BerandaOLAH RAGAKejuaraan Petanque Antarklub Padang Jadi Uji Kesiapan Atlet Jelang Porprov 2026

Kejuaraan Petanque Antarklub Padang Jadi Uji Kesiapan Atlet Jelang Porprov 2026

Radar Berita Indonesia – Kejuaraan Petanque Antarklub se-Kota Padang 2026 menjadi salah satu ajang pemantapan kemampuan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2026, tersebut digelar di Lapangan Petanque Kompleks Bumi Minang III (BM3), Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kegiatan diikuti sejumlah klub petanque dari Kota Padang dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, Sabtu (26/9/2026).

Klub yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut antara lain Colabora Petanque Club, BM3 Petanque Club, Gurun Laweh Petanque Club, Padang Petanque Club, Bening Nurani Petanque, dan Belibis Petanque Kota Padang.

Kejuaraan Petanque Antarklub se-Kota Padang 2026 ini juga terlaksana melalui dukungan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang, Ja’far, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga petanque di Kota Padang.

Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi antarklub, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan atlet sebelum menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, menegaskan komitmen KONI Kota Padang dalam mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga petanque.

Menurutnya, cabang olahraga tersebut memiliki peluang untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi prestasi bagi Kota Padang.

“Pada hari ini kami dari KONI Kota Padang maupun Pemerintah Kota Padang mendukung kegiatan ini. Salah satunya sejalan dengan program Wali Kota Padang, yaitu Padang Juara dan Padang Berlomba,” ujar Erianto.

Ia mengatakan, kompetisi menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet. Latihan, menurutnya, perlu diikuti dengan pertandingan secara rutin agar atlet memperoleh pengalaman, meningkatkan kemampuan teknis, serta membangun mental menghadapi tekanan kompetisi.

Erianto juga mengapresiasi Pemerintah Kota Padang, Dispora Kota Padang, FOPI Sumatera Barat, FOPI Kota Padang, panitia, klub, pelatih, serta seluruh atlet yang terlibat dalam pelaksanaan kejuaraan.

Menurutnya, perkembangan petanque di Kota Padang perlu didukung dengan pembinaan yang berjenjang serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kita tentu sangat bersyukur karena petanque, khususnya di Kecamatan Kuranji, bisa berkembang. Mudah-mudahan semakin banyak klub yang hadir dan semakin banyak atlet yang dapat dibina,” katanya.

Fokus Persiapan Porprov 2026

Erianto juga meminta atlet petanque Kota Padang memaksimalkan waktu persiapan menjelang Porprov Sumbar 2026 yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026.

“Siap-siaplah menghadapi Porprov 2026. Porprov tetap dilaksanakan pada 2 sampai 14 Oktober 2026,” tegasnya.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan FOPI Kota Padang dapat melahirkan atlet yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga pada level nasional hingga internasional.

“Harapan kita nantinya atlet-atlet petanque juga mampu mengharumkan nama Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan Indonesia di tingkat dunia,” tuturnya.

Erianto menekankan bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses. Mulai dari pencarian bibit, pembinaan klub, latihan terprogram, kompetisi berjenjang, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.

“Padang Juara bukan hanya menjadi slogan. Prestasi itu harus diwujudkan melalui kerja keras, pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan,” katanya.

Erianto kemudian secara resmi membuka Kejuaraan Petanque Antarklub se-Kota Padang 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan Petanque Antarklub se-Kota Padang secara resmi kita buka,” ucapnya.

FOPI Padang Tekankan Mental dan Kesungguhan Atlet

Ketua FOPI Kota Padang, Ja’far, mengatakan kejuaraan antarklub menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi Porprov Sumbar 2026. Ia menekankan pentingnya kesungguhan, kualitas pembinaan, disiplin, dan kesiapan mental.

Ja’far menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Kota Padang, Ketua FOPI Sumbar Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., jajaran pengurus, pelatih, atlet, klub, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung perkembangan petanque di Kota Padang.

Menurutnya, pembinaan petanque tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter dan kapasitas atlet.

“Bagaimana petanque ini menjadi olahraga yang membawa prestasi, baik secara pribadi maupun organisasi. Prestasi itu harus kita persiapkan dengan kesungguhan,” ujar Ja’far.

Ia menyebut FOPI Kota Padang mempersiapkan 11 atlet untuk mengikuti Porprov dari 13 nomor pertandingan yang diperlombakan. Dua atlet lainnya, kata dia, tidak dapat mengikuti karena kendala kondisi kesehatan dan pertimbangan lainnya.

