Beranda DAERAH Ribuan Massa Desak Kapolda Jabar Tangkap Otak Pembantaian Anggota Ormas di Karawang,...

Ribuan Massa Desak Kapolda Jabar Tangkap Otak Pembantaian Anggota Ormas di Karawang, Ketum GMBI: Ganti Kapolres Karawang!

Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi ke Mapolda Jawa Barat, Kamis (27/01/2022).
Radar BI | Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi ke Mapolda Jawa Barat, Kamis (27/01/2022). Mereka menuntut Kapolda Jawa Barat untuk menangkap otak insiden pembunuhan secara brutal terhadap salah satu anggota GMBI di depan Mall Resinda Park, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Rabu (24/11/2021) lalu.

Dalam aksinya masa menuntut Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si dan Kapolres Karawang AKBP. Aldi Subartono SH, S.I.K, MH mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan kasus kekerasan terhadap anggota GMBI tersebut.

Sudah dua bulanan sejak peristiwa pembantaian Achmad Sudir, Koordiv Pengamanan Distrik Rembang LSM GMBI yang dihujami senjata tumpul dan senjata tajam oleh ratusan massa berseragam ormas GMPI.

BACA JUGA  Bentrok Ormas di Karawang Pecah, Tiga Orang Terluka dan Mobil Hancur
BACA JUGA  Wakapolda Jatim: Rakernis Ini Dapat Dijadikan Sebagai Momentum Strategis Meningkatkan Kemampuan Profesi

Namun kasusnya belum tuntas hingga saat ini dan otak pelakunya masih berkeliaran bebas, belum ditangkap, ungkap Ketua Umum LSM GMBI, Mochamad Fauzan Rachman kepada wartawan di sela-sela aksi.

Dia mengingatkan Kapolda Jawa Barat bahwa video pembantaian tersebut beredar di media sosial dan sudah menjadi bukti untuk polisi melakukan tindakan.

Dalam pantauan wartawan, aksi demo ormas GMBI di depan Mapolda Jabar berlangsung tertib. Namun kemacetan panjang tak bisa dihindari, terutama bagi kendaraan yang melintasi jalan Raya Bypass, Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Pimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pencegahan dan Pengendalian Karhutla
BACA JUGA  Bekuk Tiga Bandar Narkoba, Polda Jambi Berhasil Amankan 9 Kilogram Sabu

Massa berjumlah lebih 8 ribu orang dengan leluasa melakukan aksi demo di jalur cepat dan jalur lambat Jalan Raya Bypass, Soekarno-Hatta.

Selain melakukan orasi, massa juga membawa keranda mayat dan membakar ban bekas di tengah jalan raya. Tak lama, keranda mayat dibakar dan menimbulkan asap tebal sehingga menambah ketegangan di lokasi tersebut.

Aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di luar gerbang Mapolda Jabar. Sejumlah anggota Polantas sibuk mengatur lalu lintas di Jalan Raya By Pass untuk mengurai kemacetan.

BACA JUGA  Densus 88 Polri Tangkap Penghuni Kos Kenjeran Terduga Teroris
BACA JUGA  Kapolres Karawang dan Dandim 0604 Pimpin Langsung Proses Evakuasi Korban Banjir

Sementara itu, personil Sabhara terlihat bertahan di dalam Mapolda Jabar mengantisipasi massa yang akan bertindak brutal.

“Kami meminta kepada Kapolda Jawa Barat segera menuntaskan kasus tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi kepolisian. Kami juga meminta rasa keadilan,” ungkap Direktur Direktorat Khusus Poltikam¬†GMBI¬†Mulya Dt Rajo Intan dalam orasinya.

Menurut dia, otak dan dalang dari kejadian pembantaian itu tidak pernah tersentuh.

Adapun yang sedang diproses saat ini bukan merupakan pelaku utama, sehingga tidak ada kejelasan dalam pengembangan kasusnya.

BACA JUGA  Dua Minggu Buron, Pembunuhan Gadis Bercelana Doraemon Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi
BACA JUGA  Malam Pergantian Tahun 2021, Kapolda Jabar Larang Nyalakan Kembang Api dan Kerumunan serta Balapan

“Kalau memang benar penyidik ada kendala, terbuka kepada kami. Dan mana janjinya mau memberikan DPO, agar kita bisa bantu mencarinya,” tegas Mulya.

Diketahui, aksi massa ke Mapolda Jawa Barat merupakan buntut tidak tuntasnya penanganan kasus pembantaian massa yang menyebabkan 1 orang tewas dan 2 orang lainnya mengalami luka berat di wilayah hukum Polres Karawang.

Peristiwa itu terjadi secara terang-terangan oleh sekelompok massa bersenjata tajam di tengah keramaian, dimana terdapat aparat kepolisian yang berdiam diri tanpa melakukan tindakan.

BACA JUGA  Polda Sumut Blokir 39.840 Nomor Seluler Ngeprank Call Center 110
BACA JUGA  Polri Akan Pidana Oknum BPN, Camat Hingga Lurah Terlibat Praktik Mafia Tanah

Saat itu, polisi hanya memperhatikan Achmad Sudir dihujani senjata tajam tanpa bisa berbuat banyak.

Dalam situasi massa yang bertindak brutal, polisi tidak mengeluarkan tembakan peringatan sehingga tanpa rasa takut. Massa berulang kali menghujani Achmad Sudir dengan senjata tumpul dan senjata tajam.

Video pembantaian salah satu anggota ormas tersebut menjadi viral di media sosial. Warganet banyak yang mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang membiarkan ratusan massa melakukan pembantaian terhadap Achmad Sudir.

BACA JUGA  Warga Batubara Geger Temukan Mayat Dalam Sumur di Areal Perkebunan Kelapa Sawit
BACA JUGA  Bareskrim Polri Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pemberian Kredit Bank Jateng

Begitupun aksi konvoi massa di jalanan dengan membawa senjata tajam tidak dibubarkan oleh aparat Polres Karawang. (Mulis)

Facebook Comments

Artikel sebelumyaDirkrimsus Polda Metro Jaya Bantah Ada Anak Kecil Kerja Pinjol Ilegal di Pantai Indah Kapuk
Artikel berikutnyaDiperiksa Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Artis Shandy Aulia Dicecar 17 Pertanyaan