kota Padang tidak hanya memberikan manfaat bagi atlet dan klub tuan rumah, tetapi turut menjadi daya tarik bagi klub-klub dari kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang membutuhkan ruang kompetisi untuk mengembangkan kemampuan atletnya.
Ia mengakui, apabila dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat, intensitas penyelenggaraan kegiatan bulutangkis di Kota Padang masih perlu ditingkatkan.
Oleh sebab itu, ia berharap dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI Kota Padang, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat terus diperkuat.
Menurutnya, Kota Padang memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan kompetisi yang dapat memberikan ruang pembinaan dan peningkatan prestasi, tidak hanya bagi atlet Kota Padang, tetapi juga bagi perkembangan bulutangkis di tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Menutup sambutannya, Deni mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta serta mengapresiasi kehadiran orang tua atlet yang turut memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga bulutangkis.
Ia berharap Turnamen Anak Nagari Cup II Tahun 2026 dapat berlangsung lancar, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan pengalaman dan manfaat bagi seluruh atlet yang berpartisipasi.
Bagi PBSI Kota Padang, keberhasilan sebuah turnamen bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, melainkan sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berkualitas dan memperkuat pembinaan bulutangkis secara berkelanjutan.
Dispora Padang Dukung Pengembangan Olahraga dan Pembinaan Atlet
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Adlin Gusmar, menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya mendukung berbagai kegiatan olahraga yang dilaksanakan di Kota Padang.
Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan visi dan semangat pembangunan olahraga Pemerintah Kota Padang melalui slogan “Padang Berlomba, Padang Berolahraga”.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun prestasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat pembinaan atlet di Kota Padang.
Adlin turut menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan kepedulian anggota DPRD Kota Padang yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan olahraga melalui berbagai program dan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kota Padang yang telah menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan olahraga. Dukungan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan dan pembinaan olahraga di Kota Padang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki aturan dan mekanisme tersendiri dalam pengelolaan anggaran olahraga.
Karena itu, setiap kegiatan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Hal tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait dukungan anggaran maupun pembagian peran antara Dispora dan KONI.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, PBSI, serta seluruh insan olahraga dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, kegiatan pertandingan dan pembinaan atlet dapat berjalan secara terencana dan berkesinambungan.
“Ke depan, kita berharap kegiatan olahraga di Kota Padang semakin berkembang. Tidak hanya sebatas menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga bagaimana membangun pembinaan yang berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mengharumkan nama Kota Padang,” tutupnya.
Perkuat Sinergi Pembinaan Olahraga Kota Padang
Penyelenggaraan Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup II Tahun 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara KONI Kota Padang, PBSI Kota Padang, Pemerintah Kota Padang melalui Dispora, DPRD, klub, pelatih, atlet, dan orang tua.
Kejuaraan yang diikuti 71 atlet dari lima kabupaten/kota tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap proses pembinaan yang telah berjalan di masing-masing klub.
Kehadiran berbagai unsur pemangku kepentingan olahraga juga diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, mulai dari kelompok usia dini hingga atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Kegiatan pembukaan tersebut turut dihadiri unsur Polsek Kuranji, PMI Kota Padang, Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo, Sekretaris PBSI Kota Padang Akhiruddin, serta unsur pengurus dan insan olahraga lainnya.
Melalui Anak Nagari Cup II Tahun 2026, diharapkan lahir generasi atlet bulutangkis yang memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Pembinaan yang konsisten, dukungan anggaran yang tepat sasaran, dan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Kota Padang sebagai salah satu daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi di Sumatera Barat maupun tingkat nasional.
Penulisan: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.



