Beranda INFO POLRI Lemkapi Minta Seluruh Pihak Tak Berspekulasi Soal Luka Pada Jasad Brigadir J

Lemkapi Minta Seluruh Pihak Tak Berspekulasi Soal Luka Pada Jasad Brigadir J

0
461
Edi Saputra Hasibuan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).
Jakarta, Radar BI | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan meminta kepada semua pihak tidak berspekulasi terhadap kondisi luka luka pada jasad Brigadir J.

Apalagi, pernyataan soal hal itu dilontarkan oleh pihak yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), informasi atau spekulasi yang dilontarkan jika bukan dari ahlinya justru akan semakin membingungkan masyarakat.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Menangkap Jaringan Pengedar Dolar Amerika Serikat Palsu di Purwakarta
BACA JUGA  Abdul Rahman Agu, Pahlawan KM Barcelona yang Selamatkan Balita Tanpa Life Jacket

Kepada sahabat – sahabat kuasa hukum, kami sarankan cukup menyampaikan sesuai dengan hukum acaranya. Untuk tidak menimbulkan polemik, menimbulkan kisruh dan multi tafsir.

Sebaiknya jangan berspekulasi atau menduga duga soal luka luka, tentang benda ini, benda itu, itu nanti cukup expert (ahli) saja yang menjelaskan, kata Edi Saputra Hasibuan kepada awak media, pada hari Minggu (24/7/2022).

Menurutnya dalam hal ini, lebih baik semua pihak menunggu keterangan ahli, apalagi dalam waktu dekat jasad Brigadir J dilakukan ekshumasi atau autopsi ulang. Ekshumasi ini disetujui oleh Polri untuk demi keadilan dan kebenaran.

BACA JUGA  2 Rumah Ludes Terbakar di Parak Gadang, 26 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
BACA JUGA  Kompol Cosmas Kaju Gae Dipecat dari Polri Usai Rantis Brimob Tewaskan Pengemudi Ojol

Menurut pemantauannya, kegiatan ekshumasi ini akan dihadiri berbagai pakar forensik perhimpunan kedokteran forensik Indonesia dan juga disaksikan sejumlah pihak yang diusulkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J seperti rumah sakit dan unsur lainnya dari luar Polri.

“Kita melihat Polri sangat transparan dan terbuka, termasuk memberikan izin dilakuksn autopsi ulang,” ujarnya.

Menurut Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini, Polri diminta fokus pada pembuktian hukum secara scientific crime investigation (pembuktian secara ilmiah) agar semua bisa dipertanggjawabkan secara hukum.

BACA JUGA  Pria di Sawahlunto Ditemukan Meninggal, Polisi: Diduga Bunuh Diri
BACA JUGA  Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Perkara Mafia Tanah dan Ada 61 Tersangka

Selian itu, Edi Saputra Hasibuan juga menjelaskan dalam menangani kasus penembakan ini, secara hukum, Polri tentu harus bisa mempertanggung jawabkan dua konsekuensi hukum yakni konsekuensi secara yuridis dan keilmuan. Agar penanganannya mendapatkan kepercayaaan dari masyarakat.

“Saat ini kita tahu, kinerja Polri terus disorot atas penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri. Kami ajak semua pihak mengawal penanganan kasus penembakan tersebut,” pungkasnya. (hms/mbah)

Sumber: Humas Polri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini