Radar Berita Indonesia – Program unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang berupa pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru hingga kini belum terealisasi, meskipun tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai dan para siswa sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Program yang menjadi salah satu komitmen Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir tersebut sebelumnya mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kebijakan itu dinilai mampu membantu meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, terutama bagi keluarga yang memiliki anak memasuki jenjang pendidikan baru.
Namun, hingga memasuki pekan awal tahun ajaran baru, sejumlah orang tua mengaku belum menerima seragam sekolah gratis sebagaimana yang diharapkan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan kepastian realisasi program.
Salah seorang warga Kota Padang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh program seragam sekolah gratis. Menurutnya, program tersebut akan sangat bermanfaat apabila dapat disalurkan sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.
“Kami sangat mendukung program ini karena bisa membantu ekonomi keluarga. Tetapi sekarang anak-anak sudah masuk sekolah sehingga kami tetap harus membeli seragam agar mereka bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Kami berharap pemerintah segera memberikan penjelasan kapan program ini direalisasikan,” ujarnya.
Warga lainnya juga menyampaikan bahwa apabila seragam sekolah gratis baru diberikan setelah seluruh orang tua membeli sendiri kebutuhan tersebut, maka manfaat program dinilai tidak lagi dirasakan secara optimal.
“Kalau seragam gratis baru dibagikan setelah kami membeli sendiri, tentu manfaatnya sudah tidak maksimal. Harapan kami, ke depan program seperti ini dapat disalurkan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga benar-benar membantu masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, beberapa orang tua siswa lainnya mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli seragam demi memenuhi kebutuhan anak yang telah mulai bersekolah.
Mereka memahami bahwa pelaksanaan suatu program pemerintah dapat menghadapi berbagai kendala, namun berharap informasi mengenai perkembangan program disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut mereka, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai jadwal penyaluran, mekanisme distribusi, serta kriteria penerima manfaat. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu tanpa kejelasan ataupun menerima informasi yang simpang siur.
Sejumlah warga juga berharap Pemerintah Kota Padang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai pelaksanaan program seragam sekolah gratis.
Kejelasan tersebut dinilai penting agar tujuan program benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Program seragam sekolah gratis merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang di bidang pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan sekaligus membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran baru.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Padang mengenai penyebab belum terealisasinya penyaluran seragam sekolah gratis maupun jadwal pelaksanaannya.
Redaksi masih berupaya menghubungi Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan resmi terkait pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan (cover both sides) sesuai Kode Etik Jurnalistik. (*)