“Kita memaksimalkan kuota atlet yang kita bawa. Saya berharap 11 atlet yang berlaga dapat memaksimalkan persiapan dan menunjukkan kemampuan terbaik,” katanya.

Ja’far menilai kesiapan atlet tidak cukup hanya dari sisi teknis. Mental bertanding dan kemampuan mengendalikan diri juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi.

“Kalau ingin menjadi orang besar, besarkan impian di lapangan. Kalau ingin menjadi orang hebat, hebatkan pikiran di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemenangan dalam olahraga bukan semata-mata soal mengalahkan lawan, tetapi juga kemampuan atlet mengatasi rasa takut, mental kalah, ego, dan keterbatasan diri.

“Kemenangan itu bukan mengalahkan orang lain. Kemenangan adalah mengalahkan mental kalah dan mengalahkan ego. Yang kita kalahkan adalah diri kita sendiri,” ujarnya.

Ja’far meminta para atlet memanfaatkan kejuaraan antarklub tersebut sebagai sarana evaluasi sekaligus mengukur kesiapan menjelang Porprov.

“Prestasi itu tidak semudah yang dibayangkan. Prestasi harus diuji dan dikompetisikan. Menang dalam kompetisi berarti mempersiapkan diri untuk masa depan,” katanya.

FOPI Sumbar Dorong Petanque Masuk Lingkungan Pendidikan

Ketua FOPI Sumatera Barat, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang, KONI Kota Padang, panitia, pelatih, klub, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan petanque.

Nurul Ihsan menilai Kota Padang memiliki peran penting dalam perkembangan petanque di Sumatera Barat. Menurutnya, keberadaan atlet asal Kota Padang yang telah menyumbangkan medali pada ajang olahraga sebelumnya menjadi salah satu indikator potensi yang dimiliki daerah tersebut.

“Ini artinya Kota Padang menjadi patron dan role model dalam pembinaan olahraga di Sumatera Barat. Alhamdulillah, petanque juga memberikan kontribusi positif, salah satunya melalui atlet yang berasal dari Kota Padang,” ujar Nurul Ihsan.

Ia berharap pembinaan dilakukan secara konsisten sehingga mampu menghasilkan atlet yang dapat berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional.

Nurul Ihsan juga menyoroti peran pelatih dalam meningkatkan kualitas atlet. Menurutnya, keberadaan pelatih yang memiliki lisensi internasional menjadi salah satu modal dalam membangun pembinaan yang lebih profesional.

“Kita berharap dari pembinaan ini lahir atlet-atlet profesional. Potensinya cukup bagus dan harus terus dibina secara serius,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar pengembangan petanque diperluas ke lingkungan pendidikan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Kami mengusulkan agar nanti ada audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan, sehingga petanque dapat dikembangkan di lingkungan pendidikan. Dengan begitu, pembinaan atlet bisa dilakukan sejak dini dan lebih terarah,” ujarnya.

Nurul Ihsan menyebut FOPI Sumatera Barat menyiapkan 10 tim untuk mengikuti 10 nomor pertandingan pada agenda Oktober 2026. Ia berharap persiapan tersebut dapat memberikan hasil terbaik bagi perkembangan petanque Sumatera Barat.

Ia juga meminta dukungan KONI Kota Padang dan FOPI Kota Padang terhadap program pembinaan yang sedang dipersiapkan.

Dispora Minta Panitia Pastikan Kegiatan Berjalan Tertib

Sementara itu, Kadispora Kota Padang melalui Kabid Dispora Kota Padang meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara serius.

Menurutnya, kesiapan panitia, atlet, pelatih, dan seluruh unsur pendukung menjadi faktor penting agar kegiatan dapat berlangsung sesuai tujuan.

“Kami tentu mengharapkan semua pihak yang terlibat dapat serius melaksanakan kegiatan ini. Kita harus tetap semangat dan kuat, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia juga meminta panitia melaksanakan pertandingan secara maksimal, tertib, dan sesuai ketentuan yang telah disepakati untuk mengantisipasi berbagai kendala selama kegiatan.

“Kepada panitia, kami minta kegiatan ini dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan setertib mungkin, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” katanya.

Kejuaraan Petanque Antarklub se-Kota Padang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pertandingan antarklub, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi atlet secara berkelanjutan.

Dengan kompetisi yang rutin, pembinaan klub yang konsisten, dukungan sarana olahraga, serta sinergi antara FOPI, KONI, pemerintah daerah, pelatih, atlet, dan lingkungan pendidikan, pengembangan petanque di Kota Padang diharapkan memiliki fondasi pembinaan yang lebih terarah menjelang Porprov Sumbar 2026.

Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read