BerandaINTERNASIONALAbdul El-Sayed Cetak Sejarah, Jadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator Amerika...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Jadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator Amerika Serikat

spot_img
Radar Berita Indonesia – Sejarah baru tercipta dalam perpolitikan Amerika Serikat. Abdul El-Sayed, politikus Partai Demokrat keturunan Mesir-Amerika, berhasil memenangkan pemilihan anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari Negara Bagian Michigan.

Kemenangan tersebut menjadikannya sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat dalam sejarah politik Negeri Paman Sam.

Keberhasilan Abdul El-Sayed menjadi sorotan nasional maupun internasional. Selain mencatatkan sejarah sebagai Muslim pertama yang berhasil memenangkan kursi Senat AS, kemenangan politikus berusia 42 tahun tersebut juga memperlihatkan semakin besarnya ruang bagi tokoh progresif dalam kontestasi politik Amerika Serikat.

BACA JUGA  Ledakan Hebat di Markas Polairud, Sejumlah Rumah Warga Ikut Rusak

Dilansir Anadolu Agency dan BBC, Minggu (8/11/2026), Abdul El-Sayed berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan paruh waktu (midterm election) yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026) di Michigan.

Abdul El-Sayed memenangkan perebutan kursi Senat yang sebelumnya ditempati oleh Senator Demokrat Gary Peters, yang memutuskan tidak kembali mencalonkan diri setelah masa jabatannya berakhir.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi keberhasilan penting bagi kelompok progresif di tubuh Partai Demokrat, mengingat El-Sayed selama masa kampanye dikenal membawa agenda perubahan yang cukup kuat, terutama terkait reformasi pelayanan kesehatan, pengurangan biaya hidup, kesejahteraan masyarakat pekerja, serta pembatasan pengaruh kelompok pemodal besar dalam politik.

Perjalanan Politik dan Latar Belakang Keluarga

Abdul El-Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan, Amerika Serikat, dari keluarga imigran asal Mesir. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga keturunan Mesir-Amerika sebelum kemudian menempuh pendidikan tinggi dan membangun karier profesional di bidang kedokteran serta kesehatan masyarakat.

BACA JUGA  Kapolri Bakal Tegur Kapolda dan Kapolres yang Belum Tindak Premanisme

Sebelum terjun ke dunia politik elektoral, Abdul El-Sayed dikenal sebagai akademisi dan praktisi kesehatan masyarakat. Latar belakang pendidikannya menjadi salah satu modal penting dalam membangun reputasi sebagai figur yang menaruh perhatian terhadap persoalan pelayanan kesehatan dan ketimpangan sosial.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di University of Michigan pada 2007. Selanjutnya, Abdul El-Sayed memperoleh gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford pada 2011 melalui program beasiswa bergengsi Rhodes Scholarship.

Tidak berhenti di situ, ia kemudian menyelesaikan pendidikan kedokteran di Columbia University pada 2014.

Karier profesionalnya semakin berkembang ketika pada 2015 dipercaya menjabat sebagai Direktur Kesehatan Kota Detroit, salah satu kota terbesar di Negara Bagian Michigan.

BACA JUGA  Tambang Emas Ilegal Marak di Sijunjung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

Dalam posisi tersebut, Abdul El-Sayed memimpin berbagai upaya pemulihan dan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat Detroit setelah kota itu mengalami krisis keuangan. Ia mengemban jabatan tersebut hingga 2017.

Pengalaman mengelola persoalan kesehatan masyarakat kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. El-Sayed menilai kebijakan publik harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata.

Pernah Kalah dalam Pemilihan Gubernur Michigan

Perjalanan politik Abdul El-Sayed tidak selalu berjalan mulus. Pada 2018, ia pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Michigan melalui Partai Demokrat.

Namun, dalam pemilihan pendahuluan internal partai, ia harus mengakui keunggulan Gretchen Whitmer yang kemudian berhasil memenangkan pemilihan gubernur.

