Sumbar, Radar BI | Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meresmikan pemakaian Surau Gadang Aru yang terletak di Jalan Aru Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Jumat (6/10/2023) Malam.
Dalam sambutannya, Gubernur sangat mengapresiasi panitia dan seluruh masyarakat Kampung Aru yang telah berhasil membangun sebuah surau yang cukup megah dengan cara swadaya dan gotong royong seluruh masyarakat beserta tokoh-tokohnya.
Saya sangat bangga sekali dan bersyukur atas pembangunan Surau Gadang Aru ini. Surau adalah tempat mendidik generasi untuk belajar al-qur’an atau mengaji dan tempat melaksanakan ibadah shalat.
Surau juga tempat bermusyawarah dalam merencanakan suatu kegiatan bagi masyarakat sekitar.
Di samping itu, kita punya budaya kearifan lokal dengan falsafah adat Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah, maka surau juga bisa dimanfaatkan untuk berlatih ” basurah adat” baik untuk orang tua maupun para generasi muda,” ucap Gubernur Mahyeldi.
Sementara itu, tokoh masyarakat dan ninik mamak Kuranji, Irwan Basir Dt. Rajo Alam dalam sambutannya mengatakan, manfaat sebuah surau bagi masyarakat sangat banyak.
Orang tua-tua dulu menjadikan surau sebagai pusat segala kegiatan mereka. Di surau mereka belajar mengaji dan belajar adat.

Di halaman surau dimanfaatkan untuk berlatih silat. Makanya orang minang itu terkenal dengan masyarakat yang kuat adatnya, pandai mengaji dan mahir bersilat.
Program pemerintah yang “babaliak kasurau” bukan berarti kita kembali ke ” dama togok”. Tidak. Maknanya adalah kita kembali memanfaatkan surau sebagai sentral kegiatan masyarakat ataupun generasi muda.
Ramai kan surau atau masjid dengan berbagai aktifitas agama, ucap Tokoh yang juga ketua MPA KAN Pauh IX ini.
Irwan Basir juga mengharapkan pemerintah untuk selalu mendukung kegiatan masyarakat. Akan janggal sekali kalau pemerintah kurang memberikan perhatian sementara masyarakatnya sudah bahu membahu membangun daerahnya.
Seharusnya ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah baik pemerintahan Kelurahan, Kecamatan dan Kota.
Atas nama ninik mamak dan tokoh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan meresmikan surau ini.
Meskipun tanpa kehadiran dari pemerintah Kota, Kecamatan atau Kelurahan, mudah-mudahan tidak mengurangi rasa bersyukur kita atas berdirinya Surau Gadang Aru ini yang dibangun secara gotong royong dan swadaya masyarakat yang sudah menelan biaya lebih kurang 1,3 milyar ini.

Semoga surau ini bermanfaat bagi masyarakat dalam menegakkan nilai-nilai agama dan adat sesuai dengan program pemerintah babaliak ka surau sesuai dengan kearifan lokal yang kita miliki, kata Irwan Basir.
Acara peresmian ditandai dengan penanda tanganan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi yang didampingi oleh Ketua DPD LPM Kota Padang dan ketua TP. PKK Sumbar Umi Harneli Bahar serta pengurus. Acara juga dihibur oleh kesenian minang berupa Salawat Dulang.
Hadir dalam acara tersebut, ketua DPD LPM Kota Padang yang juga tokoh masyarakat dan ninik mamak Nagari Pauh IX Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM beserta tokoh masyarakat Pauh IX lainnya.


