Radar Berita Indonesia – Kontestasi politik kembali dikaitkan dengan kekuatan logistik dan finansial. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), secara terbuka menyebut kekuatan logistik menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Jawa Barat yang digelar di Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).
Dalam pidatonya, Zulhas mengulas perjalanan panjang PAN dalam mendukung Prabowo Subianto sejak Pemilihan Presiden 2014. Dari pengalaman politik tersebut, ia mengaku banyak belajar mengenai kepemimpinan, strategi, hingga cara memenangkan pertarungan politik.
Menurut Zulhas, seorang pemimpin yang baik atau good leader adalah sosok yang mampu menyusun strategi dan membaca situasi untuk mencapai kemenangan dalam sebuah kontestasi.
“Good leader itu pemimpin yang bisa merancang siasat strategi perang bagaimana menang,” kata Zulhas dalam pidatonya.
Namun demikian, ia menilai kemampuan menyusun strategi saja belum cukup untuk membawa kemenangan politik. Zulhas kemudian menjelaskan adanya tingkatan kepemimpinan yang lebih tinggi, yakni great leader, yang menurutnya memiliki dukungan logistik yang kuat.
Saat menyampaikan hal tersebut, Zulhas sempat menggosokkan jempol dan telunjuk sebagai isyarat yang identik dengan uang atau kekuatan finansial.
Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan memenangkan pertarungan politik tanpa dukungan dana yang memadai.
“Kalau enggak ada… bisa menang enggak? Ya, logistik kuat,” ujarnya disambut perhatian para kader yang hadir.
Pernyataan itu pun langsung menjadi sorotan publik karena secara terbuka mengaitkan kemenangan politik dengan kekuatan logistik dan finansial.
Dalam konteks politik Indonesia, istilah logistik kerap dimaknai sebagai dukungan sumber daya, termasuk pendanaan untuk kegiatan politik dan konsolidasi organisasi.
Tidak berhenti sampai di situ, Zulhas juga menyebut adanya tingkatan lain dalam kepemimpinan, yakni brilliant leader.
Menurutnya, pemimpin pada level tersebut bukan hanya memiliki strategi dan logistik, tetapi juga mampu memilih orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi tertentu.
Ia menegaskan, strategi hebat dan dukungan logistik besar tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung sumber daya manusia yang tepat.
“Kalau orangnya tepat, logistik datang, siasat datang, strategi akan datang,” ucapnya.
Dalam pandangan Zulhas, kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh satu faktor semata. Ia menggambarkan bahwa strategi, kualitas sumber daya manusia, jaringan politik, hingga kekuatan logistik memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membangun kekuatan politik yang solid.
Pidato Zulhas tersebut kemudian memantik perhatian publik dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Sebagian menilai pernyataan itu sebagai gambaran realistis tentang dinamika politik modern yang membutuhkan dukungan finansial besar.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai pernyataan tersebut memperlihatkan betapa dominannya faktor uang dalam kontestasi politik di Indonesia.
Sebagai tokoh politik senior sekaligus pimpinan partai, pernyataan Zulhas dinilai mencerminkan pandangan praktis mengenai realitas politik elektoral yang tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan logistik untuk menjalankan strategi dan konsolidasi politik di lapangan.
Dengan pernyataannya itu, Zulhas kembali menegaskan bahwa dalam dunia politik modern, kemenangan bukan hanya ditentukan oleh popularitas dan strategi semata, tetapi juga oleh kemampuan mengelola organisasi, memilih tim yang tepat, serta didukung logistik yang kuat untuk menopang seluruh proses politik menuju kemenangan.