BACA JUGA  Dalam 3 Bulan Terakhir, Kapolda: Menangani Kasus Narkotika dengan Barang Bukti Sebanyak 300 - 500 Kg di Sumut

Kekalahan tersebut tidak membuatnya meninggalkan dunia pelayanan publik. Ia kembali menjalankan tugas di bidang pemerintahan dan kesehatan masyarakat.

Pada 2023 hingga 2025, Abdul El-Sayed dipercaya menjabat sebagai Direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Veteran di Wayne County, wilayah yang mencakup sebagian kawasan Detroit.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejaknya dalam menangani persoalan kesehatan, pelayanan sosial, dan kebutuhan masyarakat.

Pada 2026, Abdul El-Sayed kembali memasuki arena politik elektoral dengan mencalonkan diri sebagai anggota Senat AS dari Michigan.

Menang dalam Persaingan Internal Partai Demokrat

Sebelum menghadapi kandidat Partai Republik dalam pemilihan umum, Abdul El-Sayed terlebih dahulu harus melewati persaingan ketat dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.

BACA JUGA  Tragis, Rumah Dinas Bupati Boalemo Jadi Tempat Konsumsi Narkoba

Ia berhadapan dengan anggota Kongres Haley Stevens, politikus yang dipandang sebagai salah satu representasi kelompok moderat di partainya.

Persaingan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan perbedaan pendekatan politik antara kelompok progresif dan kelompok yang lebih moderat di internal Partai Demokrat.

El-Sayed mengusung agenda perubahan yang lebih luas, sementara Stevens memiliki pendekatan politik yang berbeda dalam sejumlah isu nasional.

Dalam pemilihan pendahuluan yang berlangsung pada Agustus 2026, El-Sayed berhasil mengalahkan Stevens dan memperoleh tiket Partai Demokrat untuk maju dalam pemilihan Senat Michigan.

BACA JUGA  Polda Sumbar Adakan Vaksinasi Covid-19 Gratis, Berikut Ini Jadwal, Lokasi dan Syaratnya

Kemenangannya mendapatkan dukungan sejumlah tokoh progresif berpengaruh di Amerika Serikat, termasuk Senator Bernie Sanders dari Vermont dan anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez dari New York.

Dukungan kedua tokoh tersebut memperkuat posisi El-Sayed sebagai salah satu figur progresif yang diperhitungkan dalam politik nasional Amerika Serikat.

Usung Medicare for All dan Penurunan Biaya Hidup

Dalam kampanye Senat 2026, El-Sayed menawarkan sejumlah program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Salah satu agenda utamanya adalah perluasan akses pelayanan kesehatan melalui program Medicare for All, yakni gagasan sistem pelayanan kesehatan universal yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi.

BACA JUGA  Bola Tangan Padang Berhasil Juara Umum Porprov XVI Sumbar 2026

Selain sektor kesehatan, ia juga mendorong penurunan biaya perumahan, pengurangan pengaruh donor kaya dan perusahaan besar dalam proses politik, serta penguatan kesempatan ekonomi bagi keluarga pekerja.

El-Sayed menilai persoalan biaya hidup, akses kesehatan, dan ketimpangan ekonomi merupakan tantangan mendasar yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.

Ia berupaya membangun dukungan masyarakat melalui pendekatan politik yang menempatkan kebutuhan keluarga pekerja sebagai prioritas kebijakan publik.

Gagasan tersebut menjadi salah satu daya tarik kampanyenya, terutama di tengah meningkatnya perhatian masyarakat Amerika terhadap biaya kebutuhan sehari-hari dan keterjangkauan pelayanan publik.

Sikap Kritis terhadap Kebijakan Amerika Serikat atas Israel

Selain persoalan ekonomi dan kesehatan, sikap El-Sayed terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya dukungan militer kepada Israel, juga menjadi salah satu isu utama selama masa kampanye.

BACA JUGA  Ledakan Hebat di Markas Polairud, Sejumlah Rumah Warga Ikut Rusak

Ia secara terbuka mengkritik dukungan militer Washington kepada Israel dan menyerukan penghentian bantuan militer tanpa syarat.

El-Sayed juga menyebut operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai genosida. Pandangan tersebut menjadi salah satu sumber kontroversi dalam persaingan politiknya.

Sikapnya memunculkan perdebatan di kalangan pemilih maupun sesama politikus Partai Demokrat, terutama terkait hubungan Amerika Serikat dengan Israel dan kebijakan luar negeri Washington di kawasan Timur Tengah.

Perbedaan pandangan tersebut semakin terlihat menjelang pemilihan umum ketika Haley Stevens, mantan pesaingnya dalam pemilihan pendahuluan, secara terbuka memberikan dukungan kepada Mike Rogers.

Keputusan Stevens tersebut diumumkan hanya dua hari sebelum pemungutan suara dan memicu reaksi keras dari sejumlah kalangan Partai Demokrat.

BACA JUGA  Dalam 3 Bulan Terakhir, Kapolda: Menangani Kasus Narkotika dengan Barang Bukti Sebanyak 300 - 500 Kg di Sumut

Meskipun demikian, langkah tersebut tidak berhasil menghalangi kemenangan El-Sayed dalam pemilihan Senat Michigan.

Identitas Muslim Menjadi Sorotan Kampanye

Salah satu aspek yang membuat kontestasi politik El-Sayed mendapatkan perhatian luas adalah identitas keagamaannya sebagai seorang Muslim.

Selama masa kampanye, identitas tersebut beberapa kali menjadi sasaran serangan politik dari Presiden Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik.

El-Sayed menghadapi berbagai tudingan dan pernyataan kontroversial yang mempertanyakan latar belakang serta loyalitasnya terhadap Amerika Serikat.

Ia membantah tuduhan tersebut dan menilai serangan yang menggunakan nama serta identitas agamanya justru mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih mendesak.

BACA JUGA  Semangat Untuk di Vaksinasi, Polisi Genggam Tangan Nenek Usia Lanjut Turun dari Tangga

Menurut El-Sayed, masyarakat seharusnya lebih banyak membicarakan persoalan kenaikan biaya hidup, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, dan kondisi ekonomi keluarga pekerja.

Ia berupaya mengembalikan fokus kampanye kepada isu-isu kebijakan yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, berbagai kontroversi tersebut tidak menghentikan langkah politikus keturunan Mesir-Amerika itu untuk memenangkan persaingan di Michigan.

Membuka Babak Baru Representasi Muslim di Parlemen AS

Terpilihnya Abdul El-Sayed menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi dan representasi politik di Amerika Serikat.

Sebelumnya, warga Muslim Amerika telah memiliki keterwakilan di House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat AS.

BACA JUGA  7 Ayat Alquran Tentang Pentingnya Bersyukur

Keith Ellison mencatatkan sejarah pada 2006 sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat.

Kemudian pada 2018, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Namun, keberhasilan El-Sayed membawa sejarah tersebut ke tingkat yang berbeda. Ia menjadi Muslim pertama yang memenangkan pemilihan untuk menduduki kursi Senat Amerika Serikat.

Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa latar belakang keluarga, identitas keagamaan, dan perbedaan pandangan politik tidak serta-merta menutup peluang seseorang untuk berkompetisi dalam sistem demokrasi Amerika Serikat.

Dengan kemenangan tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah politik El-Sayed berikutnya, terutama bagaimana ia menerjemahkan janji kampanye menjadi kebijakan nyata ketika mulai menjalankan tugasnya sebagai senator.

BACA JUGA  Tragis, Rumah Dinas Bupati Boalemo Jadi Tempat Konsumsi Narkoba

Perjalanan El-Sayed menjadi gambaran bahwa persaingan politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas dan dukungan elite partai, tetapi juga oleh kemampuan kandidat menawarkan gagasan yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kemenangan Abdul El-Sayed bukan sekadar keberhasilan seorang kandidat dalam pemilihan Senat, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi keterwakilan warga Muslim dalam lembaga legislatif tertinggi Amerika Serikat. (*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read