Sengketa Lahan di Bogor, Djafar: Tanah Berada Dalam Benteng 14 Ha Milik Hj. Sukmawati

81
Cibinong – Sidang perkara perdata dengan nomor Pdt 128 tahun 2021 Pengadilan Negeri kelas 1A Cibinong Bogor antara Hj. Sukmawati selaku penggugat dengan PT. PAP (Putra Adhi Prima) sebagai tergugat. Bertempat di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (03/11/2021).

Pantauan awak media Radar Bhayangkara Indonesia dilapangan, dalam hal ini tergugat satu pihak PT PAP, tergugat dua Aang Sugiri dan tergugat 3 Bank BNI. Tiga tergugat tidak hadir dalam sidang lapangan diantaranya tergugat empat pihak BPN Kabupaten Bogor. Lima Kecamatan Megamendung dan tergugat enam Desa Sukamahi, sidang lapangan ini dipimpin oleh Majelis Hakim Amran. S. Herman, SH, MH.

Sidang Perkara perdata nomor Pdt 128/2021 Pengadilan Negeri Kelas 1A Cibinong Bogor, Majelis Hakim Amran. S. Herman, SH. MH pada saat dilokasi mempersilahkan kepada penggugat dan tergugat untuk membuka peta serta menunjukan batas – batas wilayahnya.

BACA JUGA  Polda Riau Gagalkan Peredaran 19 Kg Sabu dan 500 Butir Pil Ekstasi
BACA JUGA  Ganjar Genjot Realisasi Belanja Produk Dalam Negeri

Radar Berita Indonesia

Terutama kepada pihak penggugat H. Sukmawati melalui kuasa hukumnya Djafar dan rekan batas sebelah utara benteng berbatasan dengan kepemilikan Roni, Marzuki dan Ricat, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Suryata, Rumah Warga dan PT. PAP, sebelah Barat Hj. Sukmawati dan sebelah Timur Hj. Sukmawati.

Disaat Majelis Hakim menanyakan kepada pihak penggugat mengenai batas – batasnya. Ppihak penggugat Djafar dan rekan menjawab semua tanah yang berada didalam benteng ini kepemilikan Hj. Sukmawati selaku penggugat dengan luas kurang lebih 14 Ha.

Terbukti Majelis Hakim yang mulia benteng sebelah selatan ini terlihat ada dua benteng, dan Hj. Sukmawati membeli tanah dari tahun 1996. Termasuk jalan ini dibangun oleh beliau, dan saksi dari tergugat satu inisial S pun mengakui tanah serta jalan ini milik Hj. Sukmawati, tuturnya.

BACA JUGA  Bocah 6 Tahun Jadi Korban Peluru Nyasar
BACA JUGA  Polisi Amankan 2 WN India Lolos Masuk ke Indonesia Tanpa Karantina

Dari 14 Ha tanah milik penggugat Hj. Sukmawati, terbit 7 HGB kepemilikan tergugat satu yang berada di dalam benteng. Saksi dari tergugat satu inisial S terlihat ngawur dan tidak jelas di saat majelis hakim minta menunjukan batas wilayahnya. Saksi tergugat satu menunjukan batas dengan melihat dulu peta GPS yang di screenshoot bukan peta BPN.

Apakah seperti itu cara menunjukan batas tanah, dengan cukup screenshoot di GPS untuk menentukan batas – batas wilayahnya.

Sidang lapangan ini Amran. S. Herman, SH, MH sampaikan akan saya screenshoot 7 HGB kepemilikan tergugat satu, sidang ini bukan untuk memutuskan ya. Tapi hanya sidang lapangan untuk cek lokasi, mengenai putusan ya nanti setelah para saksi dari penggugat maupun tergugat di sampaikan dalam persidangan, ucapnya.

BACA JUGA  Kronologi Penangkapan AP, Aktor Sekaligus Musisi Ditangkap Polisi
BACA JUGA  Ditlantas Polda Aceh Berikan Test Antigen Gratis Bagi Penumpang Bus

Jadi data yang di miliki pihak tergugat satu ini semuanya berbatasan dengan penggugat Hj. Sukmawati, ucap Arman.

Sebelum sidang ini di tutup oleh Amran. S. Herman, SH. MH selaku Majelis Hakim menyampaikan untuk sidang lapangan ini sementara sudah cukup. Pengecekan dari masing – masing saksi untuk menunjukan batas sudah kita laksanakan dengan dan antara penggugat dan tergugat miliki.

Sidang digelar pada tanggal 17 November 2021 pukul 10.00 Wib. Sebab dua Minggu kedepan saya cuti dan saya mohon nanti tinggal di siapkan para saksi untuk memberikan kesaksian dan keterangan di sidang selanjutnya.

BACA JUGA  Perempuan di Tangerang Kerap Jadi Sasaran Jambret hingga Korban Terjatuh
BACA JUGA  Kronologi Penangkapan AP, Aktor Sekaligus Musisi Ditangkap Polisi

Diharapkan selama sidang ini berjalan, kalau bisa sambil mediasi. Biar nanti pada saat sidang sudah ada kesepakatan mudah langsung ketok palu, pungkas Amran.

Sumber: Team Radar Bhayangkara Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini