Beranda INFO POLRI Siap Siap E-TLE Nasional Tahap Dua, Banjarmasin Segera Terapkan Tilang Elektronik

Siap Siap E-TLE Nasional Tahap Dua, Banjarmasin Segera Terapkan Tilang Elektronik

E-TLE
Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yaitu Kota Banjarmasin diproyeksikan menjadi salah satu kota di Indonesia yang akan segera menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di tahun 2021. Penerapan E-TLE di Banjarmasin direncanakan mulai dilaksanakan saat peluncuran E-TLE nasional tahap dua pada hari, Rabu (28/04/2021).

Sejumlah kamera canggih yang terhubung dengan sistem terintegrasi yang masuk dalam ekosistem E-TLE pun sudah dipasang di titik persimpangan di Kota Banjarmasin. Satu di antaranya yaitu di persimpangan Jalan A. Yani Kilometer 6, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimatan Selatan.

Titik ini memang merupakan satu dari tiga titik persimpangan jalan yang diproyeksikan menjadi lokasi perdana penerapan E-TLE di Banjarmasin. Sedangkan dua titik lainnya yaitu area persimpangan lalu lintas di Jalan Pangeran Samudera dan Jalan Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin.

BACA JUGA  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Irwan Basir Jalin Silaturahmi Bersama Awak Media

Selain itu, meski sistem E-TLE telah dipasang contohnya di persimpangan Jalan A. Yani kilometer 6, namun Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimatan Selatan Kombes. Pol. Maesa Soegriwo, S.I.K., mengatakan, Ditlantas Polda Kalsel dan jajaran masih dalam tahap sosialisasi.

“Kami masih terus sosialisasi sampai launching E-TLE tahap dua,” terang Dirlantas pada hari, Minggu (25/04/2021).

Sosialisasi dilakukan baik secara langsung di titik-titik persimpangan oleh personelnya dan personel Polantas dari Satlantas Polresta Banjarmasin maupun melalui sosialisasi digital melalui media pemberitaan serta memanfaatkan media sosial (Medsos).

BACA JUGA  Haru dan Tangis Iringi Pelepasan Sekdaprov Sumut Sabrina

Dalam pelaksanaannya di lapangan, E-TLE dikoordinir langsung oleh Korlantas Polri, dimana kamera-kamera canggih dalam ekosistem E-TLE yang dipasang di sudut persimpangan secara otomatis mengawasi setiap gerak-gerik pengendara.

Bukan kamera cctv biasa, kamera-kamera ini dapat secara otomatis mendeteksi jika ada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara baik roda dua, roda empat maupun lebih.

Contohnya, jika pengendara sepeda motor tak menggunakan helm, berhenti di luar area yang seharusnya saat di persimpangan lalu lintas, menerobos lampu merah, melawan arus, maupun pelanggaran terhadap markah lainnya.

BACA JUGA  Pelantikan MW KAHMI dan Forhati Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Sebut HMI Turut Mengawal Kemerdekaan

Kamera ini juga bisa mendeteksi jika pengendara roda empat tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara bahkan di malam hari sekalipun.

Selain itu, pelanggaran lainnya seperti penggunaan plat nomor palsu atau penggunaan smartphone maupun gawai sambil berkendara juga akan dideteksi dan dicatat sebagai pelanggaran lalu lintas.

Jika didapati melanggar peraturan, kamera dapat langsung mengenali data-data kendaraan dan pemilik kendaraan yang melakukan pelanggaran melalui nomor plat kendaraan bermotor tersebut.

BACA JUGA  Kunker ke Palembang, Kapolri Resmikan Kampung Tangguh dan Aplikasi Polisi Dulur Kito

Data tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas terkait jenis dan subjek pelanggarannya. Petugas selanjutnya mengirimkan surat konfirmasi ke alamat yang terdaftar sesuai data kendaraan bermotor.

Pemilik kendaraan yang menerima surat konfirmasi tersebut wajib melakukan konfirmasi melalui website, email, pesan Whatsapp maupun sambungan telepon melalui alamat dan nomor yang tertera di surat konfirmasi yang dikirimkan petugas paling lama lima hari.

Melalui jalur tersebut pemilik kendaraan bermotor bisa melakukan klarifikasi terkait subjek pelanggar, termasuk jika kendaraan bermotor yang kedapatan melanggar lalu lintas ternyata sudah dijual dan belum dibalik nama.

BACA JUGA  Pgs Kapendam I/BB Apresiasi Program TNI Manunggal Membangun Desa di 110 Kodim 0209/LB

Jika konfirmasi selesai, petugas akan melakukan penindakan tilang dan memberikan notifikasi berisi jumlah denda tilang yang wajib dibayar serta nomor rekening virtual untuk pembayaran denda tilang.

Denda tilang dapat dibayar baik melalui bank yang ditunjuk, ATM, mobile, internet banking atau mesin EDC. Jika yang bersangkutan tidak melakukan konfirmasi dan membayar denda tilang selama tujuh hari.

Maka petugas dapat memblokir STNK kendaraan bermotor yang dimaksud dan otomatis tidak bisa dilakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor. Blokir akan otomatis terbuka jika denda tilang sudah dibayar oleh yang bersangkutan.

sUMBER: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments