Pelantikan Pj Gubernur Aceh: Ada 5 Pesan Mendagri Kepada Achmad Marzuki

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian atas nama Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh.
Banda Aceh, Radar BI | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian atas nama Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh.

Pelantikan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRA Provinsi Aceh, Rabu (6/7/2022). Achmad Marzuki merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa.

Dalam sambutannya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan 5 pesan kepada Achmad Marzuki selaku Pj. Gubernur Aceh. Pertama, Mendagri meminta Achmad Marzuki menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

BACA JUGA  Klasemen Grup A Piala AFF U-16 2022, Timnas Indonesia Hajar Singapura 9 - 0
BACA JUGA  Tersulut Isu Selingkuh dari Tetangga, Cuplis Nekat Bakar Istri Hingga Tewas

Kedua, selaku Pj. Gubernur yang juga Wakil Pemerintah Pusat Achmad Marzuki diminta untuk mengoordinasikan program pembangunan daerah yang sejalan dengan pembangunan nasional. Upaya tersebut untuk mempercepat laju pembangunan guna menyejahterakan masyarakat Aceh.

Ketiga, sesegera mungkin membangun hubungan dan komunikasi yang positif dengan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Aceh.

Termasuk kepada Paduka Wali Nanggroe Aceh, Mahkamah Syar’iyah, DPRA, segenap Forkopimda dan seluruh tokoh masyarakat, utamanya para alim ulama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya, ujar Mendagri.

BACA JUGA  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Luncurkan Mobil Kesehatan Gratis, Bisa Dipakai Untuk Operasi
BACA JUGA  Polda Aceh Bongkar Peredaran 100 Kg Narkoba Jaringan Malaysia, 3 Kurir Ditangkap

Sementara pesan keempat, Achmad Marzuki diminta turut memprioritaskan program penanganan pandemi Covid-19. Meskipun saat ini kondisinya cenderung melandai. Namun pandemi belum selesai.

Untuk itu, Mendagri berpesan agar pemulihan ekonomi pascapandemi dapat segera dipacu. Caranya, melalui percepatan realisasi belanja yang efektif, efisien, tepat sasaran, dan bermanfaat untuk masyarakat.

Upaya itu juga diminta agar ditopang dengan menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), utamanya melalui penggunaan produk dalam negeri. Terlebih, UMKM merupakan sektor riil yang menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi, termasuk Provinsi Aceh.

BACA JUGA  BPNT 2022 Disalurkan Lewat Pos, Pemdes Karang Segar Minta Digunakan untuk Kebutuhan Pangan
BACA JUGA  Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia, LSM GMBI Distrik Majalengka Gelar Aksi Damai ke Kejaksaan Negeri

Selain itu, Achmad Marzuki juga diminta untuk melakukan upaya dalam mengurangi angka kemiskinan, serta menjalankan program-program lainnya.

Pesan kelima, Achmad Marzuki diminta untuk terus memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di Aceh agar semakin unggul, kreatif, dan inovatif. Mendagri menilai, meski Provinsi Aceh memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA).

Namun penguatan SDM tetap perlu diutamakan. Dengan demikian, modal kekayaan SDA di Aceh dapat dikelola dengan baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh.

BACA JUGA  Untuk Kesekian Kali, TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
BACA JUGA  Idul Adha 2022, KBPP Polri Salurkan 11 Ekor Sapi Kurban Untuk Masyarakat

“Untuk itu, saya minta fokus betul pada program pendidikan dan kesehatan. Agar rakyat Aceh memiliki Sumber Daya Manusia yang terdidik, terlatih, memiliki keterampilan, serta sehat,” tandas Mendagri.

Sumber: Puspen Kemendagri/Syam.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPeresmian Sekolah Pancasila di SMPN 4 Kota Baru, Dodi Susanto: Cara Ampuh Tanamkan Nilai Pancasila di Kalangan Pelajar
Artikel berikutnyaPangdam II Sriwijaya Tinjau Lahan Ketahanan Pangan di Desa Semangus