Beranda KRIMINAL Polisi Berhasil Ungkap Peredaran Minyak Goreng Kemasan Tanpa Ijin Edar

Polisi Berhasil Ungkap Peredaran Minyak Goreng Kemasan Tanpa Ijin Edar

Jateng, Radar BI | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng bersama Polresta Banyumas berhasil mengungkap tindak pidana peredaran minyak goreng kemasan tanpa ijin edar.

Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., mengungkapkan barang bukti yang disita dalam pengungkapan ini sebanyak 12 ton dari enam tempat.

“Hal ini selaras dengan kebijakan Kapolri untuk mengawal kebijakan pemerintah dalam pencegahan terjadinya penyalahgunaan peredaran migor di tengah masyarakat,” jelas Kapolda Jateng.

BACA JUGA  Bentuk Kepedulian Sosial, Irwan Basir Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Parupuk Tabing
BACA JUGA  Irjen. Pol. Eko Indra Heri Resmi Menduduki Jabatan Baru Sebagai Koorsahli Kapolri, Berikut Ini Profilnya

Pengungkapan kasus ini bermula pada 18 Mei 2022 ketika petugas kepolisian mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan penimbunan minyak goreng di wilayah Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Namun saat dilakukan pendalaman oleh petugas didapati adanya pelanggaran lain yakni pemalsuan merk dan informasi yang dicantumkan dalam kemasan.

Di sebuah Gudang di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok petugas menemukan ribuan botol kemasan minyak goreng merek”Lapama”. Dari hasil penyelidikan yang didapat, merek tersebut tidak memiliki izin edar serta tidak mencantumkan informasi yang benar terkait produknya di kemasan.

BACA JUGA  Polri Pastikan Fasilitas dan Fitur 91 Command Center GPDRR 2022 di Bali
BACA JUGA  Polri Akan Tindak Tegas Pencari Keuntungan Pribadi di Tengah Pandemi Covid-19

Modus yang digunakan tersangka adalah membeli bahan baku migor berupa minyak sawit jenis RBD CP 10 dari PT. Prima Sukses Sejahtera Abadi selaku distributor minyak di wilayah Kabupaten Malang.

Setiap bulan tersangka membeli sebanyak 7-8 ton minyak non subsidi tersebut seharga Rp. 20.800 perkilo. Oleh tersangka, minyak tersebut dikirim ke gudang tersangka di CV. Alam Timur Jaya dan CV. Bumi Mondoroko.

Selanjutnya minyak goreng dikemas ulang dengan merek lapama dan dijual ke masyarakat dengan harga per kardus Rp. 235.000,00 atau per botol seharga Rp. 19.500.

BACA JUGA  Kapolda Jateng: Tegaskan Tidak Ada Pesta Usai Pelantikan Walikota dan Bupati Besok
BACA JUGA  Pemuda di Kota Medan Tewas Ditembus Peluru Saat Balap Liar, Polisi Buru Pelakunya

“Barang bukti yang diamankan total sebanyak 18.288 botol migor merk Lapama ukuran 800ml. Jumlah semuanya lebih dari 14 ribu liter minyak goreng tanpa ijin edar yang kita amankan, atau seberat 12 ton,” jelas Kapolda Jateng.

Sumber: Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaMantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara
Artikel berikutnyaNama Said August Putra Muncul di Nota Pledoi Muddai Madang, Ada Apa?