Radar Berita Indonesia – Pemerintah Kecamatan Kuranji meninjau langsung progres pengerjaan perbaikan aliran sungai yang rusak akibat bencana banjir di Banda Gadang Kampung Tangah, RT 03 RW 05, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (3/7/2026) sore.
Peninjauan aliran sungai yang berlangsung sekitar pukul 16.35 WIB tersebut dipimpin Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si., sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan perbaikan infrastruktur pascabencana sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kuranji Syafrizal, M.SH., Ketua RW 05 Muhammad Yusuf, Ketua RT 01 Darmilis, Ketua RT 02 Ardi, Ketua RT 03 Gempar, Ketua RT 04 Busra, unsur Dubalang Kecamatan Kuranji, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Camat Kuranji Rozaldi Rosman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pengerjaan perbaikan aliran sungai telah mencapai sekitar 95 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Menurutnya, perbaikan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memulihkan infrastruktur yang terdampak banjir agar fungsi aliran sungai dapat kembali normal.
Dengan demikian, aliran air diharapkan dapat berjalan lancar sehingga mampu mengurangi risiko banjir, erosi, maupun abrasi yang berpotensi mengancam kawasan permukiman warga di sekitarnya.
“Kegiatan peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi kualitas maupun target penyelesaiannya. Kami berharap pekerjaan dapat segera dirampungkan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain meninjau progres pembangunan, rombongan juga berdialog dengan masyarakat setempat. Warga menyampaikan apresiasi atas percepatan pelaksanaan perbaikan aliran sungai yang dinilai sangat membantu dalam mengurangi dampak banjir yang sebelumnya sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski demikian, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar alat berat yang masih berada di lokasi dapat dimanfaatkan untuk melakukan normalisasi saluran irigasi pertanian yang turut mengalami kerusakan akibat banjir.
Menurut warga, hingga saat ini aliran air menuju areal persawahan belum kembali berfungsi secara optimal. Akibatnya, sekitar 10 hektare lahan pertanian masih belum memperoleh pasokan air yang memadai sehingga berpotensi mengganggu aktivitas bercocok tanam para petani.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait dapat mempertimbangkan usulan tersebut. Apabila memungkinkan, alat berat yang masih berada di lokasi proyek dapat dioptimalkan untuk membuka dan memperbaiki saluran irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian segera kembali normal.
Dengan pulihnya jaringan irigasi, para petani diharapkan dapat kembali mengelola sawah mereka tanpa terkendala kekurangan pasokan air, sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir.
Kegiatan peninjauan berakhir sekitar pukul 18.35 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Secara keseluruhan, progres pengerjaan perbaikan aliran sungai dinilai telah berjalan sesuai target.
Pemerintah berharap sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga fungsi sungai kembali optimal dalam mengendalikan aliran air serta meminimalisir potensi banjir di wilayah Banda Gadang Kampung Tangah dan sekitarnya.
Aspirasi masyarakat terkait normalisasi saluran irigasi juga diharapkan menjadi perhatian instansi berwenang sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh pascabencana.
Sumber: Ronni
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


